Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dia Avoidant atau Memang Gak Tertarik denganmu? Ini Cara Membedakannya

4 min read
Dia Avoidant atau Memang Gak Tertarik denganmu? Ini Cara Membedakannya
ilustrasi pasangan sedang bad mood (pexels.com/RDNE Stock project)
Share Article

Membedakan seseorang yang memiliki gaya keterikatan avoidant (menghindar) dengan orang yang memang gak tertarik memang gak selalu mudah. Keduanya bisa sama-sama terlihat menjaga jarak, sulit terbuka, atau kurang menunjukkan perhatian dalam hubungan.

Padahal, sikap avoidant dapat berkaitan dengan pengalaman masa lalu dan kesulitan membangun kedekatan emosional. Sementara itu, ketidaktertarikan biasanya terlihat dari minimnya usaha dan prioritas yang diberikan dalam hubungan. Lantas, bagaimana cara membedakan keduanya? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah!

  1. 1. Mengenal perilaku avoidant

    ilustrasi pertengkaran pasangan
    ilustrasi pertengkaran pasangan (pexels.com/Alex Green)

    Perilaku avoidant atau avoidant attachment merupakan sifat atau perilaku seseorang yang cenderung menjaga jarak, menarik diri, atau menghindar dari kedekatan emosional dan situasi yang membuatnya gak nyaman. Marcus Smith, konselor klinis, dilansir dari Verywell Mind, menjelaskan, perilaku ini biasanya terbentuk dari pengalaman masa kecil ketika kebutuhan emosional seseorang kurang terpenuhi, sehingga mereka terbiasa mandiri dan merasa gak nyaman jika terlalu bergantung pada orang lain.

    "Orang-orang yang avoidant mengembangkan pola perilaku yang membantu mereka mengatasi ketakutan terhadap kedekatan dan ketergantungan emosional.," kara Smith.

    Dalam hubungan, mereka biasanya menjaga jarak secara emosional dan merasa kurang nyaman dengan kedekatan yang terlalu intens. Mereka juga bisa sulit mengungkapkan perasaan, lebih memilih mengandalkan diri sendiri, serta sangat menjaga kemandirian. Sikap tersebut terkadang disalahartikan sebagai tanda bahwa mereka gak tertarik pada pasangan.

  2. 2. Karakteristik avoidant

    ilustrasi pasangan berargumen (pexels.com/ Polina Zimmerman)
    ilustrasi pasangan berargumen (pexels.com/ Polina Zimmerman)

    Seorang psikologi, Jennice Vilhauer, melalui Psychology Today, menjelaskan karakteristik seorang avoidant. Orang yang avoidant cenderung sulit terbuka dalam mengungkapkan emosi atau menunjukan sisi terlemahnya kepada orang lain, mereka membutuhkan ruang pribadi dan merasa lebih aman dengan mengandalkan diri sendiri.

    Oleh karena itu, orang avoidant mudah menjaga jarak, mereka bahkan bisa langsung menarik diri ketika merasa hubungannya mulai terasa terlalu dekat atau intens. Untuk mengatasinya, mereka butuh rang untuk merasa nyaman kembali.

    Karakter avoidant yang paling banyak dirasakan orang lain adalah, sikapnya yang sering membingungkan. Mereka suka berubah-ubah, terkadang mendekat lalu kembali menjauh hingga, sangat sulit untuk bisa membaca perasaannya.

  3. 3. Tanda-tanda dia gak tertarik padamu

    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Vera Arsic)
    ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Vera Arsic)

    Sekilas, sikap avoidant yang berubah-ubah mungkin mirip dengan sikap seseorang yang gak tertarik padamu. Padahal, jika diperhatikan lebih lanjut ada perbedaan yang bisa dirasakan. Vilhauer menyebutkan tanda-tandanya sebagai berikut:

    • Komunikasinya gak konsisten: Kadang mengirim banyak pesan, tetapi kemudian menghilang selama berhari-hari atau jarang berusaha memulai percakapan.
    • Jarang berinisiatif: Sering mencari alasan untuk gak bertemu, membatalkan rencana, atau hanya mengajak bertemu secara mendadak tanpa banyak usaha.
    • Gak pernah membicarakan masa depan: Menghindari pembicaraan tentang arah hubungan dan gak menunjukkan keinginan untuk membangun rencana bersama.
    • Kurang tertarik mengenalmu: Bisa banyak bercerita tentang dirinya sendiri, tetapi jarang bertanya tentang kehidupan atau perasaanmu. Saat kamu bercerita, responsnya juga cenderung menunjukkan kurangnya ketertarikan.

  4. 4. Cara membedakan sikap avoidant dan sikap gak tertarik

    ilustrasi pasangan menjauh (pexels.com/Alex Green)
    ilustrasi pasangan menjauh (pexels.com/Alex Green)

    Meski sama-sama bisa terlihat menjaga jarak, perilaku avoidant dan gak tertarik memiliki beberapa perbedaan. Orang dengan sikap avoidant cenderung memiliki pola mendekat lalu menjauh, terutama ketika hubungan mulai terasa terlalu dekat. Sementara itu, Vilhauer menyebut, orang yang memang gak tertarik biasanya menunjukkan sikap yang lebih konsisten sejak awal.

    Perbedaannya juga bisa terlihat dari cara mereka merespons kedekatan dan pembicaraan soal hubungan. Seseorang yang avoidant mungkin merasa gak nyaman atau defensif, tetapi masih mau terlibat dalam percakapan dan sesekali menunjukkan perhatian. Sebaliknya, orang yang gak tertarik padamu cenderung menghindari kedekatan secara konsisten dan terlihat gak terlalu peduli dengan perkembangan hubungan.

  5. 5. Apa yang harus dilakukan selanjutnya?

    ilustrasi pasangan duduk bersama (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi pasangan duduk bersama (pexels.com/RDNE Stock project)

    Vilhauer menyarankan, jika kamu merasa pasangan memiliki sikap avoidant, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berkomunikasi. Cobalah membicarakan perasaan dan pengamatanmu dengan tenang. Berikan ruang yang aman untuk kalian berkomunikasi, serta tetapkan batasan agar kebutuhan emosionalmu juga terpenuhi. Jika dia terbuka, kamu juga bisa mendorongnya untuk memahami pola keterikatannya atau mencari bantuan profesional.

    Sementara itu, jika tanda-tandanya lebih menunjukkan bahwa dia memang tidak tertarik, penting untuk menerima keadaan dan gak memaksakan hubungan. Fokus pada diri sendiri, lakukan hal-hal yang membuatmu bahagia, dan beri dirimu kesempatan untuk melangkah ke hubungan yang lebih sehat.

    Memahami perbedaan sikap avoidant dan ketidaktertarikan dapat membantumu melihat hubungan dengan lebih jernih. Apa pun situasinya, pastikan kamu tetap menghargai perasaan, kebutuhan, dan batasan diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More