Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Makna Baju Adat Gorontalo di Prewedding Syifa Hadju dan El Rumi
prewedding Syifa Hadju dan El Rumi (instagram.com/syifahadju)
  • Syifa Hadju dan El Rumi melakukan sesi foto prewedding dengan mengenakan baju adat Gorontalo sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya dari garis keturunan Syifa.
  • Baju Bili’u yang dikenakan Syifa melambangkan penobatan perempuan sebagai ratu rumah tangga, lengkap dengan aksesori simbolik seperti baya lo boute, tuhi-tuhi, dan pateda yang sarat makna moral.
  • El Rumi mengenakan Mukuta Paluwala yang mencerminkan kepemimpinan dan tanggung jawab laki-laki dalam adat Gorontalo, dilengkapi aksesori seperti Layi, daun emas, dan keris sebagai simbol penjaga keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabarnya, pasangan artis Syifa Hadju dan El Rumi akan melangsungkan pernikahan di akhir bulan April. Melalui media sosial mereka, Syifa dan El tampak melakukan beberapa sesi foto prewedding dalam berbagai konsep dari modern hingga tradisional. Yang terbaru, pasangan ini baru saja mengunggah foto prewedding dalam balutan busana adat Gorontalo.

Gorontalo dipilih menjadi salah satu tema prewedding karena Syifa memiliki darah keturunan Gorontalo dari ibunya, Shendy Hadju. Baju yang dipakai Syifa dan El Rumi ini merupakan baju pengantin adat Gorontalo yang setiap detailnya punya makna filosofis, lho! Ini dia penjelasan seputar baju adat Gorontalo yang dipakai Syifa Hadju dan El Rumi.

1. Makna warna merah dari baju yang dipakai Syifa dan El

prewedding Syifa Hadju dan El Rumi (instagram.com/syifahadju)

Tiap daerah memiliki pakaian adat yang menjadi warisan budaya. Di momen prewedding ini, Syifa dan El memilih baju adat Gorontalo yang erat dengan identitas budaya hingga nilai-nilai sosial.

Baju adat Gorontalo identik dengan detail yang kompleks. Penuh dengan motif, pola garis, hingga pola maupun bordir yang mencerminkan hubungan atau status sosial. Baju adat ini juga memiliki beberapa warna, di mana Syifa dan El memilih warna merah.

Dijelaskan dalam jurnal penelitian Ilmu Humaniora berjudul Simbolisme dan Makna Filosofis dalam Pakaian Adat Suku Hulontalo (2024) bahwa pakaian ini diharapkan menunjukkan ayuwa (sikap) dan popoli (tingkah laku) yang santun serta baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Mereka memilih warna merah yang melambangkan keberanian dan tanggung jawab. Sebagaimana keberanian Syifa dan El Rumi untuk bertanggung jawab pada pilihan hidup yang lebih besar lagi yaitu berumah tangga.

Warna lainnya juga memiliki arti sebagai berikut:

  • Ungu: simbol keteguhan, kesetiaan, dan kewibawaan

  • Kuning: simbol kemuliaan dan kejujuran

  • Hijau: simbol kesuburan, kesejahteraan, kedamaian, dan kerukunan

2. Makna baju adat Gorontalo yang dipakai Syifa Hadju

prewedding Syifa Hadju dan El Rumi (instagram.com/syifahadju)

Baju yang dipakai Syifa disebut Bili'u. Dalam jurnal tersebut dikatakan bahwa Bili'u adalah pakaian tradisional dalam upacara pernikahan yang menandakan atau menobatkan seorang gadis menjadi ratu rumah tangga. Kata Bili'u berasal dari bilowato, bermakna 'yang diangkat'. Harapannya, perempuan yang mengenakan Bili'u menjadi pengantin dan ratu rumah tangga dengan sikap maupun perilaku yang baik dan santun.

Syifa mengenakan ikat kepala dengan detail bulu warna merah dan putih bernama baya lo boute. Ikat epala ini menjadi simbol bahwa ia memiliki ikatan pernikahan dengan seorang laki-laki dan harus memenuhi kewajibannya sebagai istri. Detail lainnya dalam ikat kepala menggambarkan kerajaan Gorontalo.

Makna aksesori lainnya yang dikenakan oleh Syifa Hadju:

  • Tuhi-tuhi: simbol dari kerajaan di Gorontalo. Terdapat 7 buah yang mewakili 7 kerajaan yaitu Limboto, Gorontalo, Tuwawa, Hulontalo, Limitu, Bulonga, dan Atingola.

  • Lai-lai: hiasan kepala dari bulu unggas warna merah dan putih yang melambangkan budi luhur, kesucian, dan keberanian.

  • Buohu walu wawu dehu: kalung warna emas atau perak yang menandakan ikatan antara keluarga pengantin laki-laki dan perempuan.

  • Kecubu: selapis hiasan yang menutupi dada, memiliki arti bahwa perempuan harus menahan nafsu dan amarah.

  • Etango: ikat pinggang yang menjadi simbol hidup sederhana

  • Pateda: gelang emas dengan ukuran yang lebar. Gelang ini menjadi benteng bagi perempuan. Dengan kata lain, perempuan harus bisa mengendalikan dirinya sendiri dan menjaga dirinya dari perbuatan yang melanggar hukum.

  • Loubu: aksesori seperti cincin yang ada di jari manis dan jari kelingking. Aksesori ini menggambarkan perempuan yang teliti dalam mengerjakan apa pun.

3. Makna baju adat Gorontalo yang dipakai El Rumi

prewedding Syifa Hadju dan El Rumi (instagram.com/syifahadju)

Sedangkan baju yang dipakai oleh El Rumi disebut Mukuta Paluwala. Dalam adat Gorontalo, Mukuta berasal dari kata mahkota yang mencerminkan status maupun kekuasaan para raja maupun pemimpin Gorontalo.

Dalam jurnal penelitian Ilmu Humaniora berjudul Simbolisme dan Makna Filosofis dalam Pakaian Adat Suku Hulontalo (2024), dijelaskan beberapa detail aksesori yang dipakai oleh pengantin laki-laki sebagai berikut:

  • Layi: tudung makuta menjulang ke atas dan terkulai ke belakang dengan bentuk menyerupai bulu unggas, melambangkan sifat kepemimpinan dan kewaspadaan. Bentuknya seperti huruf Alif yang melambangkan keesaaan Tuhan.

  • Lima helai daun emas di Layi: lima tema kehidupan adat istiadat Gorontalo. Kelima tema ini mewakili nilai-nilai luhur dan prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat Gorontalo dari adat, agama, budaya, sosial, dan politik.

  • Keris: simbol bahwa ia yang akan menjaga rumah tangganya.

Demikian ulasan singkat seputar makna baju adat Gorontalo dalam prewedding Syifa Hadju dan El Rumi. Kompleks, tapi setiap detailnya punya makna yang mendalam.

Editorial Team