Sindiran dalam rumah tangga kadang keluar begitu saja. Kesal karena pasangan lupa melakukan sesuatu, alih-alih mengatakannya terus terang, kita malah bilang, “Enak banget ya kalau tinggal nunggu diberesin.” Sesekali mungkin gak jadi persoalan, tetapi kalau hampir setiap rasa kesal disampaikan dengan cara seperti itu, lama-lama pasangan bisa terbiasa menerima sindiran daripada tahu apa yang sebenarnya sedang diminta.
Kebiasaan ini juga gak selalu berarti hubungan suami istri sedang gak baik-baik saja. Namun, kalau sindiran mulai menggantikan obrolan langsung setiap kali ada rasa kesal, urusan kecil pun bisa jadi panjang. Lantas, apa benar kebiasaan saling sindir bisa merusak rumah tangga?
