Hubungan asmara idealnya memberi ruang bagi dua orang untuk saling mendengar, mempertimbangkan pendapat, dan merasa dihargai ketika menghadapi persoalan bersama. Namun, situasi bisa terasa menyebalkan ketika pasangan justru berkali-kali lebih percaya pada saran temannya, padahal kamu sudah menyampaikan pandangan serupa sejak awal. Lama-kelamaan, persoalannya bukan lagi tentang saran siapa yang paling tepat, melainkan munculnya perasaan seolah pendapatmu gak mempunyai bobot yang sama di matanya.
Memiliki teman sebagai tempat bertukar pikiran sebenarnya wajar karena pasangan tetap membutuhkan kehidupan sosial di luar hubungan asmara. Masalah mulai muncul ketika pendapat teman selalu menjadi acuan utama sampai pasangan mengabaikan perspektifmu, terutama untuk keputusan yang berdampak langsung terhadap hubungan kalian. Daripada membiarkan rasa kesal berubah menjadi konflik berkepanjangan, yuk pahami cara menyikapi situasi ini dengan lebih tenang dan dewasa.
