Comscore Tracker

5 Cara Mengungkapkan Marah dengan Elegan, Agar Hubungan Tetap Terjaga

Perasaan marah itu wajar selama bisa disalurkan dengan tepat

Siapa yang suka memendam amarah hingga menumpuk, dan begitu sudah merasa tak sanggup akan langsung meledak? Ya, hal tersebut terjadi karena kita terbiasa mengasosiasikan rasa marah sebagai sesuatu yang negatif sehingga berusaha sebisa mungkin untuk menahannya. Padahal nih, marah merupakan emosi yang wajar dan alami. Positif atau negatifnya hanya tergantung bagaimana respons kita menghadapinya.

Ketika perasaan marah dan benci menumpuk dalam sebuah relasi, rasanya kita akan kesulitan untuk berempati kepada orang yang bersangkutan. Perasaan terluka yang belum disembuhkan ini bisa membuat kita enggan peduli, menghormati bahkan sekadar mendengarkannya.

Nah, agar hal tersebut tidak semakin berlanjut, cara terbaik mengatasinya adalah dengan mengomunikasikannya secara sehat melalui 5 langkah berikut.

1. Tetapkan tujuan dari membahas masalah yang ada

5 Cara Mengungkapkan Marah dengan Elegan, Agar Hubungan Tetap TerjagaUnsplash/ Christin Hume

Ketika sedang merasa marah, sebaiknya jangan langsung bereaksi. Tenangkan diri sambil kenali dulu penyebab dari emosi yang kita rasakan tersebut.  Jika sudah menemukan akar permasalahannya, ajak orang yang bersangkutan untuk bicara empat mata. Sampaikan padanya jika tujuan kita membahas masalah tersebut adalah untuk menemukan jalan keluar bersama.

Ingatlah bahwa posisi kalian berdua adalah sebagai tim melawan kesalahpahaman yang terjadi. Jadi gak perlu deh cari siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab. Masing-masing perlu berbesar hati menyadari bahwa sedikit banyak tentu memiliki andil dalam masalah yang ada.

2. Berbicara dan menyimak secara bergantian tanpa menyela

5 Cara Mengungkapkan Marah dengan Elegan, Agar Hubungan Tetap TerjagaUnsplash/ Mimi Thian

Karena berniat untuk meluruskan masalah yang ada, maka kedua pihak memiliki kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan dari sudut pandang masing-masing. Berikan lawan bicara menyampaikan pendapatnya terlebih dulu dan simak dengan baik, sehingga dia pun merasa diperhatikan dan dipahami.

Sementara itu, ketika kita mendapat kesempatan untuk berbicara, sampaikan dengan sopan tanpa memojokkannya.

Baca Juga: 5 Tips Meredam Amarah, Buat Kamu yang Emosian!

3. Hindari bahasa kode ala pasif agresif

5 Cara Mengungkapkan Marah dengan Elegan, Agar Hubungan Tetap TerjagaUnsplash/ Bewakoof Official

Mengharapkan lawan bicara mengerti keinginan kita cuma melalui bahasa kode atau sindiran hanya akan membuat kita kecewa. Bukannya menemukan jalan keluar, bisa-bisa menambah salah paham sehingga makin runyam. Toh, dia bukanlah seorang cenayang yang bisa membaca pikiran, kan? Sebaiknya bersikaplah asertif dalam menyampaikan pikiran dan perasaan kita, ya.

4. Sampaikan dengan sudut pandang orang pertama

5 Cara Mengungkapkan Marah dengan Elegan, Agar Hubungan Tetap TerjagaUnsplash/ Headway

Pernah merasa sungkan untuk berbicara gamblang karena takut menyinggung perasaan? Bisa jadi itu karena gaya penyampaian kita yang kurang tepat. Hal tersebut bisa diakali dengan menerapkan “I Message” alias menyampaikan dari sudut pandang kita, lho.

Misalnya saja ketika mengeluh, sering kita mengatakan, “Kamu kok gak pernah membantu sama sekali.” Bayangkan jika kamu mendengarkan hal tersebut, pasti merasa sedang dituduh atau dihakimi, kan? Bukannya berempati, lawan bicara cenderung merespons secara defensif.

Alih-alih langsung menembak lawan bicara dengan asumsi, sebaiknya kita sampaikan saja sudut pandang kita apa adanya. Contohnya, “Aku merasa kurang didukung” atau “Aku merasa kewalahan sehingga butuh bantuan.” Gaya penyampaian seperti ini bisa membantu lawan bicara mengerti keadaan kita tanpa merasa dipojokkan.

5. Jika sudah sepakat, perlu menekan tombol restart

5 Cara Mengungkapkan Marah dengan Elegan, Agar Hubungan Tetap TerjagaUnsplash/ Haiiimam

Sudah bisa menyelesaikan masalah yang ada dan sepakat untuk berdamai kembali? Selamat! Jangan lupa menekan tombol restart dalam hubungan juga, ya. Maksudnya adalah sama-sama berkomitmen untuk memulai kembali relasi tanpa mengungkit permasalahan yang telah diselesaikan.

Ini bukan berarti kita bisa melupakan dan mengulangi kesalahan yang sama, tapi lebih melihat masalah sebelumnya cukup sebagai pembelajaran.

Nah, itulah 5 kiat yang bisa kita terapkan ketika ingin mengomunikasikan perasaan marah. Cara tersebut bisa diaplikasikan kepada siapa pun, mulai dari keluarga, pasangan, teman hingga rekan kerja, lho. Semoga bisa membantu, ya!

Baca Juga: 5 Tanda Pasanganmu Masih Takut untuk Berkomitmen, Kenali Cirinya!

Eunike Ally Sushmita Photo Community Writer Eunike Ally Sushmita

A life-long learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You