5 Dampak Kecanduan Menonton Video Biru dalam Rumah Tangga, Bahaya?

Film biru tentunya sudah bukan menjadi hal yang tabu lagi untuk dibahas. Perkembangan zaman saat ini, membuat semua orang dapat dengan mudah mengakses film tersebut. Berbagai upaya pemerintah yang sudah dicoba untuk membatasi aksesnya pun kadang masih bisa ditembus dengan mudah.
Nah, nyatanya dampak dari kecanduan menonton film biru ini sering tidak disadari oleh orang-orang. Parahnya lagi, jika ternyata orang tersebut sudah menikah dan memiliki keluarga kecil.
Dampak dari kecanduan menonton ini bisa jadi masalah dalam rumah tangga. Berikut lima dampak kekeringan menonton film buru yang biasanya terjadi di dalam kehidupan pernikahan.
1. Ereksi alami pada suami jadi menurun saat berhubungan seksual

Hal pertama dan sering dikonsultasikan ke seksolog adalah masalah ereksi alami yang sulit dicapai ketika justru berhubungan suami istri secara langsung. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal saat menonton film biru, semuanya normal-normal saja dan waktu ereksi alami di pagi hari juga tidak bermasalah.
Hal ini diakibatkan karena film biru membuat kamu nyaman dengan dirimu sendiri. Semua fokus hanya untuk menyenangkan diri sendiri. Berbeda dengan saat melakukan hubungan seks. Kamu tentu harus memuaskan pasangan juga dan menunjukkan kejantananmu. Hal inilah yang akhirnya membuat seks alami terganggu.
2. Berkurangnya intimasi dalam pernikahan dan rumah tangga

Nah, selanjutnya ketika hubungan seks sudah tidak bisa senyaman dulu, maka otomatis yang diserang berikutnya adalah intimasi dalam pernikahan itu sendiri. Kaku dan pasangan jadi hilang kemesraan, karena orang yang sudah cenderung kecanduan film biru akan lebih menikmati momen sendiri dan menonton film tersebut.
Otomatis intimasi hubungan dengan pasangan dan anak bisa jadi berkurang. Karena pikiranmu akan terus mencari cara bagaimana bisa sendiri dan menonton film tersebut. Sedangkan, keluarga itu perlu quality time bersama supaya intimasi antara anak, pasangan, dan orangtua itu bisa terjalin.
3. Mulai merahasiakan sesuatu dari pasangan

Ketika kamu sedang mencari momen sendiri untuk dapat bebas menonton film biru, maka bohong pasti sering kamu lakukan. Misalnya, ketika harusnya kamu pergi bersama pasangan dan anak-anak di hari tersebut. Namun, kamu beralasan ingin di rumah saja supaya dapat menonton film tersebut. Lama-lama hal ini yang akan menjauhkan dirimu dari lingkungan.
Sehingga pastinya pasangan dan anak-anak akan kehilangan sosok dirimu dalam keluarga. Hal ini tentunya tidak baik untuk jangka panjang. Sebab, namanya hubungan dalam keluarga itu harus selalu di-update untuk menambah jangka panjangnya.
4. Memiliki fantasi seksual yang lebih bervariasi namun pasangan belum tentu bisa memberikannya

Ketika kamu menonton film biru, berbagai adegan pastinya sudah sering kamu lihat. Nah, inilah yang kemudian akan menambah fantasi seksual dirimu. Kamu ingin merasakan adegan tersebut dalam dunia nyata. Sementara itu, mungkin pasangan tidak dapat serta merta memberikan hal yang kamu inginkan.
Sebab, tentunya beberapa hal yang di luar batas dalam dunia nyata, itu bisa diwujudkan dalam film biru. Sementara pasanganmu itu bukan aktor atau aktris film biru. Hal ini yang kemudian akan menimbulkan pertentangan batin jika tidak segera dibereskan.
5. Terjebak dalam perselingkuhan

Ketika fantasi seks tidak bisa tersalurkan bersama pasangan, namun kamu senantiasa menginginkan hal tersebut dalam hidupmu. Akhirnya terpikirlah untuk mencari orang lain untuk fun sesaat. Di saat inilah kamu akan mulai terjebak dalam masalah baru, yakni perselingkuhan.
Semua diakibatkan kamu tidak bisa secara terbuka menyampaikan apa yang menjadi fantasi seksualmu kepada pasangan. Perselingkuhan ini awalnya memang coba-coba, untuk sekadar melampiaskan hawa nafsu sesaat.
Namun, semua tidak akan bisa kamu kendalikan ketika hatimu terikat pada selingkuhan dirimu. Kalau sudah begini, keluarga bisa terancam.
Menonton film biru memang biasa dipilih sebagai rekreasi sesaat. Namun, efeknya dalam pernikahan untuk kamu yang sudah menikah tidak bisa disepelekan. Jadi, lebih baik batasi atau kalau bisa hentikan kebiasaan menonton film biru ini. Jangan sampai keluarga jadi korbannya hanya karena hawa nafsu sesaat.