Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serba Salah, 5 Tips Menghadapi Pasangan Saat Emosinya Gak Stabil

Serba Salah, 5 Tips Menghadapi Pasangan Saat Emosinya Gak Stabil
pexels.com/@pixabay

Kamu suka sebel gak sih kalau pasanganmu sering banget emosinya naik turun. Sedikit-sedikit marah, cuek, hingga jadi "uring-uringan" sendiri. Kadang kamu yang tidak tahu apa-apa kena juga imbasnya. Kalau sudah begitu kamu sebagai pasangan jadi serba salah harus melakukan apa.

Karena di situasi tersebut apa yang kamu lakukan semuanya nampak keliru. Tapi tetaplah tenang, jangan sampai kamu ikutan emosi juga ya. Jika kamu menghadapi pasangan yang emosinya sedang tidak stabil, lakukan lima hal berikut ini. 

1. Jangan terpancing emosi

freepik.com/ master1305
freepik.com/ master1305

Saat emosinya sedang tidak stabil kamu sebagai pasangan janganlah terpancing dan ikut-ikutan emosi juga. Tetaplah tenang di posisimu, jangan terpengaruh oleh keadaan. Sebab kita tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain, karena yang bisa mengendalikan emosi adalah dirinya sendiri.

Saat dirinya sedang marah misalnya, jangan merespons dengan emosi yang sama-sama tinggi hal itu hanya semakin memperkeruh keadaan. Maka dari itu hadapilah dengan tenang dan kepala dingin. 

2. Cari tahu dulu apa penyebabnya

pexels.com/Alex Green
pexels.com/Alex Green

Ketika dalam situasi yang kacau jangan memperkeruh keadaan dengan sama-sama terpancing emosi. Cari tahu penyebab kenapa emosi pasanganmu bisa naik turun. Apa karena sifatnya yang memang temperamental atau karena sedang terjadi masalah yang ia sembunyikan darimu. Mulai sekarang cobalah lebih peka, sebelum menghakimi pastikan kamu cari tahu dulu penyebabnya

3. Jangan ragu untuk mengutarakan perasaanmu

Ilustrasi pasangan (pexels.com/Polina Zimmerman)
Ilustrasi pasangan (pexels.com/Polina Zimmerman)

Cara selanjutnya yaitu janganlah ragu untuk mengutarakan perasaanmu. Jangan semua masalah kamu pendam sendiri, jika ada hal yang ingin kamu utarakan bicarakanlah secara baik-baik. Nasihati dia pelan-pelan supaya ia mau mendengarkanmu.

Ketika ada masalah komunikasikan, sebab komunikasi merupakan salah satu faktor yang bisa membuat hubungan jadi langgeng. Ungkapkan perasaanmu, bilang padanya bahwa sifatnya yang emosian bisa membuat hubungan menjadi tidak sehat. 

4. Sementara waktu beri waktu dia untuk sendiri dulu

Ilustrai pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Ilustrai pasangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Ketika kamu sudah benar-benar capek menghadapi emosinya yang tidak stabil sesekali bersikap egois bisa lho kamu lakukan. Cobalah menjauh untuk sementara waktu supaya si dia bisa menenangkan pikiran dan perasaannya. Dengan memberikan waktu sendiri, siapa tahu bisa membuatnya lebih damai dan menjadi momen untuk introspeksi diri terhadap kesalahannya. 

5. Pelan-pelan bantu dia jadi pribadi yang lebih baik

pexels.com/@Trung Nguyen
pexels.com/@Trung Nguyen

Terakhir, setelah kamu mengutarakan perasaan dan ia sudah introspeksi diri mulai sekarang dorong ia menjadi pribadi yang lebih baik. Pelan-pelan bantu dia untuk memperbaiki diri. Saat emosinya tidak stabil jangan judge, nasihati dia pelan-pelan. Kamu harus bersikap lembut dan memperlakukannya dengan baik. Sehingga perlahan-lahan ia bisa mengontrol emosinya tersebut. 

Kamu sebagai pasangannya jangan terpancing emosi yang sama ya, karena hal itu hanya akan membuat keadaan semakin buruk. So, hadapi dengan tenang ya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us