Grafik "What’s Weighing on Young Adults?". (dok. IDN)
Generasi Milenial dan Gen Z sama-sama punya keinginan bersama untuk mencapai keseimbangan hidup. Batasan kehidupan kerja tak lagi dianggap kemewahan, melainkan garis pertahanan vital untuk melawan kelelahan. Yang mereka inginkan adalah hidup berkelanjutan dalam finansial, emosional, mental dan energi.
Pola pikir seimbang dan berkelanjutan itu juga membentuk cara pandang anak muda Indonesia tentang menjadi orangtua. Alih-alih mempertanyakan kesiapannya sebagai orangtua, justru yang menjadi fokus adalah apakah lingkungan di sekitar mereka mendukung tipe orangtua yang mereka lakukan. Kekhawatiran tersebut bermuara dari kurangnya dukungan struktural, ekonomi, emosional, dan institusional yang memungkinkan pengasuhan anak berkelanjutan.
IDN menggelar Indonesia Summit 2025 (IS 2025), sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility", IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2025 diadakan pada 27-28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.
Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.