Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Doa Untuk Kekasihku di Masa Lalu: Aku Harap Kamu Bahagia di Hari Ulang Tahunmu
getold.com

Tepat hari ini, kamu berulang tahun. Hampir saja aku tidak percaya bahwa waktu telah berlalu begitu cepat. Kalau dirasakan, seperti baru kemarin kita masih bersama-sama. Terkuak serpihan kecil yang menyadarkan saat aku yang dulu begitu menantikan datangnya hari ini tiba. Rencana-rencana yang sudah aku siapkan dari jauh hari, sampai tabungan yang harus aku keluarkan dalam satu hari, adalah kenangan yang sekarang membuatku tergelitik dan bergumam, “Ah, ternyata dulu aku begitu.”

Meski kalau boleh dikata, aku yang sekarang sudah bahagia. Tidak terlalu penting untuk mengingat tanggal ini di tahun-tahun sebelumnya, cerita tentang kita yang pernah ada.

Akupun bersyukur bisa berjumpa dengan hari ini. Bertubuh sehat dan mental yang lebih kuat. Aku tidak mengutuk setiap detik yang sedang berjalan hanya karena hari ini adalah hari ulang tahunmu.

Tahukah kamu? Memang benar kata orang, pikiran jernih bisa didapatkan jika logika bisa dilakukan. Bodohnya aku, dulu hanya menggunakan perasaan yang berlebihan.

Kini di hari kelahiranmu, setidaknya aku tahu: kamu mungkin lahir bukan untukku.

Kalaupun tahun kemarin aku masih menangis, hari ini aku justru tersenyum bangga. Aku bukan lagi orang yang sama. Dan tidak menangis untuk orang yang sama hanya karena kenangan di hari ulangtahunmu waktu itu.

Kukatakan lagi, ulang tahunmu selalu jadi hari spesial bagiku dan itu dulu. Tapi tidak untuk kali ini. Aku tidak berharap apapun lagi darimu.

Akupun sudah tidak tahu kabar dan keberadaanmu, apakah kamu baik atau sudah pindah rumah. Tapi kalau hari ulang tahun tidak bisa berubah bukan?

Oleh karena itulah, setidaknya saat ini aku masih menemukan catatan di kalender bahwa hari ini adalah ulangtahunmu. Tapi tentu saja catatan itu bersama dengan hari ulangtahun teman-temanku yang lainnya. Karena kamu tidak lebih dari seseorang yang pernah aku kenal.

Kamu bukan lagi orang yang aku semogakan. Tapi aku tetap berdoa semoga kamu hidup sejahtera dan sentosa. Bukankah sesama manusia adalah saudara?

Benar kalau aku sudah melupakanmu. Kuakui kalau kamu bukanlah lagi prioritasku.

Tapi aku masih punya sebait doa untukmu:“Selamat ulang tahun. Aku harap kamu jadi lebih dewasa bukannya hanya bertambah tua. Hindarilah semua kesalahanmu yang pernah terjadi di wanita sebelumnya. Sekali lagi, selamat ulang tahun. Semoga saja kamu bahagia.”

Editorial Team

Related Article