Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Harus Kamu Lakukan saat Teman Mengaku Ingin Bunuh Diri?

4 min read
Apa yang Harus Kamu Lakukan saat Teman Mengaku Ingin Bunuh Diri?
ilustrasi curhat (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Perhatikan unggahan atau ucapan teman yang mengarah pada keinginan bunuh diri dan segera hubungi dia.

  • Jika teman tidak merespons atau berada dalam bahaya, minta orang terdekat mengecek kondisinya dan cari bantuan darurat.

  • Tetap dampingi teman setelah situasi mereda dan bantu menghubungkannya dengan keluarga atau tenaga profesional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ada kalanya kamu membuka Instagram atau TikTok, lalu melihat unggahan teman yang bikin berhenti menggulir. Unggahan tersebut bisa berupa tulisan tentang ingin menghilang dari dunia, ucapan seperti tidak akan bertemu lagi, atau unggahan lain yang membuatmu bertanya-tanya apakah dia sedang baik-baik saja. Mau langsung menghubungi takut salah, tetapi kalau dibiarkan juga kepikiran.

Situasi seperti ini memang tidak gampang dibaca. Unggahan di media sosial belum tentu berarti seseorang sedang berada dalam bahaya. Namun, ucapan tentang bunuh diri tetap perlu dianggap serius. Kalau kamu mulai khawatir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan daripada hanya melihat unggahannya, lalu menunggu kabar berikutnya.

  1. 1. Jangan berhenti DM kalau tidak ada balasan

    ilustrasi chat
    ilustrasi chat (pexels.com/RDNE Stock project)

    Kalau unggahan teman membuatmu khawatir, kirim pesan untuk mengecek keadaannya. Tidak perlu menunggu jawaban panjang, cukup tanyakan, “Lo aman sekarang?” atau “Gue lihat postingan lo, gue khawatir. Lo lagi di mana?” Pesan itu penting untuk menunjukkan bahwa ada orang yang memperhatikan keadaannya.

    Masalahnya, temanmu belum tentu membalas. Kalau beberapa kali pesan tidak dijawab dan unggahannya memang mengarah pada keinginan untuk mati atau menyakiti diri, jangan cuma menunggu sampai dia daring lagi. Cari tahu siapa yang sedang berada paling dekat dengannya dan minta orang tersebut mengecek kondisinya secara langsung.

  2. 2. Kalau sudah terhubung, tanyakan kondisinya dengan jelas

    ilustrasi menelepon
    ilustrasi menelepon (pexels.com/RODNAE Productions)

    Teman yang akhirnya membalas atau mau menelepon tidak perlu diajak berputar-putar. Tanyakan langsung apakah dia sedang berpikir untuk bunuh diri dan apakah dia sudah melakukan sesuatu untuk menyakiti dirinya. Pertanyaan seperti ini memang terdengar berat, tetapi kamu jadi punya gambaran tentang apa yang sedang terjadi.

    Jawaban seperti, “Gue pengen mati,” masih perlu ditindaklanjuti. Tanyakan apakah dia sendirian dan apakah ada sesuatu di dekatnya yang ingin dipakai untuk menyakiti diri. Kalau dia sudah punya rencana atau sedang melakukan sesuatu untuk melukai dirinya, jangan tinggalkan dia sendirian dan segera cari bantuan langsung.

  3. 3. Minta seseorang mengecek kondisinya

    ilustrasi cek kondisi teman
    ilustrasi cek kondisi teman (pexels.com/Alena Darmel)

    Kamu tidak harus menjadi orang yang datang sendiri, terutama kalau kamu sedang berada jauh dari tempat temanmu. Hubungi orang yang tinggal bersamanya, keluarga, pasangan, teman satu kos, atau siapa pun yang memang bisa sampai ke lokasinya dengan cepat. Sampaikan bahwa kamu khawatir karena ada ucapan atau unggahan tentang bunuh diri.

    Kalau temanmu tidak menjawab dan tidak ada orang terdekat yang bisa mengeceknya, situasinya jangan dibiarkan begitu saja. Untuk kondisi yang tampak mendesak, bantuan darurat bisa diminta agar seseorang datang memeriksa keselamatannya. Jangan menunggu teman tersebut membalas pesan kalau sudah ada alasan kuat untuk menganggap dia berada dalam bahaya.

  4. 4. Kalau sudah ditemui, jangan langsung ditinggal

    ilustrasi curhat
    ilustrasi curhat (pexels.com/Alena Darmel)

    Orang yang datang menemui temanmu sebaiknya tidak langsung pergi hanya karena dia terlihat lebih tenang. Tetap temani dan ajak mencari pertolongan, terutama kalau sebelumnya sudah ada rencana atau tindakan untuk menyakiti diri. Kamu bisa menawarkan untuk mengantar ke IGD rumah sakit terdekat atau membantu menghubungi tenaga profesional.

    Barang yang bisa dipakai untuk menyakiti diri juga sebaiknya dijauhkan selama situasinya masih rawan. Jangan mencoba merebut barang secara paksa kalau tindakan tersebut bisa membahayakan. Prioritaskan agar temanmu berada di tempat yang aman dan tidak sendirian sambil menunggu bantuan.

  5. 5. Tetap cek setelah keadaan mulai tenang

    ilustrasi teman sedang punya masalah
    ilustrasi teman sedang punya masalah (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Teman yang sudah mau bicara atau terlihat lebih tenang tetap perlu ditanya kabarnya lagi. Kamu bisa mengirim pesan keesokan harinya atau mengajaknya bertemu tanpa membuat percakapan terasa seperti pemeriksaan. Kalau dia kembali mengunggah sesuatu tentang ingin mati, jangan menganggapnya sebagai kejadian yang sama sekali sudah lewat.

    Simpan pesan atau unggahan yang membuatmu khawatir jika suatu saat informasi tersebut perlu ditunjukkan kepada keluarga atau tenaga profesional. Kalau muncul lagi ucapan tentang bunuh diri, rencana untuk melakukannya, atau tindakan menyakiti diri, cari bantuan segera. Kamu tidak perlu menunggu sampai temanmu meminta pertolongan sendiri.

    Ucapan tentang bunuh diri di media sosial memang bisa bikin bingung karena kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi di balik layar. Tidak dibalasnya pesan juga bukan alasan untuk langsung menganggap semuanya aman. Kalau kekhawatiranmu cukup kuat, lebih baik minta seseorang mengecek keadaan temanmu daripada hanya menunggu notifikasi masuk.

    Ketika masalah hidup terasa begitu berat hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, ingat bahwa kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Cobalah mencari dukungan dari orang yang kamu percaya atau tenaga profesional agar mendapatkan bantuan yang sesuai. Kamu juga dapat menghubungi +628113855472 (Love Inside Suicide Awareness) atau 119 ekstensi 8 (konseling psikologi SEJIWA) untuk mendapatkan dukungan psikososial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More