Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tipe MBTI yang Sering Sukses di Karier tapi Gagal dalam Percintaan

Ilustrasi seorang wanita
Ilustrasi seorang wanita (Pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya sih...
  • Tipe INTJ sukses dalam karier berkat pemikiran strategis dan kepemimpinan, tapi kesulitan dalam hubungan karena sifat introvert dan kurangnya empati.
  • ENTJ juga sukses di posisi kepemimpinan, namun kurang empati dan terlalu fokus pada pencapaian membuat mereka kesulitan dalam hubungan.
  • ISTJ unggul dalam pekerjaan karena disiplin dan detail-oriented, tetapi kesulitan mengungkapkan perasaan dan prioritasnya cenderung pada pekerjaan daripada hubungan pribadi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan seperti sekarang ini, kita sering melihat orang-orang yang sukses besar dalam karier mereka, namun terjebak dalam ketidakbahagiaan dalam kehidupan percintaan mereka. Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, apakah ini terkait dengan kepribadian mereka? Apakah tipe MBTI seseorang memiliki pengaruh terhadap kesuksesan di pekerjaan dan tantangan dalam hubungan pribadi? Ternyata, beberapa tipe MBTI memiliki kecenderungan untuk unggul di dunia profesional, namun kesulitan dalam menjalani hubungan yang harmonis.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat tipe-tipe ini lebih cenderung gagal dalam percintaan meskipun mereka bisa berhasil besar di karier? Di bawah ini kita akan mengungkapkan alasan-alasan mendalam tentang empat tipe MBTI yang sering kali mengalami ketidakseimbangan antara pencapaian profesional dan kebahagiaan personal. Mari kita bahas lebih lanjut!

1. INTJ (The Architect)

Ilustrasi seorang pria
Ilustrasi seorang pria (Pexels.com/cottonbro studio)

Tipe INTJ dikenal sebagai pemikir strategis yang cerdas dan visioner. Dalam dunia karier, mereka sering kali sukses berkat kemampuannya untuk merancang dan merencanakan segala sesuatu dengan sangat detail dan jauh ke depan. Mereka punya wawasan yang tajam dan sering kali berperan sebagai pemimpin yang kuat dalam organisasi. Namun, dalam percintaan, sifat introvert dan cenderung rasional mereka bisa menjadi penghalang. INTJ cenderung memandang hubungan dengan pendekatan logis, yang terkadang membuat mereka kurang peka terhadap perasaan pasangan.

Selain itu, keinginan INTJ untuk mengontrol dan merencanakan segala hal dapat menyebabkan mereka kurang fleksibel dalam hubungan. Mereka mungkin menganggap hubungan sebagai sesuatu yang harus ‘dikelola’ dengan cara tertentu, alih-alih menjalaninya dengan alur yang lebih alami dan penuh emosi. Akibatnya, mereka bisa jadi sulit untuk menyesuaikan diri dengan dinamika emosional yang ada dalam sebuah hubungan, yang berujung pada ketegangan dan perpisahan.

2. ENTJ (The Commander)

Ilustrasi seorang pria sedang berpikir
Ilustrasi seorang pria sedang berpikir (Pexels.com/MART PRODUCTION)

Seperti INTJ, ENTJ juga memiliki kecenderungan sukses di dunia karier, terutama dalam posisi kepemimpinan. Mereka adalah tipe yang sangat ambisius, berani mengambil keputusan besar, dan selalu siap menghadapi tantangan. Namun, di balik kesuksesan mereka, ENTJ sering kali mengabaikan aspek emosional dalam hubungan. Mereka terlalu fokus pada pencapaian dan sangat menghargai efisiensi, yang membuat mereka kadang-kadang terkesan dingin dan kurang empati terhadap pasangan.

Tantangan terbesar bagi ENTJ dalam percintaan adalah kecenderungan mereka untuk melihat hubungan secara praktis dan rasional, bukan sebagai suatu perjalanan emosional yang memerlukan perhatian dan kesabaran. Keinginan mereka untuk selalu memimpin dan mengontrol bisa membuat pasangan merasa terpinggirkan atau tidak dihargai. Meski mereka cerdas dan kompeten, dalam hal ini ENTJ perlu belajar untuk lebih menghargai sisi emosional dalam hubungan.

3. ISTJ (The Logistician)

Ilustrasi seorang wanita berdiri
Ilustrasi seorang wanita berdiri (Pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

ISTJ adalah tipe yang sangat disiplin, terorganisir, dan berorientasi pada detail. Mereka unggul dalam karier karena mereka sangat dapat diandalkan dan tahu bagaimana menjalankan tugas dengan efisien. Di dunia kerja, mereka adalah pekerja keras yang akan memastikan setiap aspek pekerjaan berjalan dengan lancar. Namun, dalam hubungan pribadi, ISTJ cenderung kesulitan untuk mengungkapkan perasaan mereka dan sering kali merasa tidak nyaman dengan ketidakpastian yang sering muncul dalam hubungan.

ISTJ memiliki kecenderungan untuk memprioritaskan pekerjaan dan kewajiban mereka di atas hubungan pribadi. Mereka mungkin merasa bahwa hubungan romantis memerlukan lebih banyak fleksibilitas dan spontanitas daripada yang mereka rasakan nyaman. Akibatnya, mereka sering kali merasa terjebak dalam konflik antara kewajiban profesional dan kebutuhan emosional dalam hubungan, yang bisa mengarah pada ketegangan atau perpisahan.

4. ESTJ (The Executive)

Ilustrasi seorang wanita di kantor
Ilustrasi seorang wanita di kantor (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Sebagai seorang ESTJ, kamu cenderung memiliki kemampuan luar biasa untuk memimpin, mengorganisasi, dan mencapai tujuan. Kamu sangat menghargai stabilitas dan aturan, dan inilah yang membuat kamu sering kali sukses di karier. Namun, dalam hubungan, kecenderungan ESTJ untuk terfokus pada logika dan aturan bisa berisiko. Kamu mungkin lebih sering mendekati hubungan dengan cara yang struktural, alih-alih menerima ketidaksempurnaan dan dinamika emosional yang ada.

Sifat ESTJ yang sangat langsung dan pragmatis kadang membuat mereka terkesan keras kepala atau kurang sensitif terhadap perasaan pasangan. Kamu mungkin terlalu fokus pada hasil atau tujuan dalam hubungan, sehingga melupakan pentingnya fleksibilitas dan kompromi. Jika ESTJ bisa lebih terbuka terhadap kerentanannya dan belajar untuk mengelola perasaan, mereka dapat memiliki hubungan yang lebih seimbang dan harmonis.

Kesuksesan di karier dan kegagalan dalam percintaan bukanlah hal yang mustahil untuk dibalikkan. Tipe MBTI yang lebih rasional dan berorientasi pada tujuan mungkin perlu sedikit lebih banyak ruang untuk meresapi sisi emosional dalam kehidupan mereka. Keberhasilan di pekerjaan memang penting, namun kebahagiaan dalam hubungan pribadi juga tidak kalah vital.

Setiap orang, terlepas dari tipe MBTI mereka, memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menyeimbangkan kedua aspek kehidupan ini dengan cara yang lebih penuh kesadaran. Sebuah hubungan yang sehat membutuhkan kesediaan untuk beradaptasi dan saling memahami, dan hal ini bisa diraih jika kita membuka diri untuk perubahan, meskipun itu berarti keluar dari zona nyaman kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tanaman Hias Feng Shui untuk Hunian yang Lebih Sejuk dan Harmonis

09 Jan 2026, 23:32 WIBLife