Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Punya Pacar Lebih Muda Sering Dinyinyirin Orang?

4 min read
Kenapa Punya Pacar Lebih Muda Sering Dinyinyirin Orang?
ilustrasi pacar lebih muda (pexels.com/Shots by Kevin)
  • Pasangan dengan selisih usia belasan tahun kerap dianggap aneh karena orang fokus pada angka, meski keduanya sama-sama dewasa dan kecocokan mereka tidak terlihat dari luar.

  • Pacar yang lebih muda sering diasumsikan belum matang, padahal kedewasaan, kemandirian, dan cara memperlakukan pasangan tidak otomatis ditentukan oleh usia.

  • Penilaian publik juga dipengaruhi penampilan dan kebiasaan ikut campur; yang penting, kedua pihak sudah dewasa, saling menghormati, serta tidak ada manipulasi atau eksploitasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pacaran dengan orang yang usianya lebih muda sering bikin orang lain ikut berkomentar. Apalagi kalau bedanya sampai belasan tahun, biasanya langsung muncul pertanyaan seperti, “Kok mau sama yang jauh lebih muda?” atau “Emang gak berasa kayak orangtua sama anak, ya?”

Padahal, orang yang melihat dari luar belum tentu tahu berapa usia keduanya atau seperti apa hubungan mereka. Yuk, cari tahu kenapa pasangan dengan age gap besar sering jadi sasaran nyinyiran.

  1. 1. Selisih belasan tahun langsung dianggap aneh

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro studio)

    Beda usia dua atau tiga tahun biasanya gak ada yang peduli. Namun, begitu selisihnya mencapai 10 tahun atau lebih, orang mulai menghitung-hitung umur dan membandingkan keduanya. Perbedaan yang terlihat jelas membuat hubungan tersebut lebih gampang diperhatikan daripada pasangan yang usianya berdekatan.

    Dari sini muncul anggapan bahwa semakin jauh jaraknya, semakin aneh pula hubungannya. Padahal, pasangan berusia 25 dan 37 tahun sama-sama orang dewasa meskipun terpaut 12 tahun. Mereka tetap bisa punya kecocokan, tujuan hidup, dan cara menjalani hubungan yang gak bisa diketahui cuma dari angka usia.

  2. 2. Pacar lebih muda sering dianggap belum matang

    ilustrasi pacaran
    ilustrasi pacaran (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

    Kalau melihat seseorang yang jauh lebih muda, orang sering langsung berasumsi bahwa dia masih kekanak-kanakan. Pertanyaan seperti “Nyambung gak sih?” atau “Berarti kamu kayak ngemong anak, dong?” muncul karena usia sering dijadikan patokan untuk menilai seseorang. Padahal, dua orang yang usianya sama pun belum tentu punya cara berpikir yang sama.

    Orang berusia 23 tahun bisa saja sudah mandiri dan tahu apa yang dia inginkan dalam hubungan. Sebaliknya, orang yang jauh lebih tua, 29 tahun katakanlah belum tentu otomatis lebih dewasa dalam memperlakukan pasangan. Jadi, anggapan bahwa pacar lebih muda pasti belum matang sebenarnya cuma tebakan dari orang yang gak menjalani hubungan tersebut.

  3. 3. Orang kadang malah salah menilai karena terlalu fokus pada age gap

    ilustrasi sepasang remaja
    ilustrasi sepasang remaja (pexels.com/Trung Nguyen)

    Orang bisa nyinyir karena selisih usia terlalu jauh, tetapi justru santai ketika selisihnya lebih kecil. Misalnya, pasangan 16 dan 23 tahun cuma berbeda 7 tahun sehingga dianggap “gak jauh-jauh amat, kok”. Sementara pasangan 21 dan 33 tahun yang selisihnya 12 tahun malah dipertanyakan terus.

    Padahal, contoh pertama punya persoalan yang jauh lebih serius karena salah satunya masih di bawah umur. Hubungan dengan minor gak menjadi wajar hanya karena age gap-nya kecil, terlebih kalau orang dewasa tersebut melakukan pendekatan yang bertujuan memanipulasi atau mengeksploitasi anak. Proses seperti ini dapat masuk ke dalam grooming, sehingga angka selisih usia bukan patokan yang tepat untuk menentukan apakah sebuah hubungan layak dinormalisasi.

  4. 4. Wajah sering bikin orang salah tebak umur

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Orang juga gampang salah menebak usia hanya dari penampilan. Pacar yang berumur 25 tahun bisa saja terlihat seperti lebih mature, sementara orang yang berusia 30-an bisa terlihat jauh lebih muda. Bakal jadi bahan gosip kalau umur dan wajah selaras, nih. Misal usia 38 pacaran dengan usia 27. Ketika melihat keduanya jalan bareng, orang lain bisa langsung membuat simpulan sendiri.

    Masalahnya, tebakan tersebut sering dianggap sebagai fakta. Kalau si pacar terlihat sangat muda, hubungan mereka bisa langsung dicurigai meskipun sebenarnya sama-sama sudah dewasa. Sebaliknya, pasangan yang usianya lebih muda tetapi terlihat dewasa mungkin gak akan terlalu diperhatikan.

  5. 5. Karena orang suka ikut campur urusan pasangan

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan (unsplash.com/Sangria Señorial)

    Ada juga orang yang memang merasa perbedaan usia adalah hal yang pantas dikomentari. Mereka bisa meledek dengan pertanyaan “Itu pacar atau adiknya?” atau bercanda soal panggilan “om” dan “tante”. Semakin sering pasangan tersebut terlihat bersama, semakin banyak pula bahan yang dipakai untuk bercanda.

    Padahal, selisih usia bukan urusan orang lain selama keduanya sudah dewasa alias legal dan hubungan tersebut dijalani dengan saling menghormati. Orang boleh punya pendapat soal pasangan dengan age gap jauh, tetapi bukan berarti setiap pasangan harus menjelaskan atau membela hubungan mereka. Kadang, orang memang cuma melihat angkanya, lalu merasa berhak memberikan komentar.

    Punya pacar lebih muda memang membuat seseorang lebih gampang jadi pusat perhatian, terutama kalau perbedaannya terlihat jelas. Namun, banyak nyinyiran sebenarnya muncul karena orang cuma melihat umur dari luar lalu membuat kesimpulan sendiri. Kalau kamu punya pandangan seperti apa, nih tentang memiliki pasangan yang lebih muda?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More