Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Tetap Akur Nobar Piala Dunia Meski Beda Tim Jagoan dengan Teman

Cara Tetap Akur Nobar Piala Dunia Meski Beda Tim Jagoan dengan Teman
ilustrasi percakapan (pexels.com/Galeri Muu)
Intinya Sih
  • Menjelang Piala Dunia, suasana tongkrongan dan kantor makin ramai dengan obrolan bola, bahkan nobar sepulang kerja jadi momen seru bareng teman dan atasan.
  • Artikel menekankan pentingnya saling menghormati perbedaan tim favorit, mulai dari tidak menjelekkan tim lawan hingga mengontrol ekspresi saat menang atau kalah.
  • Diskusi soal teknik dan strategi permainan tiap tim dianggap cara seru menjaga keakraban tanpa fanatisme berlebihan, biar nobar tetap asyik dan hubungan pertemanan terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menjelang Piala Dunia, suasana di tongkrongan maupun kantor mulai menghangat. Topik sepak bola mengisi sebagian besar obrolan. Apalagi nanti setelah pertandingan demi pertandingan dalam Piala Dunia benar-benar diselenggarakan.

Percakapan seputar bola bakal makin seru. Malah boleh jadi topik ini lebih sering mengemuka daripada soal pekerjaan. Apalagi banyak temanmu juga menyukai sepak bola. Nobar sepulang kerja sambil nunggu kemacetan terurai pun diizinkan oleh atasan.

Bahkan atasan ikut nonton juga. Namun, tentu kalian punya tim unggulan yang berbeda-beda. Mampukah dirimu menghargai tim lawan favorit kawan? Biasakan sikap saling menghormati dengan lima cara berikut. Beda tim doang gak usah ribut, ya.

1. Hindari menjelek-jelekkan tim unggulannya

bercakap-cakap
ilustrasi bercakap-cakap (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Di matamu, tim terbaik tentu tim favoritmu. Semua tim yang akan menjadi lawannya menjadi terlihat minus bagimu. Kamu bisa kasih berbagai penilaian negatif untuk setiap tim lawan. Namun, ingat bahwa pandangan serupa juga berlaku bagi kawan-kawanmu.

Menurut mereka, tim mereka yang paling bagus permainannya. Pilihan pemainnya top, cara bertahan dari serangan baik, bahkan berani menyerang lawan dengan agresif. Teman bakal kesal apabila dirimu menjelek-jelekkan tim kebanggaannya.

Gak semua opini pribadimu terhadap tim lawan perlu dikemukakan. Sama seperti seandainya mereka mencela tim kesayanganmu pasti kamu juga tak suka. Sepayah apa pun pilihan kawan berdasarkan penilaian pribadimu tetaplah menunjukkan sikap respek.

2. Tanya alasannya menyukai tim tersebut dan hargai keunggulannya

percakapan dengan teman
ilustrasi percakapan dengan teman (pexels.com/Thirdman)

Semua pendukung pasti punya alasan di balik kesukaannya akan sebuah tim. Bukan sekadar ikut-ikutan teman. Tambah fanatik seseorang, tambah banyak alasan yang bisa dikemukakannya.

Temanmu niscaya senang apabila dirimu cukup peduli untuk mendengarkan alasannya mendukung sebuah tim. Walaupun kalian beda pilihan, ia tidak akan keberatan membagikan pandangannya. Obrolan ini menjadi terasa menyenangkan baginya.

Kalian suporter dari tim yang berbeda, tapi bisa berjam-jam mengobrol tanpa bikin hati panas. Dengan atau tanpa teman bertanya, nantinya kamu juga bisa gantian menceritakan alasanmu mendukung tim favorit. Karena di awal dia sudah merasa gembira, responsnya terhadap perkataanmu pun cenderung positif. Tentu selama tadi dirimu juga menghargai keunggulan tim kesayangannya.

3. Kalau tim lawan menang jangan dibilang curang atau beruntung doang

nobar di kantor
ilustrasi nobar di kantor (pexels.com/Yan Krukau)

Ketika tim sepak bola kesukaan kawan mengalahkan timmu pasti ada rasa kecewa. Sama-sama hasilnya timmu kalah, seandainya di kantor gak ada pendukung tim lawan, kamu akan merasa lebih baik. Dirimu bisa menikmati kesedihan dengan tenang.

Sementara itu, teman yang mendukung tim lawan lagi senang bukan kepalang. Dirimu melihatnya gembira dan terus membicarakan hasil pertandingan semalam saja pasti sudah sebal. Bahkan dia gak ngomong apa-apa soal pertandingan tetap kamu merasa lebih buruk dari yang sewajarnya.

Rasanya seakan-akan kawan yang bikin tim favoritmu kalah. Kontrol emosimu. Jangan asal menyebut kemenangan tim favoritnya semata-mata kecurangan atau untung-untungan saja. Itu terdengar sangat merendahkan tim yang mewakili negaranya dan sudah memenangkan banyak pertandingan di tingkat internasional.

4. Bila timmu yang unggul, kontrol ekspresi kebahagiaan

gembira
ilustrasi gembira (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kalau tim lawan kalah, berarti timmu yang menang. Pastinya kamu senang sekali. Namun, lagi-lagi dirimu harus tetap mengontrol ekspresi kebahagiaan dan rasa bangga terhadap tim kesayangan.

Bila tidak, teman bisa merasa amat nyesek. Apalagi jika gayamu dalam merayakan kemenangan tim jagoan cenderung menghina tim lawan. Seakan-akan satu-satunya penyebab kekalahannya memang karena kemampuannya payah.

Padahal, setiap tim yang sudah mewakili negaranya di pertandingan internasional apalagi Piala Dunia pasti berisi pemain-pemain pilihan. Soal menang atau kalah memang harus terjadi dalam pertandingan yang memperebutkan gelar juara. Dirimu sangat boleh merasa senang, tapi tetap sewajarnya saja. Tak usah terus menggoda kawanmu yang lagi sedih.

5. Paling seru ngobrolin teknik dan strategi permainan tiap tim

merayakan kemenangan
ilustrasi merayakan kemenangan (pexels.com/RDNE Stock project)

Duduk bareng teman yang mengunggulkan tim berbeda tak melulu cuma membicarakan menang atau kalah. Diskusi seru dan memperluas wawasan tetap dapat dilakukan. Sebagai dua orang yang menggandrungi sepak bola serta memiliki tim kesayangan masing-masing, kalian pasti pengamat yang baik.

Kalian tahu betul teknik dan strategi yang biasa dipakai tim favorit. Atau, ada perbedaan teknik serta strategi dalam pertandingan kali ini yang memengaruhi hasil laga. Gak apa-apa kalian berlagak seperti komentator pertandingan yang profesional.

Kalian bahkan dapat mengupas permainan tim-tim lain di luar jagoan masing-masing. Percakapan seperti ini seru sekali. Sekaligus mengurangi perasaan fanatik ke satu tim saja. Kalian bakal sadar bahwa ternyata setiap tim punya kekuatan.

Beda tim sepak bola yang difavoritkan jangan sampai mengganggu hubungan pertemanan dan pekerjaan. Bikin asyik aja. Tetap ada candaan selayaknya kawan dekat, tapi harus jaga perasaan biar gak menyinggung kawan yang mendukung tim lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More