Dari A-Z, Manakah yang Menjadi Awalan Namamu Wahai Jodoh Masa Depanku?

Artikel ini merupakan hasil karya peserta kompetisi menulis #CintaDalamKata yang diadakan oleh IDNtimes.com. Kalau kamu ingin artikelmu eksis seperti ini, yuk ikutan kompetisi menulis #CintaDalamKata! Informasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini.
Yang dikejar dalam hidup: Cita, Citra, dan Cinta. Seseorang yang sudah melunasi poin pertama dan kedua atau bahkan belum samasekali pun, pasti suasana hatinya sudah gundah gulana tak menentu karena belum juga meraih poin ketiga. Sudah mencari kesana kemari tapi sang pujaan hati belum juga menghampiri. Sudah melakukan berbagai usaha sekaligus memantaskan diri, jodohnya masih dalam perjalanan yang menari-nari.
Wahai hati, bersabarlah, jodoh pasti bertemu, bertamu, dan bersatu. Namanya sudah tertulis dan disandingkan dengan namamu di Lauhul Mahfudz. Janganlah gusar karena jodoh tidak akan kesasar. Janganlah letih mencari kemudian menepi, tapi ingatlah ia yang tengah dalam usaha untuk menghalalkanmu dan juga mencarimu. Kalian yang masih saling merindukan dalam doa, semoga nanti dipersatukan oleh Tuhan dan diresmikan oleh negara.
Merayulah pada pencipta-Nya, agar perjalanannya dimudahkan dalam soal menghalalkanmu.

Meskipun kamu di bumi utara dan jodohmu di bumi selatan, atau seberapapun kamu tidak mengenalnya dan tidak ada keperluan sedikitpun, Tuhan selalu punya cara untuk mempersatukanmu dengan dia yang memang untukmu.
Sembari menunggunya yang hendak bertamu, tidak ada salahnya bukan jika kamu memperbaiki kualitas iman terhadap Sang Pencipta. Merayu-Nya dalam doa agar cepat-cepat menyandingkan kamu yang dalam penantian dengan dia yang dalam langkah penjemputan. Perempuan baik untuk laki-laki baik, begitupun sebaliknya, kalian sedang dalam proses menuju itu. Teruslah memperbaiki diri dan memupuk iman.
Jika kamu percaya bahwa status terbaik sebelum menikah adalah sendiri, lebih baik sibukan dirimu untuk gemar berprestasi.

Bagi kamu yang tetap berpegang teguh pada statusmu yang masih sendiri, berbahagialah. Itu artinya kamu mampu menjaga cintamu dalam hati sebelum Tuhan mempersatukanmu dengan jodohmu. Dengan tidak membagi perasaanmu melalui pacaran sana sini, yang dapat membuatmu rentan untuk disakiti karena telah memberikan cintamu pada orang yang tidak seharusnya. Bisa jadi, kamu adalah orang yang berkomitmen tinggi dan berpegang teguh pada prinsip.
Pupuklah terus semangat yang ada pada dirimu. Lakukan banyak hal-hal baru dengan orang-orang yang berkualitas, karena tidak jarang jodoh datang karena kualitas diri. Temukan banyak kehebatan yang ada pada dirimu. Yakinlah suatu saat Tuhan akan mempertemukan kalian di waktu yang tepat, membahagiakan kalian dengan seseorang yang tidak pernah kalian bayangkan. Saat waktu itu tiba, kalian akan lebih siap lahir bathin dan pantas melengkapi satu sama lain sehingga menjadi pasangan yang ideal.
Kriteriamu 1-10, akan ideal-ideal saja jika ia yang dinanti sudah ada di depan mata dan siap mengusap peluh.

Kamu ingin pasangan yang seperti apa? Tampan, cantik, punya karir yang bagus, jago masak, bla bla bla. Dari jauh hari kamu sudah mendikte dan membuat daftar panjang seperti apa pasangan hidup yang kamu inginkan kelak. Tidak jarang secara tidak sadar, kamu mematok kualitas diri pasangan setinggi langit tanpa mengukur kualitas pada diri sendiri.
Jodoh adalah cerminan diri, jangan samakan realita dengan ftv di televisi. Yakinlah, jika ia yang dinanti sudah hadir menjawab kerinduan, kriteria pasangan yang kamu inginkan sudah tidak begitu dipermasalahkan. Tuhan sudah secara otomatis menanamkan cinta pada dua hati yang sudah ditakdirkan menjadi pasangan jiwa.
Perbanyaklah relasi, Insha Allah Dia datangkan seseorang yang berkah di hati.

Namanya juga jodoh, kalau bukan dia ya kamu yang menemukannya. Mumpung masih sendiri dan punya banyak kesempatan, tidak ada salahnya kamu mengeksplorasi kegiatan positif yang dapat menambah pengalaman dan memperluas wawasan. Sebagai makhluk sosial, kamu wajib membangun relasi dengan banyak orang yang dapat membuatmu menjadi pribadi yang semakin baik. Bisa saja kamu bertemu jodohmu dalam suasana yang tidak terduga.
Jodoh itu bisa dimana-mana, jadi, kamu perlu kemana-mana untuk berjuang menemukannya. Tidak semua orang dimudahkan bertemu jodohnya. Keluarlah dan perbanyaklah jalinan tali persaudaraan, siapa tahu menemukan dia di antara milyaran manusia yang memang Tuhan hendak persatukan denganmu. Wahai hati, bersabarlah sedikit lagi.