Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Effort Bukti Tulus dan Seriusnya Cintamu, Bukan Bucin

5 Effort Bukti Tulus dan Seriusnya Cintamu, Bukan Bucin
ilustrasi pasangan (pexels.com/August de Richelieu)

Memang benar bahwa ada beberapa yang menandakan bucin karena mengorbankan diri terlalu besar karena diperbudak cinta. Tapi kalau yang dilakukan lima effort seperti di bawah ini justru itulah bukti tulus dan keseriusan cinta pada pasangan. 

1. Perlahan-lahan menyiapkan investasi untuk modal nikah

ilustrasi rumah pasangan (pexels.com/Emma Bauso)
ilustrasi rumah pasangan (pexels.com/Emma Bauso)

Kalau saat ini dirimu sedang berusaha mengumpulkan investasi untuk modal nikah, maka itu bukanlah bucin. Melainkan bukti dari ketulusan dan keseriusanmu pada pasangan, baik itu untuk cintamu atau hubungan kalian. 

Karena kalau memang sungguh-eungguh mencintai dan menjalin hubungan tentu kamu merancang masa depan dengannya. Dan effort seperti ini bukanlah diperbudak cinta, seperti membangun rumah perlahan-lahan, menabung, hingga memapankan diri dengan membangun usaha. 

2. Berusaha untuk ada ketika dia butuh

ilustrasi rekan kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi rekan kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)

Effort lainnya yang juga gak bisa dikatakan bucin ialah kalau kamu selalu berusaha untuk ada ketika pasangan membutuhkan. Yang mana tindakan ini wajar untuk dilakukan sebagai bukti kesungguhanmu menjadi pendampingnya. 

Ini effort yang memang semestinya dilakukan ketika menjalin hubungan, karena kepedulian adalah bentuk cinta paling tulus. Jadi salah banget kalau berusaha untuk ada ketika pasangannya membutuhkan itu dikatakan bucin, justru itulah salah satu bukti nyata cinta. 

3. Dapat diandalkan untuk membantu hidup dan kariernya

ilustrasi pasangan kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi pasangan kerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Effort lainnya yang juga merupakan bentuk tulus dan keseriusan pada pasangan ialah ketika kamu berusaha menjadi sosok yang dapat dia andalkan. Entah itu membantunya mengerjakan hal yang ringan atau pekerjaan sulit sekalipun. 

Melakukannya secara berlebihan mungkin termasuk bucin karena sampai diperalat pasangan. Tapi selama melakukannya secara wajar dan dilakukan dengan ikhlas, effort seperti ini justru bentuk ketulusan dan keseriusan pada pasangan. Bahwa dia dapat mengandalkanmu ketika membutuhkan bantuan apa pun. 

4. Setia menemani ketika sakit

ilustrasi pasangan sakit (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi pasangan sakit (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Menemani pasangan ketika sakit bukanlah bentuk kebucinan, melainkan bukti kepedulian dan rasa sayang pada pasangan. Membantu merawat pasangan yang sedang sakit dan menemani proses penyembuhannya sampai kembali sehat. 

Kita semua pada dasarnya membutuhkan pasangan yang seperti itu, kan. Sosok pasangan yang dapat saling berbagi kasih sayang dan perhatian, terutama ketika sedang sakit dan butuh perhatian lebih. 

5. Menerima kekurangan dan masa lalunya

ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber)
ilustrasi pasangan (pexels.com/Timur Weber)

Tidak ada satu manusia pun yang sempurna di dunia ini, tapi untuk bisa menerima diri pasangan juga merupakan sebuah effort. Usaha untuk menerima pasangan dengan apa adanya, bahwa dia punya sisi kekurangan dan mungkin masa lalu yang tak kamu sukai. 

Ikhlas menerima itu memang kelihatannya mudah, tapi sulit dilakukan jika tidak bermodalkan cinta yang benar-benar tulus. Ditambah pemahaman bahwa tujuan hubungan adalah untuk melangkah ke depan bersama-sama dan bukannya menghakimi masa lalunya. 

Lima poin tadi adalah effort yang wajar ketika kita mencintai pasangan dengan tulus dan serius. Justru yang menganggapnya bucin adalah mereka yang gak mau membuktikan cintanya dengan usaha yang nyata. Alias cuma mau dicintai tanpa berusaha menjadi pasangan yang baik untuk pasangannya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us