Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 MBTI yang Paling Jago Menutupi Perasaan, Padahal Hatinya Lagi Hancur

2 min read
5 MBTI yang Paling Jago Menutupi Perasaan, Padahal Hatinya Lagi Hancur
ilustrasi sedih karena dighosting (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
  • Artikel membahas lima tipe MBTI yang cenderung menyembunyikan emosi berat dan memilih memproses perasaan sendiri: INFJ, INTJ, ISTJ, INTP, serta ISFJ.
  • INFJ, INTJ, dan INTP digambarkan lebih memilih diam, menyendiri, atau merenung untuk memahami luka emosional tanpa banyak menunjukkannya kepada orang lain.
  • ISTJ tetap fokus pada rutinitas dan tanggung jawab, sedangkan ISFJ menjaga perasaan orang lain; keduanya menyimpan kesedihan agar tidak mengganggu sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada orang yang langsung terlihat saat sedang sedih atau kecewa. Namun, ada juga yang tetap tampak tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, di dalam hati mereka sedang berjuang menghadapi perasaan yang cukup berat.

Dalam MBTI, beberapa tipe kepribadian memang dikenal pandai menyembunyikan emosi mereka. Bukan karena tidak ingin jujur, melainkan karena merasa lebih nyaman memproses semuanya sendiri. Penasaran siapa aja mereka? Ini lima MBTI yang paling jago menutupi perasaan meski hatinya sedang tidak baik-baik saja.

  1. 1. INFJ

    ilustrasi memendam masalah sendiri
    ilustrasi memendam masalah sendiri (unsplash.com/Carolina)

    INFJ sering terlihat tenang dan terkendali di depan orang lain. Mereka tidak mudah menunjukkan apa yang sebenarnya dirasakan karena ingin menjaga suasana tetap nyaman. Akibatnya, banyak orang mengira mereka baik-baik saja.

    Di dalam, INFJ memproses emosi dengan sangat dalam. Mereka memilih menyendiri untuk memahami perasaan yang sedang muncul. Walau terlihat kuat, sebenarnya mereka butuh waktu untuk memulihkan diri.

  2. 2. INTJ

    ilustrasi menangis
    ilustrasi menangis (unsplash.com/Jonathan Castañeda)

    INTJ cenderung menahan ekspresi emosinya di depan orang lain. Mereka lebih nyaman menggunakan logika daripada menunjukkan perasaan secara terbuka. Sikap ini membuat mereka terlihat dingin.

    Saat sedang terluka, INTJ memilih diam dan memikirkan semuanya sendiri. Mereka tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain. Perasaan disimpan rapat sampai benar-benar bisa dikendalikan.

  3. 3. ISTJ

    ilustrasi pria murung
    ilustrasi pria murung (pexels.com/cottonbro studio)

    ISTJ terbiasa bersikap biasa saja dan tidak mudah menunjukkan emosi. Mereka merasa perlu tetap kuat, terutama di situasi yang menuntut tanggung jawab. Karena itu, perasaan sering disimpan sendiri.

    Mereka lebih fokus menyelesaikan kewajiban daripada membahas apa yang dirasakan. Saat hati sedang tidak baik, mereka tetap menjalani rutinitas seperti biasa. Hal ini membuat orang lain sulit menyadari kondisi mereka.

  4. 4. INTP

    ilustrasi memendam masalah
    ilustrasi memendam masalah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    INTP sering terlihat santai dan tidak terlalu terpengaruh oleh emosi. Namun, mereka sebenarnya memproses perasaan dengan cara yang berbeda. Emosi dipahami lewat pemikiran, bukan langsung ditunjukkan.

    Ketika sedang terluka, INTP cenderung menarik diri dan merenung. Mereka tidak terbiasa mengungkapkan perasaan secara langsung. Dari luar terlihat biasa saja, padahal di dalam banyak hal yang dipikirkan.

  5. 5. ISFJ

    ilustrasi pria banyak pikiran
    ilustrasi pria banyak pikiran (pexels.com/Andrew Neel)

    ISFJ dikenal hangat dan peduli pada orang lain. Mereka sering menempatkan perasaan orang lain di atas dirinya sendiri. Karena itu, emosi pribadi sering disembunyikan agar tidak merepotkan orang lain.

    Saat sedang sedih, ISFJ tetap berusaha terlihat baik-baik saja. Mereka tidak ingin suasana berubah karena kondisi dirinya. Perasaan dipendam sambil tetap menjalankan peran seperti biasa.

    Menyembunyikan perasaan bukan berarti seseorang tidak merasakan apa-apa. Beberapa MBTI hanya memilih cara yang lebih tenang untuk menghadapinya. Di balik sikap yang terlihat kuat, tentunya tetap ada hati yang butuh untuk dipahami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More