Pernah merasa hubungan pertemanan tiba-tiba berubah hanya karena urusan uang? Mulai dari utang yang tak kunjung dibayar, patungan yang tidak jelas, sampai kebiasaan salah satu teman yang sering minta ditraktir, masalah kecil seperti ini ternyata bisa menjadi sumber konflik. Awalnya mungkin terasa sepele dan masih bisa ditoleransi. Namun, kalau terus berulang, rasa kesal dan kecewa bisa menumpuk tanpa disadari.
Urusan uang memang cukup sensitif karena bukan hanya berkaitan dengan nominal, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan rasa saling menghargai. Seseorang mungkin tidak terlalu mempermasalahkan uang Rp20 ribu atau Rp50 ribu, tetapi bisa merasa kecewa ketika temannya tidak menunjukkan itikad untuk mengembalikannya. Dari sinilah hubungan yang tadinya akrab bisa berubah menjadi canggung. Lantas, kenapa urusan uang sering merusak pertemanan?
