Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesulitan yang Dialami Pasca Bercerai, Berisiko Depresi?
ilustrasi pasangan bercerai (pexels.com/Alex Green)

Apa pun kondisi dan latar belakangnya, perceraian adalah hal yang sulit. Selain prosesnya yang panjang, dampak setelahnya pun gak mudah. Kamu mungkin akan mengalami perasaan marah, sedih, sakit, bingung, depresi, dan menyalahkan diri sendiri selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun pasca bercerai.

Selain itu, akan ada juga beberapa kesulitan yang mungkin kamu alami setelahnya. Lantas, apa sajakah kesulitan-kesulitan yang akan dialami seseorang pasca bercerai? Yuk, simak penjelasannya di bawah!

1. Kesepian

ilustrasi kesepian (pexels.com/Ron Lach)

Perasaan sepi jadi salah satu hal tersulit yang dialami banyak orang setelah bercerai. Butuh waktu yang sangat lama untukmu membiasakan diri menjadi seorang lajang. Dilansir Psychology Today, Ann Gold Buscho, penulis yang berfokus pada parenting anak dari orangtua yang bercerai, menjelaskan, bahwa di momen ini kamu gak hanya akan kehilangan pasangan, tetapi mungkin juga mertua dan keluarga besar mantanmu.

Meskipun kamu kembali melajang, tapi kemungkinan besar kamu akan merasa enggan untuk memulai hubungan lagi, setidaknya dalam waktu dekat. Ini disebabkan karena perasaan bersalah dan hilangnya kepercayaan diri yang membuatmu merasa bahwa kamu gak pantas untuk siapa pun. 

2. Memengaruhi mental anak

ilustrasi anak marah (pexels.com/RDNE Stock project)

Selanjutnya, terkait masalah anak. Kondisi ini pastinya juga sulit untuk dia terima. Perceraian orangtua sangat berisiko mempengaruhi kondisi mental anak. Bukan hanya kamu yang hancur, dia juga mungkin akan merasakan hal serupa atau bahkan lebih parah dalam jangka waktu yang gak sebentar.

Kondisi ini mungkin akan semakin terasa berat untukmu saat anak-anak di tempat mantanmu. Buscho mengungkapkan, kamu mungkin akan berduka setiap kali gak bisa melihat anak-anakmu. Kamu merindukannya dan meskipun dia juga orangtua dari anak-anakmu, tapi itu gak menutup kemungkinan kamu akan khawatir tentang keadaannya.

3. Perasaan malu yang mungkin akan timbul

ilustrasi menangis di kamar (unsplsh.com/Claudia Wolff)

Meskipun sulit, tetapi merasakan gagal pasca bercerai adalah hal yang wajar. Namun, terkadang perasaan sulit itu semakin diperparah dengan perasaan malu terhadap orang lain yang mengetahui perceraianmu. Sebab, dikutip Brides, Cathy Meyer, seorang mediator perceraian, menyebut bila mengaku pada diri sendiri telah melakukan kesalahan dapat membuat siapa pun rentan merasa malu.

"Meskipun perceraian adalah hal yang umum, banyak dari kita masih mengalami rasa malu yang luar biasa karena perasaan “kurang ”, sebab gak mampu menyelamatkan pernikahan. Harus menghadapi anggota keluarga, rekan kerja, teman, dan kenalan hanya akan semakin memperparah kekurangan yang kita rasakan, serta perasaan ini bisa sangat sulit untuk diatasi jika kamu terus-menerus menyalahkan diri sendiri," imbuhnya.

4. Dampak finansial dan emosional

ilustrasi perempuan menangis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika sebelumnya masalah finansial menjadi tugas pasanganmu, maka setelah bercerai keadaan gak akan sama seperti dulu lagi. Kamu harus berjuang mendapatkan pemasukan untuk biaya hidupmu (anak-anak masih tanggung jawab bersama meski sudah berpisah). Buscho mengatakan, uang adalah pemicu stres yang besar dan menyebabkan banyak konflik saat kamu menyelesaikan perceraian.

Di tengah-tengah kesulitan tersebut, kamu juga mungkin akan merasakan kesulitan secara emosional. Depresi dan perasaan khawatir terkait apakah dirimu bisa pulih menjadi permasalahan umum yang dirasakan banyak orang. 

"Kamu merasa tersesat tanpa kompas. Kamu telah kehilangan tujuan sebagai pasangan dan orangtua. Kamu juga berjuang untuk mencari tahu siapa dirimu," tambah Buscho.

5. Kehilangan sosok yang sebelumnya pernah kamu cintai

ilustrasi depresi (pexels.com/Engin Akyurt)

Gak bisa dipungkiri bahwa gak semudah itu untuk melupakan dan menghilangkan perasaan cinta kepada pasangan, bahkan setelah bercerai sekalipun. Meyer mengungkapkan, bahwa proses ini mirip dengan apa yang dialami ketika ada seseorang yang dikasihi meninggal. Artinya, akan ada fase di mana kamu merasa marah pada semua orang dan pada keadaan.

Kamu mungkin akan menyalahkan diri sendiri atau pasangan karena kebahagiaan kalian harus usai. Di waktu-waktu tertentu, kamu mengingat kembali hubungan dan kebahagiaan kalian di masa lalu. Bahkan, gak jarang timbul juga rasa sesal atas semua yang telah terjadi.

Terapis berlisensi, Susan Pease Gadoua, dikutip Brides, mengatakan, "Adalah normal dan wajar untuk menghidupkan kembali momen baik dan buruk saat kamu menikah. Ini merupakan bagian yang gak dapat dihindari dari proses kesedihan”.

Itu dia beberapa kesulitan yang mungkin akan kamu alami pasca bercerai. Apa pun alasannya, pasti akan ada saat di mana kamu merasa sedih setelah bercerai. Namun, jika dirasa dampak yang ditimbulkannya sudah berlebih, maka pertimbangkanlah untuk mendatangi terapis. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorKori

Related Article