TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Hubunganmu Terkesan Lambat? Ini 6 Manfaatnya Menurut Pakar

#IDNTimesLife Gak selalu menunjukkan alarm merah, lho

ilustrasi hubungan (pexels.com/Katerina Holmes)

Lika-liku kisah asmara selalu menarik buat diulik, termasuk saat pasanganmu mengatakan bahwa ia ingin menjalani hubungan secara perlahan. Situasi seperti ini bukan hanya kamu aja yang mengalaminya, kok.

Beberapa pasangan punya motivasi tertentu yang bisa jadi justru menunjukkan tanda bahwa dirinya sudah nyaman sama kamu. Apakah kamu merasa hubunganmu terkesan lambat? Ini enam manfaat yang bisa kamu peroleh menurut pakar. 

1. Memahami motivasi pasangan

ilustrasi hubungan (pexels.com/Katerina Holmes)

Dilansir Brides, ahli hubungan Stacey Laura Lloyd mengatakan 'menjalani hubungan secara pelan' mengindikasikan jalinan romansa yang berjalan dengan lebih pelan, baik secara fisik maupun emosional. Dalam banyak kasus, orang menginginkan hubungan lebih lambat karena mereka ingin lebih serius berkomitmen dan kembali berkoneksi secara intens dengan pasangan.

Pendiri The Professional Wingman Thomas Edwards Jr., dikutip dari Elite Daily mengatakan bahwa indikasi gairah meliputi keintiman, koneksi, perasaan, dan komitmen yang tumbuh dalam hubungan mulai menyatu dalam perasaan nyaman. Artinya keinginan pasangan untuk menjalani hubungan secara pelan-pelan bukan selalu menunjukkan masalah serius. Bahkan, ini bisa jadi tanda penting dalam memahami motivasi pasangan.

2. Memahami kebutuhan pasangan

ilustrasi hubungan (pexels.com/Vanessa Garcia)

Menurut Llyod, kamu pun dapat memahami apa yang pasangan inginkan perihal bagaimana kalian menjalani hubungan. Pasanganmu barangkali masih belum siap dengan hubungan yang berjalan terlalu cepat karena belum terlalu yakin dengan hubungan, atau bahkan belum yakin sama apa yang ia inginkan dalam hidup.

Itu berarti bahwa bisa jadi pasanganmu ingin melihat kamu secara lebih jauh, berkencan dengan orang lain, atau mengeksplorasi pilihan lain sebelum melabuhkan hatinya dalam hubungan serius. Jadi jangan buru-buru negative thinking mengenai lambatnya hubungan kalian, ya.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini agar Hubungan Pernikahan Awet di Masa Pandemik

3. Memberi waktu lebih banyak buat memperkuat koneksi

ilustrasi hubungan (pexels.com/Katerina Holmes)

Sebuah kekhawatiran yang wajar apabila kamu sedang menjalin hubungan serius dan ingin melanjutkan ke level berikutnya, lantas pasangan terkesan sebaliknya.

Pakar hubungan Lori Salkin, dilansir Elite Daily mengatakan, "Tidak peduli kecepatan apa yang kamu tetapkan, kamu selalu bisa memilih langkah seimbang untuk mulai dengan lambat, terlebih saat awal masa pacaran."

Salkin menambahkan bahwa memperlambat hubungan jadi cara bagus buat memperluas koneksi kamu dan pasangan serta memastikan itu jadi prioritas utama. Dalam hal ini, bersikap lambat merupakan langkahnya buat melindungi hubungan sekarang dan masa depan yang mungkin akan kalian miliki.

"Hubungan itu rumit, jadi memastikan semua perasaan dengan tepat ada sebelum menyelam lebih dalam dapat membantu kalian tetap rendah hati," jelasnya.

4. Membangun ikatan yang lebih bermakna

ilustrasi hubungan (pexels.com/Jonathan Borba)

Lebih lanjut lagi Salkin menjelaskan, hubungan yang terburu-buru mungkin tidak memiliki kedalaman yang sama dengan hubungan yang awalnya lebih lambat.

"Tergesa-gesa atau maju ke aktivitas seperti layaknya hubungan yang sudah matang, bahkan sebelum fondasi utama diletakkan akan menyebabkan kebingungan, kewaspadaan, atau bahkan ketidakpercayaan," ujar Salkin. 

 

Sementara itu, Edwards mengatakan, "Beberapa orang memiliki preferensi untuk benar-benar mengenal seseorang dalam rentang waktu yang lebih dalam sebelum masuk pada ranah yang lebih intim."

5. Menjalin pertemanan yang lebih kuat

ilustrasi hubungan (pexels.com/Juan Vargas

Tidak semua hubungan dalam zona teman itu buruk, ada kalanya kamu menemukan hubungan langgeng justru terbangun dari pertemanan. Dan menurut Salkin, ini adalah salah satu alasan kenapa hubungan yang lambat itu diperlukan untuk mencari pasangan baru. 

"Kebanyakan hubungan yang baru berawal dari orang yang tidak saling mengenal, seperti misalnya saat kamu bertemu teman di kampus atau tempat kerja. Kamu mulai membangun hubungan pertemanan itu secara perlahan. Itu sama saja ketika kamu memulai kencan," tambah Salkin.

Artinya, kamu perlu membangun fondasi dan pertemanan yang solid sebelum masuk pada ranah romansa. Jadi gak perlu bersedih kalau kamu masuk zona friendzone, siapa tahu hubungan romansamu memang bermula dari fase ini.

Baca Juga: Menurut Studi, Ini 6 Tanda Kamu Bersama Pasangan yang Tepat 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya