Saat membayangkan pelaku bullying, mungkin yang terlintas adalah seseorang yang kasar, suka mengintimidasi, atau terang-terangan membuat orang lain merasa takut. Padahal, tidak semua pelaku perundungan menunjukkan perilaku seperti itu di depan banyak orang. Ada juga yang justru dikenal ramah, mudah bergaul, bahkan terlihat menyenangkan di lingkungan sosialnya.
Hal ini terkadang membuat orang di sekitar korban sulit percaya ketika mendengar bahwa seseorang yang mereka kenal sebagai pribadi baik ternyata melakukan bullying. Korban pun bisa merasa semakin sendirian karena pengalaman yang dialaminya seolah bertentangan dengan citra pelaku di mata orang lain. Lantas, mengapa seseorang bisa bersikap ramah kepada banyak orang, tetapi melakukan bullying kepada orang tertentu?
