Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nanik S Deyang Punya Gelar Magister Ilmu Kehutanan, Belajar Apa?

Nanik S Deyang Punya Gelar Magister Ilmu Kehutanan, Belajar Apa?
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
  • Nanik S Deyang, lulusan Biologi Unsoed dan Magister Ilmu Kehutanan UGM, dikenal sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 2025. Kini, ia diangkat menjadi Kepala BGN.

  • Program Magister Ilmu Kehutanan UGM mempelajari manajemen hutan, konservasi, hingga teknologi hasil hutan dengan pendekatan multidisiplin berbasis riset dan pembelajaran berpusat pada mahasiswa.

  • Lulusan Ilmu Kehutanan memiliki prospek karier luas di bidang akademik, penelitian, pemerintahan, industri kehutanan, serta organisasi lingkungan nasional maupun internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nama Nanik S.. Deyang kembali populer dan jadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Perempuan kelahiran Madiun ini, mengawali kariernya sebagai jurnalis. Ia kemudian dikenal sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2025 lalu.

Rupanya, Nanik S. Deyang merupakan lulusan Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada. Apa saja sih yang dipelajari dalam Ilmu Kehutanan?

1. Apa yang dipelajari di Ilmu Kehutanan?

ilustrasi mahasiswa
ilustrasi mahasiswa (fkt.ugm.ac.id)

Berdasarkan laman resmi Fakultas Kehutanan UGM, Ilmu Kehutanan sendiri banyak membahas tentang manajemen hutan hingga konservasi. Bukan hanya itu, Ilmu Kehutanan juga mendalami bagaimana pengelolaan sumber daya hutan dengan kebutuhannya. Bergelar M. Sc, Ilmu Kehutanan juga dibekali pengetahuan untuk bisa membantu problematika yang terjadi pada hutan-hutan di Indonesia, serta bagaimana bisa membantu meningkatkan kesejahteraan dan sumber daya manusia kehutanan.

Ilmu Kehutanan juga membahas banyak aspek. Seperti tata kelola karbon hutan, teknologi agroforestri tropika, kehutanan sosial, rehabilitas lahan hutan, hingga konservasi satwa liar. Pendekatan yang digunakan multidisiplin dari ekologi, sosial, ekonomi, kebijakan, dan teknologi.

2. Keunggulan Ilmu Kehutanan

Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (fkt.ugm.ac.id)

Berdasarkan laman resmi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Ilmu Kehutanan memiliki beberapa keunggulan program sebagai berikut:

  • Memiliki fokus unggulan pada kehutanan tropis dengan cakupan kajian yang komprehensif, mulai dari konservasi sumber daya hutan, manajemen hutan, silvikultur, hingga teknologi hasil hutan
  • Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dipadukan dengan pembelajaran berbasis riset, problem-based learning, dan student-centered learning
  • Didukung dosen dan peneliti dengan latar belakang pendidikan internasional serta rekam jejak publikasi ilmiah bereputasi
  • Memiliki akses penelitian pada berbagai ekosistem hutan tropis Indonesia dengan isu sosial-ekologis yang beragam
  • Menjalin kerja sama dengan kementerian, lembaga riset, industri kehutanan, organisasi lingkungan, dan mitra internasional
  • Didukung fasilitas laboratorium, arboretum, dan hutan pendidikan untuk menunjang penelitian lapangan dan pengembangan inovasi kehutanan tropis
  • Mendorong publikasi ilmiah, penguatan kemampuan bahasa Inggris akademik, serta pengembangan jejaring profesional nasional dan internasional

3. Prospek karier

ilustrasi orang di hutan
ilustrasi orang di hutan (unsplash.com/Erik Morales)

Ada banyak peluang karier untuk lulusan Magister Ilmu Kehutanan. Bukan hanya di hutan, tetapi juga bisa bergerak di bidang akademik, penelitian, pemerintahan, maupun organisasi internasional. Berikut ini daftar prospek karier berdasarkan laman resmi Fakultas Kehutanan UGM:

  • Forest Sustainability Specialist
  • Konsultan Kehutanan dan Lingkungan
  • Peneliti Kehutanan Tropis dan Perubahan Iklim
  • Manajer Pengelolaan Hutan Lestari
  • Spesialis Konservasi Keanekaragaman Hayati
  • Analis Kebijakan Kehutanan dan Sumber Daya Alam
  • Sustainability Officer pada industri kehutanan, perkebunan, dan energi terbarukan
  • Tenaga Ahli Perhutanan Sosial dan Restorasi Ekosistem
  • Manajer Sertifikasi dan Tata Kelola Hutan
  • Akademisi dan Koordinator Program Riset

Demikian informasi singkat seputar Ilmu Kehutanan. Ilmu ini punya peran yang sangat penting untuk lingkungan di Indonesia, lho!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More