ilustrasi teman sedang punya masalah (pexels.com/MART PRODUCTION)
Teman yang sudah mau bicara atau terlihat lebih tenang tetap perlu ditanya kabarnya lagi. Kamu bisa mengirim pesan keesokan harinya atau mengajaknya bertemu tanpa membuat percakapan terasa seperti pemeriksaan. Kalau dia kembali mengunggah sesuatu tentang ingin mati, jangan menganggapnya sebagai kejadian yang sama sekali sudah lewat.
Simpan pesan atau unggahan yang membuatmu khawatir jika suatu saat informasi tersebut perlu ditunjukkan kepada keluarga atau tenaga profesional. Kalau muncul lagi ucapan tentang bunuh diri, rencana untuk melakukannya, atau tindakan menyakiti diri, cari bantuan segera. Kamu tidak perlu menunggu sampai temanmu meminta pertolongan sendiri.
Ucapan tentang bunuh diri di media sosial memang bisa bikin bingung karena kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi di balik layar. Tidak dibalasnya pesan juga bukan alasan untuk langsung menganggap semuanya aman. Kalau kekhawatiranmu cukup kuat, lebih baik minta seseorang mengecek keadaan temanmu daripada hanya menunggu notifikasi masuk.
Ketika masalah hidup terasa begitu berat hingga muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, ingat bahwa kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Cobalah mencari dukungan dari orang yang kamu percaya atau tenaga profesional agar mendapatkan bantuan yang sesuai. Kamu juga dapat menghubungi +628113855472 (Love Inside Suicide Awareness) atau 119 ekstensi 8 (konseling psikologi SEJIWA) untuk mendapatkan dukungan psikososial.