Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belum Siap Menikah Tapi Kekasih Sudah Melamar, 5 Hal Ini Pasti Kamu Rasakan

Belum Siap Menikah Tapi Kekasih Sudah Melamar, 5 Hal Ini Pasti Kamu Rasakan
www.bridalguide.com

Pernikahan tidak sekedar mengucapkan janji suci. Menjalani bahtera rumah tangga bukanlah perkara sederhana. Tak hanya dua manusia saja, melainkan dua keluarga besar yang turut serta mengarungi bahtera dengan segala ombak yang menghantam silih berganti.

Momen pernikahan mungkin menjadi momok bagi beberapa orang. Salah satunya, karena waktu yang dirasa belum tepat atau justru orangnya yang memang belum mantap tapi dipaksa untuk cepat-cepat.

Pun demikian dengan kamu yang mungkin sudah dilamar oleh si dia. Sayangnya, kamu masih belum sanggup hidup seatap dengannya lantaran terdapat beberapa aspek di dirimu yang menjeda hubungan kalian menuju level yang lebih serius tersebut. Bukannya kamu belum yakin dengannya, akan tetapi kamu belum mantap dengan waktunya.

Nah, kamu yang punya pengalaman terjepit dalam situasi seperti itu, pasti pernah merasakan setidaknya lima hal berikut ketika si dia melamarmu tapi kamu belum siap menikah.

1. Terharu

http://www.weddingforward.com
http://www.weddingforward.com

Siapa sih yang tidak akan berbunga-bunga ketika dilamar oleh kekasih tercinta? Pun demikian denganmu yang merasakan rasa itu menjalar ke setiap inci tubuhmu. Apalagi jika kekasihmu itu memang mempersiapkan kejutan romantis. 

Nah, bagi seorang pria memutuskan untuk melamar wanita pujaannya bukanlah perkara remeh. Ada keberanian prima yang harus dikumpulkannya untuk mengajakmu bersanding di pelaminan.

Ada keyakinan yang bulat ketika dia memintamu menjadi pendamping hidupnya. Ada kesungguhan yang nyata untuk menua bersama, hingga kelak hanyalah Sang Pencipta yang sanggup memisahkan kebersamaan kalian. Jadi, wajar saja jika kamu pun dibuat terharu olehnya.

2. Bimbang

http://metro.co.uk
http://metro.co.uk

Sayangnya, rasa terharumu itu ternyata tak bertahan lama. Bagi kamu yang memang sejatinya masih belum cukup siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, rasa haru akan bercampur dengan resah. Dan, resah itu dengan cepat menyeretmu pada titik kebimbangan.

Sesungguhnya, kamu pun memiliki mimpi yang sama dengannya tentang pernikahan kalian. Akan tetapi, waktu untuk mewujudkan mimpi itu agaknya sedikit berbeda. Entah dia yang memang sudah sangat siap atau kamunya yang masih juga belum sanggup mengikatkan diri dalam sakralnya pernikahan yang erat.

Kamu tidak tega melukai ketulusannya melamarmu, tapi kamu pun sepenuhnya sadar bahwa hatimu tak mampu dipaksa. 

3. Mulai Cemas

www.someecards.com
www.someecards.com

Titik kebimbanganmu perlahan menjalar menjadi suatu bentuk ke khawatiran sebab persepsi destruktif yang mendadak lahir dalam benakmu. Bagaimana jika dia merasa kecewa berat dan meninggalkanmu?

Padahal dia sudah begitu hebatnya mencuri hatimu. Selain itu, berkaca dari cerita dahulu, ternyata memang dialah yang paling pas mendampingimu.

Kecemasanmu semakin diperparah ketika sikapnya mulai berubah agak dingin sejak momen penolakanmu pada waktu itu. Lalu, kamupun merasa begitu bersalah. Padahal, dia mungkin hanya sedang berusaha mendamaikan hatinya pasca-lamarannya ditolak oleh sang wanita pujaan.

Dia mencoba melihat keputusan itu dari sudut pandangmu, dia mencoba mengerti posisimu. Yah, atau mungkin memang dasar kamunya saja yang sudah parno duluan!

4. Dan Akhirnya, Kamu pun Pasrah

duccioargentini.it
duccioargentini.it

Menyadari tak ada gunanya larut berkepanjangan dalam perasaan bersalah karena cerita itu sudah terlanjur terjadi. Jodoh sudah ada yang mengatur, menurutmu. Jadi, pasrah mungkin adalah pilihan yang bijak.

Kamu berharap berjodoh dengannya, sehingga membuatmu khawatir berpisah darinya. Sementara sudah kadung cinta. Mulai mengikhlaskan untuk apapun cerita kalian nantinya. Kamu siap menerima konsekuensi dari pilihanmu ketika menolak lamarannya.

Dan tak ingin mengikatnya jika itu hanya membuatnya semakin terluka. Ini bukan salahnya, tapi inipun tak dapat dikatakan salahmu. Karena menyatukan dua manusia itu memang tidak seperti membalikkan telapak tangan.

Walaupun kisah kalian dibalut dalam 'Kita', namun sejatinya kita itu merupakan 'aku' dan 'kamu' yang masing-masingnya juga punya cerita tersendiri.

Pada akhirnya, kamu percaya bahwa jodoh tak akan lari kemana. Jika kalian memang ditakdirkan bersama, maka cerita kalian akan tetap terjaga. Akan tetapi, apabila ternyata dia adalah jodoh orang lain yang kebetulan saat ini sedang bersamamu, maka diapun akan pergi. Tak peduli seberapa keras kamu berusaha menahannya untuk tetap disisimu.

5. Eh, ternyata kamu lantas berbahagia!

lovindublin.com
lovindublin.com

Ternyata memang benar, jodoh tidak akan tertukar. Kamu bahagia karena ternyata dia memilih untuk tetap bertahan denganmu. Cintanya padamu juga tak kalah dalam dari cintamu padanya.

Dan ternyata, dia sebenarnya justru sedang belajar untuk lebih memahamimu sekaligus mengintropeksi dirinya ketika dia menghadirkan sejengkal jarak diantara kalian.

Dia pun mengerti bahwa kamu memang belum siap, dan pernikahan bukan sekedar legalitas semata. Pernikahan adalah kesiapan dari kedua belah pihak, yaitu kamu dan dia.

Sehingga, diapun bersedia menanti sedikit lebih lama sembari terus mempersiapkan dirinya lebih matang hingga bertemu masa dimana kalian sama-sama sudah siap untuk duduk bersanding di pelaminan. Pantaslah kamu berbahagia, karena baginya kamu tetaplah tujuan dari perjalanan panjangnya.

Duh, lega ya rasanya!

 

Share
Topics
Editorial Team
Rahmadila Eka Putri
EditorRahmadila Eka Putri
Follow Us