Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berbagi Kamar dengan Teman Kuliah Bisa Jadi Sumber Konflik di Kos
ilustrasi teman sekamar (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Berbagi kamar kos bisa menekan biaya sewa per orang, namun perlu pertimbangan ukuran kamar dan fasilitas agar tetap nyaman.
  • Pilihan share room cocok bagi yang mudah kesepian, tapi berisiko jika berbeda kebiasaan, terutama soal kebersihan dan privasi.
  • Tinggal sekamar dengan teman bisa memicu konflik bila ada gangguan fokus belajar, perilaku tidak sopan, atau ketidakharmonisan dalam keseharian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu lagi cari kos? Barangkali pertimbanganmu bukan hanya soal lokasi kos-kosan dan bangunannya. Namun, juga tentang dirimu hendak menempati satu kamar sendirian atau bersama teman alias share room.

Tidak semua kos-kosan menyediakan alternatif satu kamar bisa buat beberapa orang. Akan tetapi, cukup banyak kok, pemilik kos yang sengaja bikin satu kamar dengan dua tempat tidur. Atau, tempat tidurnya cuma satu, tetapi gede sehingga bisa buat dua orang.

Perkara mana yang lebih nyaman tentu amat bergantung dari masing-masing orang. Ada orang yang lebih suka sekamar sendirian atau harus ada teman. Orang yang sudah pernah indekos gak bakal kesulitan menentukan ini. Sementara kalau kamu baru hendak ngekos kali ini, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan terlebih dulu.

1. Share room memungkinkan biaya sewa per orang lebih kecil

ilustrasi teman sekamar (pexels.com/RDNE Stock project)

Umumnya kamar yang bisa disewa dua orang atau lebih bikin biaya per orang lebih ringan. Sekalipun harga asli kamarnya lebih tinggi daripada kamar untuk satu orang. Contoh, kamar kecil buat satu orang dihargai 500 ribu rupiah per bulan.

Kamar yang lebih luas dan bisa untuk dua orang disewakan 700 ribu rupiah. Artinya, jika kamu indekos bareng satu teman, tiap orang hanya membayar 350 ribu rupiah. Namun, besar atau kecilnya selisih tentu tergantung dari ukuran kamar dan fasilitas di dalamnya. Kamu perlu tanya-tanya dulu serta berhitung.

2. Share room cocok jika kamu gampang kesepian atau takut sendirian

ilustrasi teman sekamar (pexels.com/Tim Samuel)

Kamu baru akan indekos kali ini. Jujur saja, kira-kira dirimu tahan kesepian dan bernyali besar atau tidak? Tak perlu malu mengakui apabila kamu selalu gabut berat saat sendirian dan takut hantu atau orang jahat.

Dari situ dirimu menjadi lebih paham pilihan kamar kos yang tepat untuk diambil. Jika kamu bahkan paling senang sendirian, gak usah share room. Namun, kalau dirimu terancam gak bisa tidur saking waswasnya seorang diri atau merasa sepi cari teman setidaknya satu orang.

3. Namun, beda standar kebersihan bisa ganggu banget

ilustrasi teman sekamar (pexels.com/cottonbro studio)

Mencari teman untuk tinggal seatap saja butuh seleksi ketat. Apalagi cuma satu kamar buat dua orang atau lebih. Kamu bakal merasa sumpek sekali jika kurang cocok dengan teman sekamar.

Misalnya, dalam hal kebersihan. Gumpalan tisu bekas temanmu tercecer di mana-mana. Padahal sudah ada tempat sampah di dalam kamar. Bila ada toilet di dalam kamar, ia hanya menyiramnya dengan sangat sedikit air setelah menggunakannya. Kamu yang gak bisa hidup jorok begitu akan menjadi seksi kebersihan setiap hari.

4. Gak cocok kalau salah satu suka memasukkan teman atau pacar

ilustrasi teman-teman (pexels.com/Guillermo Berlin)

Kamar untuk dua orang akan terasa lebih sempit daripada kamar buat sendiri. Rasanya tambah menyesakkan dan berisik kalau roommate kamu suka memasukkan teman bahkan pacar ke kamar. Dirimu menjadi gak punya privasi serta selalu terganggu.

Atau, ia melakukannya ketika kamu pergi. Saat dirimu kembali, kondisi kamar sudah lebih berantakan daripada sebelumnya. Boleh jadi pacar atau teman-temannya memakai tempat tidurmu juga buat duduk-duduk bahkan rebahan.

5. Butuh konsentrasi tinggi buat belajar atau bekerja mending sendirian

ilustrasi sendirian di kamar (pexels.com/Rachel Claire)

Berbagi kamar tidak dianjurkan untukmu yang memerlukan fokus tinggi dalam keseharian. Misalnya, jurusan kuliahmu berat. Kamu kudu belajar dengan sangat serius agar bisa lulus kuliah dengan baik.

Andai teman sekamar kuliah di jurusan yang relatif lebih santai atau bahkan bukan mahasiswa, dirimu kesulitan buat berkonsentrasi pada materi. Kamu kudu belajar dan menghafalkan banyak materi, ia malah asyik main gitar tak jauh darimu. Demikian pula jika kamar kos sekaligus menjadi tempat kerjamu, lebih enak menempatinya seorang diri.

6. Waspada teman kurang menghargai privasi bahkan suka mencuri

ilustrasi teman kos (pexels.com/RDNE Stock project)

Contoh perilaku teman sekamar yang tidak menghargai privasi ialah asal mengambil dan memakai barangmu. Bilangnya baru belakangan setelah kamu bingung mencarinya. Walaupun barang tetap dikembalikan, lambat laun pasti menjengkelkan.

Atau, dia membuka-buka smartphone-mu saat kamu mandi bahkan menjawab telepon. Padahal, dirimu tidak memintanya melakukan itu. Waspadai juga kawan yang ternyata suka mencuri baik karena terdesak ekonomi atau kleptomania.

7. Repot jika bertengkar dengan roommate

ilustrasi teman sekamar (pexels.com/KoolShooters)

Namanya hubungan dengan orang lain kadang pasti ada masalah. Misal, teman sekamarmu suka buka-buka smartphone-mu tanpa izin. Setelah dia berkali-kali mengulanginya padahal dirimu sudah melarang, kamu pasti marah. Kalian bertengkar soal itu.

Sayangnya, mau tak mau kalian tetap berada di kamar yang sama dari hari ke hari. Kamu hendak mencari kamar dan roommate lain gak segampang harapan. Pasti amat tidak nyaman untukmu kalau tiba waktunya berduaan dengannya dalam satu kamar.

Sebaiknya kamu tidak tergesa-gesa memutuskan berbagi kamar dengan orang lain kalau gak yakin bakal betah. Nanti tak enak ketika dirimu hendak pindah ke kamar kos yang cuma buat satu orang. Seolah-olah kamu kurang suka padanya dan membuatnya tiba-tiba mesti menanggung biaya sewa satu kamar penuh kalau gak langsung ada penggantimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article