Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lihat Video Couple, Kok Kita Sering Ikut Komen When Yh?
ilustrasi seseorang yang sedang menonton TikTok (freepik.com/diana.grytsku)
  • Komentar “when yh?” muncul saat video pasangan memicu bayangan tentang bentuk kasih sayang atau hubungan yang ingin dialami sendiri.
  • Melihat momen romantis orang lain dapat memicu perbandingan dengan kehidupan asmara pribadi, meski komentar tersebut tidak selalu menandakan ketidakpuasan.
  • Menulis “when yh?” juga menjadi ekspresi spontan untuk merasa relate, berbagi perasaan, dan terhubung dengan pengguna lain di kolom komentar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat sedang scroll TikTok, video pasangan yang terlihat manis memang gampang mencuri perhatian. Ada yang cuma merekam momen sederhana, seperti dibawakan makanan atau dijemput setelah kerja. Namun, kolom komentarnya sering kali justru lebih menarik karena dipenuhi komentar “when yh?”, “kapan ya”, atau “manifesting”. 

Fenomena ini banyak muncul ketika orang melihat hubungan yang terasa dekat dengan bayangan romantis mereka sendiri. Komentar tersebut pun biasanya bukan hanya ditujukan untuk pasangan dalam video. Lalu, kenapa orang bisa ikut merasa relate hanya dari melihat hubungan orang lain? Apa yang sebenarnya sedang terjadi ketika kita ikut menulis komentar seperti itu?

1. Kita melihat hubungan yang diam-diam kita inginkan

ilustrasi scroll media sosial (freepik.com/yanalya)

Komentar “when yh?” bisa muncul karena video tersebut memperlihatkan bentuk hubungan yang sebenarnya kita harapkan. Misalnya, melihat pasangan saling memberi kejutan bisa membuat seseorang membayangkan ingin diperlakukan dengan cara serupa. Sehingga, perhatian kita bukan cuma tertuju pada pasangan di layar, tetapi juga pada keinginan pribadi yang ikut muncul setelah melihatnya.

Seorang psikoterapis, Yuko Nippoda, dalam Mindlor mengatakan, “Orang yang mengomentari hubungan orang lain melakukannya dengan harapan mencapai tujuan mereka sendiri yang mereka lihat dalam hubungan tersebut. Sebenarnya, mereka sedang menunjukkan seperti apa hubungan yang mereka inginkan”.

Makanya, “when yh?” tidak selalu berarti benar-benar ingin mendapatkan hubungan yang persis sama. Bisa jadi, kita hanya sedang mengenali satu bentuk kasih sayang yang terasa menyenangkan dan ingin mengalaminya juga.

2. Tanpa sadar, kita membandingkan kehidupan asmara sendiri

ilustrasi seseorang scroll HP (pexels.com/Marcus Aurelius)

Melihat pasangan lain yang terlihat romantis bisa membuat kita tanpa sadar membandingkan kehidupan asmara kita sendiri. Apalagi, kalau yang muncul adalah hal-hal kecil yang sebenarnya juga ingin kita rasakan, seperti dijemput, diberi kejutan, atau sekadar diperlakukan dengan perhatian. Dari situ, komentar “when yh?” bisa menjadi respons spontan karena kita mulai membayangkan, “Kalau aku, kapan dapat yang kayak begini?”

Menurut Dr. Carla Marie Manly, psikolog klinis, “Meskipun sebagian besar terjadi tanpa disadari, perbandingan yang terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan hubungan kita,” dikutip dari Bustle. Tanpa sadar, kita bisa melihat apa yang dilakukan pasangan lain dan berharap hubungan sendiri berjalan dengan cara yang sama seperti yang kita lihat pada orang lain. 

Namun, tidak setiap “when yh?” menunjukkan bahwa kita sedang tidak puas dengan kehidupan sendiri. Kadang, komentar itu cuma bentuk refleks setelah melihat sesuatu yang dianggap romantis atau relatable. Yang perlu diperhatikan adalah apabila kebiasaan membandingkan mulai membuat hubungan atau kehidupan kita sendiri terasa selalu kurang.

3. Komentar bisa jadi cara kecil untuk ikut merasakan momennya

ilustrasi scroll media sosial (freepik.com/freepik)

Kadang, kita menulis “when yh?” bukan karena benar-benar sedang mencari pasangan saat itu juga. Komentar tersebut bisa menjadi cara spontan untuk menunjukkan bahwa kita ikut gemas, relate, atau menginginkan pengalaman yang serupa. Apalagi kalau komentar kita kemudian mendapat like atau dibalas orang lain yang punya pikiran sama, rasanya seperti menemukan teman seperasaan meskipun tidak saling kenal.

Psikolog Diane M. Samson menjelaskan dalam Psychology Today bahwa aktivitas di media sosial, termasuk memberi like, berkomentar, dan membagikan sesuatu bisa dilakukan terutama untuk mengekspresikan diri dan merasa terhubung secara sosial. 

Maka dari itu, komentar “when yh?” bisa saja menjadi bentuk kecil dari ekspresi diri. Kita sedang memberi tahu orang lain, “Aku juga kepikiran hal yang sama”, tanpa perlu menjelaskan panjang lebar. Karena terkadang, satu kalimat pendek di kolom komentar sudah cukup menunjukkan bahwa sebuah video berhasil membuat kita merasakan sesuatu.

Melihat video couple lalu berkomentar “when yh?” ternyata cukup manusiawi. Kadang kita memang tidak sedang iri, tetapi hanya sedang menemukan bentuk kasih sayang yang ingin kita rasakan sendiri, dan kolom komentar menjadi tempat paling mudah untuk mengakuinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article