ilustrasi komitmen (pexels.com/Natali Wonkaz)
Istilah cowok bingung pada dasarnya tidak ada dalam term psikologi. Psikolog Faza Maulida menegaskan, istilah "cowok bingung" memiliki makna yang luas dan dapat menimbulkan penilaian keliru. Ketika seseorang tidak dapat memenuhi ekspektasi pasangan atau lawan jenisnya, tidak lantas dapat dikatakan "cowok bingung". Sebelum menyematkan istilah tersebut, penting untuk memahami bentuk keraguan yang sebenarnya dialami oleh orang tersebut.
Akan tetapi, jika mengulas fenomena masa kini, sejumlah orang memang mengalami keengganan dalam menjalin hubungan, ada pula individu yang diliputi keraguan ketika hendak berkomitmen. Menurut Faza, kondisi semacam itu didasari oleh alasan dan motivasi berbeda.
"Cowok bingung kerap dikaitkan dengan orang yang tidak berani atau tidak mampu memberi kepastian dan enggan berkomitmen dengan lawan jenis. Nah, di sini aja tuh klausulnya sudah ada dua. Antara dia tidak berani, tidak mampu, atau enggan. Makanya kemudian yang akan kita highlight adalah tujuannya. Penting untuk membedakan antara orang itu memang gak ingin menjalin hubungan jangka panjang dengan seseorang, atau kemudian dia itu ada keinginan untuk menjalin hubungan jangka panjang tetapi memang masih ragu-ragu," ujar Faza.
Faza menegaskan bahwa tak semua orang yang enggak memberi kepastian kepada lawan jenis atau seseorang yang sedang didekatinya dapat dikatakan sedang mengalami kebingungan. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh perbedaan tujuan maupun cara pandang dalam melihat relasi romantis.
Ada orang yang memang tidak ingin menjalin komitmen jangka panjang, ada yang masih ragu terhadap calon pasangan, dan ada pula yang hanya menginginkan hubungan kasual. Karena itu, label "cowok bingung" tidak selalu tepat. Bisa jadi, yang terjadi sebenarnya adalah perbedaan tujuan atau ekspektasi antara dua individu dalam suatu hubungan.
"Gak semua orang yang belum bisa memberi kepastian atau yang masih mengambang, itu bingung. Karena bisa jadi tujuan dari relasinya memang beda. Ada orang memang dia ingin menjalin hubungan yang casual saja, gak mau dipakai jangka panjang, ingin happy-happy saja, ingin punya orang yang menemani kemudian ingin ada tempat bersandar, tapi not for forever. Gak buat selamanya atau gak buat menikah," terangnya.