Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lihat Gebetan Gugup di Dekatmu? Ini Cara Meresponsnya!

4 min read
Lihat Gebetan Gugup di Dekatmu? Ini Cara Meresponsnya!
ilustrasi pasangan sedang membaca (pexels.com/rdne)
  • Gugup di dekatmu bukan bukti pasti gebetan menyukai kamu; perilaku itu perlu dilihat dalam konteks, karena bisa dipengaruhi kecemasan, stres, masalah pribadi, atau karakter.
  • Bantu dia lebih nyaman dengan sikap santai, bahasa tubuh terbuka, senyum, mendengarkan aktif, serta pertanyaan terbuka agar percakapan tidak terasa menghakimi atau seperti interogasi.
  • Jika kamu juga tertarik, beri sinyal hangat dan jelas; bila masih penasaran, tanyakan kondisinya secara ringan untuk membuka komunikasi tanpa mengandalkan asumsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat gebetan tiba-tiba salah tingkah, bicara terbata-bata, atau terus membenahi rambut saat berada di dekatmu? Kebiasaan kecil seperti itu memang bisa muncul ketika seseorang merasa gugup karena tertarik secara romantis, tetapi gak selalu berarti dia menyukaimu. Karena itu, kamu perlu melihat situasinya secara utuh sebelum buru-buru menyimpulkan perasaannya.

Kalau kamu sudah melihat beberapa tanda tersebut, cara meresponsnya juga perlu diperhatikan. Alih-alih langsung menggoda atau membuatnya semakin gugup, kamu bisa menciptakan suasana yang membuat dia lebih nyaman untuk terbuka. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba saat melihat gebetan gugup di dekatmu.

  1. 1. Jangan langsung menganggap dia pasti menyukaimu

    ilustrasi pasangan sedang berdiskusi
    ilustrasi pasangan sedang berdiskusi (pexels.com/pavel-danilyuk)

    Melihat seseorang gugup saat berada di dekatmu memang bisa membuatmu berpikir dia punya perasaan khusus. Namun, perilaku seperti menghindari kontak mata, memainkan benda, atau berbicara lebih sedikit juga bisa muncul karena kecemasan, stres, masalah pribadi, atau kepribadian. Jadi, jangan menjadikan satu perilaku sebagai bukti pasti bahwa dia menyukaimu.

    Dikutip dari Parents, Sabrina Romanoff, PsyD, psikolog klinis, menyarankan untuk melihat perilaku tersebut berdasarkan konteks. Jika seseorang biasanya komunikatif dan tenang dalam berbagai situasi, tetapi terlihat gugup saat bersamamu, perubahan itu mungkin berkaitan dengan ketertarikan romantis. Meski begitu, gak ada aturan yang berlaku untuk semua orang karena setiap orang bisa menunjukkan rasa gugup dengan cara berbeda.

    “Jika kamu tahu bahwa orang tersebut adalah komunikator yang baik serta cenderung santai dan tenang dalam aspek lain kehidupannya, kamu bisa menyimpulkan bahwa tanda-tanda kecemasannya saat berada di dekatmu mungkin menunjukkan ketertarikan romantis kepadamu,” ujarnya.

  2. 2. Ciptakan suasana yang bikin dia lebih nyaman

    ilustrasi couple
    ilustrasi couple (pexels.com/katerinaholmes)

    Kalau kamu menyadari gebetan terlihat gugup, gak perlu sengaja membuat situasi semakin menegangkan dengan terus memperhatikan setiap gerak-geriknya. Cobalah bersikap santai, menggunakan bahasa tubuh yang terbuka, dan menunjukkan bahwa kamu menikmati percakapan dengannya. Respons sederhana seperti tersenyum atau mendengarkan tanpa menghakimi bisa membuat suasana terasa lebih nyaman.

    Kamu juga bisa memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara sesuai kenyamanannya. Menurut Romanoff, menunjukkan ketertarikan terhadap percakapan dapat dilakukan dengan mendengarkan secara aktif, mengajukan pertanyaan terbuka, dan menindaklanjuti hal yang dia ceritakan. Dengan begitu, percakapan gak terasa seperti interogasi dan dia punya ruang untuk lebih rileks.

    “Kamu bisa membantu meredakan kecemasannya dengan memberikan kepastian bahwa dia disukai dan kamu menikmati waktu bersamanya,” imbuh Sabrina Romanoff.

  3. 3. Kalau kamu juga tertarik, jangan membuatnya terus menebak

    ilustrasi laki-laki dan perempuan duduk berjauhan
    ilustrasi laki-laki dan perempuan duduk berjauhan (pexels.com/cottonbro)

    Rasa gugup saat menyukai seseorang bisa muncul karena ketidakpastian apakah perasaannya berbalas. Hannah Owens, LMSW, mantan klinisi kesehatan mental, dikutip dari Verywell Mind, menjelaskan bahwa kecemasan dapat muncul karena ingin memberikan kesan pertama yang baik sekaligus gak tahu apakah orang yang disukai memiliki perasaan yang sama. Karena itu, kalau kamu juga tertarik, memberi sinyal yang jelas bisa membuat situasi terasa lebih ringan.

    Kamu gak harus langsung menyatakan perasaan secara serius jika belum siap. Cukup tunjukkan ketertarikan melalui bahasa tubuh yang hangat, ikut menjaga percakapan, atau memberi tahu bahwa kamu senang menghabiskan waktu bersamanya. Cara ini dapat mengurangi ruang untuk salah paham sekaligus membuat kalian gak perlu terus-menerus menebak perasaan satu sama lain.

    “Dengan gak perlu khawatir mencoba menebak-nebak perasaanmu, suasana bisa menjadi lebih terbuka sehingga komunikasi lebih jelas dan gak membutuhkan banyak asumsi,” ujar Hannah Owens.

  4. 4. Kalau masih penasaran, tanyakan secara langsung

    ilustrasi laki-laki dan perempuan di perpus
    ilustrasi laki-laki dan perempuan di perpus (pexels.com/timamiroshnichenko)

    Kalau tanda-tanda yang kamu lihat masih membuat penasaran, gak ada salahnya membuka percakapan mengenai perasaannya. Kamu gak harus langsung bertanya, “Kamu suka aku, ya?” karena pertanyaan tersebut mungkin terasa terlalu intens bagi sebagian orang. Sebagai gantinya, kamu bisa memulai dengan pertanyaan yang lebih ringan seperti, “Kamu kelihatan agak gugup, semuanya baik-baik aja?”.

    Pertanyaan sederhana seperti itu bisa memberinya kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dia rasakan. Bisa saja dia memang gugup karena menyukaimu, tetapi bisa juga ada masalah lain yang sedang membuat pikirannya penuh. Dengan bertanya secara terbuka, kamu gak perlu terus mengandalkan asumsi untuk membaca perasaannya.

    Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan saat melihat gebetan gugup di dekatmu. Perhatikan sikapnya secara keseluruhan dan bangun komunikasi yang terbuka agar kamu gak terus menerka-nerka perasaannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More