Ilustrasi sibuk sendiri (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Seberapa yakinnya kamu bisa langgeng dan menikah dengannya, sih? Apakah sudah ada bayangan, akan membentuk rumah tangga yang seperti apa sama doi? Jangan-jangan di dalam hati sebenarnya kamu belum benar-benar yakin sama si dia. Ditambah lagi, melihat sifatnya yang kekanak-kanakan membuatmu ragu untuk menjadikannya istri suatu hari nanti.
Nah, sudah tahu begitu untuk apa kamu mengalah terus dan justru menjadikannya sebagai prioritas? Berharap doi bisa berubah jadi lebih baik? Rasanya mustahil, deh pacarmu bisa bersikap dewasa, kalau kamu sendiri masih saja memanjakannya.
Sayang sama pacar boleh-boleh saja, tapi gak usah sampai menjadikannya sebagai yang utama. Belum tentu juga, doi akan melakukan hal serupa ke kamu. Pada akhirnya, cuma kamu sendiri yang berjuang demi bisa membahagiakannya. Sementara si dia tinggal terima enaknya saja. Mending fokus pada keluarga dan masa depanmu, deh. Kalau memang dia mencintaimu dengan tulus pasti bakal mendukungmu sepenuh hati, kok.