“Menurutku, selama orang tersebut benar-benar gak membuatmu merasa gak tertarik, menyebalkan, atau gak menarik secara fisik karena chemistry itu sifatnya personal kamu sebaiknya menjalani kencan kedua,” ujar Aimee Hartstein.
5 Alasan Sederhana Kamu Gak Dapat Kencan Kedua

Mendapatkan kencan pertama memang belum tentu berarti hubungan akan berlanjut ke pertemuan berikutnya. Ada banyak alasan sederhana yang bisa membuat seseorang memilih gak mengajakmu berkencan lagi, mulai dari gak adanya chemistry hingga percakapan yang terasa kurang nyaman.
Namun, gak semuanya berarti ada yang salah dengan dirimu karena kecocokan juga dipengaruhi preferensi dan situasi masing-masing orang. Lantas, apa saja alasan sederhana yang mungkin membuat seseorang gak melanjutkan ke kencan kedua? Yuk, simak beberapa alasannya berikut ini.
1. Gak ada chemistry setelah bertemu langsung

ilustrasi pria dan wanita duduk berjauhan (pexels.com/cottonbro) Percakapan lewat aplikasi kencan mungkin terasa seru, tetapi kesan ketika bertemu langsung bisa saja berbeda. Chemistry dipengaruhi banyak hal, termasuk ketertarikan fisik, kecocokan psikologis, serta preferensi pribadi yang terkadang sulit dijelaskan. Karena itu, seseorang bisa saja menikmati kencan pertama tetapi tetap merasa gak ada koneksi yang cukup untuk melanjutkannya ke pertemuan kedua.
Dikutip dari Bustle, Aimee Hartstein, seorang psikoterapis, juga mengatakan bahwa chemistry bersifat personal sehingga seseorang perlu melihat apakah memang ada sedikit ketertarikan sebelum memutuskan melanjutkan. Ia menyarankan memberikan kesempatan kedua ketika masih ada sedikit ketertarikan, bukan ketika seseorang benar-benar gak merasa tertarik.
2. Tujuan hubungan kalian ternyata berbeda

ilustrasi pasangan sedang berdiskusi (pexels.com/pavel-danilyuk) Kencan pertama bisa menjadi kesempatan untuk mengetahui apakah tujuan kalian dalam hubungan ternyata sejalan. Misalnya, satu orang menginginkan hubungan serius, sedangkan yang lain hanya mencari hubungan kasual atau sekadar ingin bersenang-senang. Perbedaan seperti ini bisa membuat kencan kedua terasa gak perlu meskipun pertemuan pertama sebenarnya berjalan cukup baik.
Hal yang sama bisa terjadi ketika kalian memiliki nilai atau rencana hidup yang berbeda. Keinginan untuk tinggal di luar negeri, pandangan tertentu, atau prioritas hidup yang gak sejalan mungkin membuat seseorang merasa hubungan tersebut sulit dikembangkan. Jadi, gak lanjut ke kencan kedua bukan berarti kamu melakukan kesalahan saat kencan pertama.
3. Percakapannya terasa gak seimbang

ilustrasi pasangan sedang berdiskusi (pexels.com/gustavo-fring) Percakapan yang terlalu satu arah bisa membuat seseorang kehilangan keinginan untuk bertemu lagi. Kencan yang menyenangkan biasanya memberi ruang bagi kedua orang untuk bertanya, bercerita, menunjukkan rasa ingin tahu, dan mengenal satu sama lain secara alami. Sebaliknya, obrolan yang terasa seperti wawancara atau terlalu dipaksakan bisa membuat koneksi sulit terbentuk.
Hal ini bisa terjadi ketika kamu terlalu takut menghadapi keheningan hingga terus berbicara tanpa memberi kesempatan lawan kencan untuk terlibat. Dikutip dari TODAY, Carly Spindel, seorang matchmaker, menyarankan agar percakapan tetap mengalir dengan memberi jeda dan bertanya tentang lawan kencan. Dengan begitu, obrolan gak hanya berisi cerita tentang dirimu, tetapi juga menunjukkan ketertarikan untuk mengenalnya.
“Kamu memang ingin berbicara, tetapi pastikan juga kamu bisa berhenti sejenak untuk mengambil napas,” ujar Carly Spindel.
4. Kamu terlalu cepat membuka hal-hal pribadi

ilustrasi pasangan sedang membaca (pexels.com/rdne) Kedekatan memang bisa membuat seseorang nyaman bercerita, tetapi kencan pertama biasanya belum menjadi waktu yang tepat untuk membagikan terlalu banyak hal pribadi. Cerita panjang tentang hubungan masa lalu, konflik dengan teman, atau pengalaman sangat personal bisa membuat lawan kencan kewalahan. Carly Spindel menyebut kebiasaan menceritakan terlalu banyak hal terlalu cepat sebagai “verbal diarrhea.”
Bukan berarti kamu harus menyembunyikan kehidupan atau berpura-pura menjadi orang lain saat kencan. Namun, beri ruang agar kedua pihak bisa saling mengenal secara bertahap tanpa harus mengetahui seluruh cerita hidup sejak pertemuan pertama. Spindel menyarankan menyimpan detail yang terlalu pribadi untuk kencan berikutnya saat hubungan mulai berkembang.
“Setiap orang punya masa lalu dan setiap orang punya beban masing-masing, tetapi simpan detail yang terlalu pribadi untuk kencan keempat,” ujar Carly Spindel.
5. Kamu dan dia memang gak saling tertarik

ilustrasi pasangan duduk di taman (pexels.com/budgeronbach) Terkadang, alasan seseorang gak mengajakmu kencan kedua sesederhana dia memang gak cukup menyukaimu. Gak semua kencan yang berjalan lancar akan menghasilkan hubungan karena seseorang bisa merasa cocok sebagai teman ngobrol, tetapi gak merasakan koneksi romantis. Bahkan, bisa saja memang gak ada alasan khusus selain koneksi di antara kalian gak muncul.
Karena itu, penolakan setelah kencan pertama gak selalu perlu dicari-cari kesalahannya. Kamu mungkin sudah bersikap ramah, menarik, dan menjadi diri sendiri, tetapi tetap bukan orang yang dicari olehnya. Kecocokan membutuhkan ketertarikan dari kedua pihak, jadi gak adanya kencan kedua gak otomatis mencerminkan nilai dirimu.
Gak mendapatkan kencan kedua gak selalu berarti ada yang salah dengan dirimu atau caramu berkencan. Bisa jadi, kalian memang gak memiliki kecocokan yang cukup untuk melanjutkan hubungan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















