Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Orang yang Kudu Hati-hati saat Jatuh Cinta, Suka Lupa Diri

4 min read
8 Orang yang Kudu Hati-hati saat Jatuh Cinta, Suka Lupa Diri
ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Newman Photographs)
  • Orang yang mengejar gebetan dengan segala cara perlu menjaga batas etis agar tidak mengganggu hubungan orang lain atau memaksakan kehendak.
  • Bucin berlebihan, royal tanpa batas, mudah cemburu, dan gampang tersanjung dapat membuat seseorang rentan dimanfaatkan atau salah membaca sikap gebetan.
  • Penting meneliti status gebetan, tidak berharap cinta mengubah sifat buruknya, serta tidak mengorbankan urusan pribadi demi hubungan yang belum pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jatuh cinta memang berjuta-juta rasanya. Perasaan yang mendominasi tentu gembira dan berdebar-debar setiap bertemu dengan orang yang disukai. Namun, ada pula harap-harap cemas, cemburu, sedih, dan sebagainya.

Pikiran juga otomatis lebih fokus pada segala hal tentang gebetan dibandingkan dengan hal-hal lainnya. Secara umum, jatuh cinta terasa menyenangkan. Akan tetapi, kuatnya perasaan pada seseorang kadang bisa menyesatkan.

Terutama untukmu yang memang sukar berhati-hati dan memiliki ciri seperti di bawah ini. Jika kamu termasuk ke dalam delapan orang yang kudu hati-hati saat jatuh cinta, dirimu harus lebih membangkitkan akal sehat agar tak teperdaya oleh perasaan sendiri atau niat gebetan yang kurang baik. Jatuh cinta dapat menjadi momen yang lebih berisiko buatmu.

  1. 1. Orang yang suka menghalalkan segala cara demi keinginan tercapai

    gebetan
    ilustrasi gebetan (pexels.com/Baarast Project)

    Apakah kamu tipe orang yang gak akan berhenti berpikir dan mencoba segala hal demi memperoleh apa yang diinginkan? Mungkin selama ini itu lebih terlihat dalam pekerjaan atau usaha mengejar prestasi akademik. Dirimu tega menyikut teman, jago menyontek, dan sebagainya.

    Bukan gak mungkin kamu juga akan melakukan hal yang sama ketika mengejar gebetan. Seperti dirimu berusaha mengganggu hubungannya dengan pasangan resmi atau memaksanya. Jaga diri supaya tetap dalam batas cara-cara yang baik untuk mendapatkan hatinya.

  2. 2. Orang yang bucinnya sampai bikin bodoh

    jatuh cinta
    ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Gera Cejas)

    Memang sukar untuk siapa pun sama sekali gak bucin saat jatuh cinta. Sikap bucin malah biasanya berkurang setelah kalian resmi menjalin hubungan. Kamu perlu mewaspadai sikap bucin yang sampai membuatmu seperti orang bodoh.

    Dirimu rela melakukan apa pun atau diperlakukan seperti apa saja olehnya asal bisa bersama. Itu akan sangat merugikanmu. Terlepas dari kamu merasa cinta mati padanya pun, seharusnya itu gak perlu terjadi.

  3. 3. Si super royal padahal belum jadi siapa-siapanya

    jatuh cinta
    ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Joel Santos)

    Kamu punya banyak duit atau sebenarnya memaksakan kemampuan pun, sikap royal berlebihan ke gebetan tidak tepat. Dirimu hanya bisa dimanfaatkan olehnya dari segi materi. Dia bahkan gak perlu pura-pura mencintaimu.

    Ia cuma suka meminta ini itu padamu dan kamu merasa wajib memenuhinya. Malah dirimu memberikan berbagai hal lebih dari keinginannya dengan harapan cinta berbalas. Faktanya, dia tak sepeduli itu padamu.

  4. 4. Si paling cemburuan

    jatuh cinta
    ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Gera Cejas)

    Cemburu memang salah satu tanda cinta. Namun, kalau hatimu terlalu gampang panas ketika jatuh cinta pada seseorang, justru menjadi hambatan. Dia pasti sangat tidak nyaman denganmu. Kamu harus sadar bahwa gebetanmu masih pribadi bebas yang berhak berdekatan bahkan terang-terangan naksir orang lain.

  5. 5. Orang naif, yakin cintanya akan memperbaiki sifat seseorang

    jatuh cinta
    ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Helena Lopes)

    Kamu terlalu optimis dan mengagungkan kekuatan cinta. Seolah-olah jika dirimu punya cinta sebesar dunia buat seseorang yang wataknya kurang baik, itu bakal bisa mengubahnya. Bayangan seperti ini rentan menjebakmu dalam hubungan yang gak akan pernah bikin kamu bahagia. Dia bukannya berubah, malah menjadikanmu sasaran sifat buruknya.

  6. 6. Orang yang mudah tersanjung

    jatuh cinta
    ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Setiap orang tentu bisa tersanjung kalau dipuji atau diperlakukan dengan sangat baik oleh orang lain. Namun, makin gampang perasaanmu melambung, makin mungkin kamu tertipu oleh imajinasi sendiri. Contohnya, gebetan tersenyum padamu saja sudah diartikan bahwa dia mencintaimu. Kamu bakal kecewa kalau ternyata itu cuma bentuk keramahannya ke semua orang.

  7. 7. Orang yang gak teliti soal status gebetan

    berpacaran
    ilustrasi berpacaran (pexels.com/August de Richelieu)

    Kamu mungkin berpandangan tentang status nomor sekian. Yang terpenting adalah bahwa dirimu benar-benar menyukai seseorang. Lebih-lebih gebetanmu tampak masih muda. Kamu yakin dia sepertimu yang belum menikah.

    Padahal bisa jadi ia bukan cuma telah menikah, tapi juga memiliki anak. Ending-nya, dirimu kecewa. Kalaupun kalian sama-sama suka, bakal sulit membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius. Bila kalian nekat, kebahagiaan banyak orang menjadi korbannya.

  8. 8. Orang yang berani mengesampingkan urusan pribadi demi gebetan

    jatuh cinta
    ilustrasi jatuh cinta (pexels.com/Breno Cardoso)

    Jatuh cinta tidak salah. Namun, ini bisa menjadi masalah kalau kamu rela menomorduakan setiap urusanmu demi orang yang dicintai. Seperti dirimu nekat diam-diam meninggalkan kantor demi mengantar, menjemput, atau menemaninya ke suatu tempat. Cinta sejati belum tentu didapat, tapi risikonya terlalu gede buat hidupmu sendiri.

    Dari delapan tipe orang yang kudu hati-hati saat jatuh cinta, kamu tipe yang mana? Sekarang dirimu sudah tahu bahwa mencintai dapat menimbulkan persoalan kalau kamu kurang berhati-hati dan cuma mengikuti kata hati. Sadari sifatmu yang bisa menjadi celah untuk timbulnya luka di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More