Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Krisis yang Sering Muncul setelah Menikah

ilustrasi menikah
ilustrasi menikah (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya sih...
  • Mengatur jadwal yang tidak selaras
  • Membagi tanggung jawab rumah secara adil
  • Mengelola uang bersama
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menikah sering dilihat sebagai momen besar yang membawa rasa aman dan kehangatan, tetapi banyak orang kaget saat fase ini ternyata menghadirkan perubahan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Perjalanan setelah menikah kadang membuat seseorang menemukan sisi baru dari kehidupan sehari-hari yang tidak muncul saat masih pacaran atau saat hidup sendiri.

Kondisi baru ini memerlukan cara pandang yang lebih realistis, terutama ketika setiap keputusan harus dipertimbangkan bersama. Banyak pasangan akhirnya merasa kewalahan karena hal-hal kecil yang tidak pernah dianggap penting justru menjadi sumber masalah. Berikut beberapa krisis yang sering muncul setelah menikah. Apakah kamu salah satu yang merasakannya?

1. Mengatur jadwal yang tidak selaras

ilustrasi mengatur jadwal
ilustrasi mengatur jadwal (pexels.com/cottonbro studio)

Rutinitas setiap orang biasanya sudah terbentuk sejak lama, tetapi setelah menikah hal ini harus diubah supaya tidak saling mengganggu. Masalah muncul ketika kamu dan pasangan punya cara berbeda dalam menjalani hari, misalnya waktu bangun yang jauh berbeda atau kebiasaan beraktivitas yang bertolak belakang. Kondisi ini sering membuat rumah terasa kurang nyaman karena masing-masing tidak bertemu di titik yang sama. Banyak pasangan baru akhirnya merasa kelelahan karena menahan hal kecil yang sebenarnya bisa dibicarakan.

Di sisi lain, jadwal yang tidak selaras sering membuat seseorang merasa kehilangan ruang pribadi. Orang yang biasa bekerja dalam suasana sepi bisa kesulitan jika pasangannya lebih aktif di rumah. Begitu juga sebaliknya ketika kamu terbiasa bergerak cepat sementara pasangan lebih santai. Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi penting supaya rumah tidak terasa penuh benturan yang tidak perlu.

2. Membagi tanggung jawab rumah secara adil

ilustrasi tugas di rumah
ilustrasi tugas di rumah (pexels.com/Blue Bird)

Setelah menikah, urusan rumah berubah dari urusan masing-masing menjadi urusan bersama, tetapi pembagian tugas sering membuat salah satu merasa memikul beban lebih berat. Situasi ini makin terasa ketika standar kebersihan atau cara bekerja masing-masing tidak sama. Ada orang yang rapi sejak pagi hari, sementara ada yang baru mulai bergerak ketika sudah benar-benar ingin. Selisih cara pandang seperti ini sering memunculkan rasa kesal walau tidak diucapkan.

Pembagian tanggung jawab juga memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kamu bisa merasa lebih tenang saat pekerjaan rumah dibagi secara wajar. Pasangan yang merasa terbantu juga lebih mudah menjaga suasana rumah tetap kondusif. Karena itu, pembicaraan sederhana sering jauh lebih membantu daripada memendam rasa jengkel.

3. Mengelola uang bersama

ilustrasi mengelola uang
ilustrasi mengelola uang (pexels.com/Mikhail Nilov)

Menggabungkan keuangan setelah menikah tidak sesederhana menyatukan dua angka, karena cara seseorang mengelola uang biasanya terbentuk dari pengalaman masa kecil. Ada yang terbiasa mencatat semua pengeluaran, sementara ada yang merasa uang akan kembali selama digunakan untuk keperluan penting. Perbedaan seperti ini bisa memicu perdebatan karena masing-masing merasa caranya paling masuk akal. Banyak orang merasa tertekan ketika pasangan ingin mengetahui setiap detail pengeluaran.

Di sisi lain, salah satu pihak bisa kehilangan rasa mandiri ketika semua keputusan finansial harus disetujui bersama. Kondisi ini membuat seseorang merasa tidak bebas menggunakan uang untuk hal kecil yang membuatnya senang. Supaya tidak melelahkan, penting untuk mencari cara pengaturan yang tetap memberi ruang pribadi. Keputusan finansial yang jelas biasanya membuat hubungan terasa lebih stabil.

4. Menyesuaikan gaya komunikasi yang tidak selalu cocok

ilustrasi komunikasi tidak cocok
ilustrasi komunikasi tidak cocok (pexels.com/Alex Green)

Setiap orang tumbuh dengan gaya bicara yang berbeda, dan setelah menikah perbedaan ini terasa sangat nyata. Ada yang langsung menyampaikan apa yang dirasakan, sementara ada yang butuh waktu lama untuk membuka pembicaraan. Ketika dua gaya ini bertemu, pasangan bisa salah paham karena maksudnya tidak tertangkap secara utuh. Banyak konflik kecil terjadi hanya karena cara bicara tidak bertemu di tengah.

Komunikasi yang tidak cocok membuat seseorang merasa tidak didengar atau bahkan dianggap berlebihan. Sentuhan kecil seperti nada bicara atau jeda sebelum menjawab bisa memicu salah tafsir. Karena itu, penyesuaian diperlukan supaya percakapan tidak selalu berakhir dengan rasa kesal.

5. Menjaga kedekatan saat aktivitas sehari-hari mulai menyita waktu

ilustrasi menjaga kedekatan
ilustrasi menjaga kedekatan (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah menikah, aktivitas pribadi kadang menguras energi sampai pasangan lupa menjaga kedekatan emosional. Hal ini tidak terjadi karena hubungan memburuk, tetapi karena jadwal, pekerjaan, dan kebutuhan diri sering menyita waktu. Banyak orang baru sadar ketika keintiman terasa berkurang atau percakapan semakin jarang. Situasi seperti ini membuat rumah terasa seperti tempat singgah, bukan ruang untuk saling menyambut satu sama lain.

Upaya menjaga kedekatan tidak harus selalu besar, bahkan hal kecil bisa membantu mempertahankan rasa terhubung. Misalnya menyediakan waktu beberapa menit sehari untuk bertanya kabar dengan sungguh-sungguh. Pasangan yang tetap punya momen sederhana biasanya lebih mudah melewati masa sulit. Kesadaran kecil seperti ini membuat kehidupan setelah menikah terasa lebih hidup.

Menikah bukan sekadar menyatukan dua orang, tetapi juga belajar memahami ritme baru yang awalnya terasa asing. Banyak penyesuaian membutuhkan waktu dan keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri maupun pasangan. Dari semua krisis yang sering muncul setelah menikah, mana yang pernah berhasil kamu lewati bersama pasangan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Pilih Sahabat Upin Ipin Kesukaan, Kamu Aslinya Jago di Bidang Olahraga Atau Seni?

29 Nov 2025, 20:00 WIBLife