Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Wajar jika Pasangan Suami Istri Jarang Bertengkar?

4 min read
Apakah Wajar jika Pasangan Suami Istri Jarang Bertengkar?
ilustrasi pasangan suami istri (pexels.com/Orione Conceição)
  • Pasangan yang jarang bertengkar dapat terbantu oleh pemahaman terhadap kebiasaan, pembagian urusan rumah, dan kesepakatan yang membuat masalah berulang tidak perlu diperdebatkan.
  • Perbedaan kecil bisa diselesaikan lewat kompromi, bergantian menentukan pilihan, atau memberi ruang untuk keinginan masing-masing tanpa menjadikannya cekcok.
  • Jarang bertengkar wajar bila pasangan tetap terbuka menyampaikan keberatan, membahas keputusan sejak awal, dan berdiskusi setelah emosi mereda tanpa saling menyerang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau melihat rumah tangga orang lain, pertengkaran sering dianggap sebagai bagian yang gak bisa dipisahkan dari pernikahan. Padahal, gak semua suami istri menyelesaikan perbedaan dengan amarah atau saling mendiamkan satu sama lain. Ada yang memang terbiasa membicarakan sesuatu sebelum rasa kesal menguasai diri, ada juga yang sudah tahu mana urusan yang perlu dibicarakan dan mana yang bisa selesai tanpa ribut.

Jarang bertengkar juga gak otomatis berarti hubungan pernikahan sedang baik-baik saja. Suami dan istri tetap akan punya keinginan berbeda, mulai dari urusan kecil di rumah sampai keputusan yang menyangkut keluarga. Jadi, kalau kalian adalah pasangan suami istri jarang bertengkar, justru perlu khawatir atau sebenarnya hal ini terbilang wajar-wajar saja?

  1. 1. Gak perlu memperdebatkan hal yang sama setiap minggu

    ilustrasi berdebat
    ilustrasi berdebat (pexels.com/Timur Weber)

    Tinggal bersama selama bertahun-tahun membuat suami dan istri biasanya sudah hafal kebiasaan masing-masing. Misalnya, suami tahu istrinya gak suka kalau rencana berubah mendadak, sedangkan istri sudah paham kalau suaminya lebih enak diajak bicara setelah pulang kerja dan beristirahat. Mereka jadi gak perlu memulai perdebatan yang sama setiap kali situasi serupa terjadi.

    Urusan rumah juga sering berjalan dengan kesepakatan yang sudah dibuat bersama. Kalau suami memang biasa mengantar anak sekolah dan istri mengurus pembayaran tagihan, keduanya gak harus saling mengingatkan setiap hari. Bukan berarti mereka gak pernah kesal, hanya saja rasa kesal tersebut gak selalu berakhir dengan cekcok.

  2. 2. Urusan kecil bisa selesai tanpa jadi bahan ribut

    ilustrasi ngobrol
    ilustrasi ngobrol (pexels.com/Alexy Almond)

    Suami ingin makan di luar, sementara istri sudah menyiapkan bahan makanan di rumah. Besoknya, istri ingin pergi ke mal, tetapi suami justru ingin beristirahat karena sedang capek. Perbedaan seperti ini memang bisa memicu pertengkaran kalau terus dipersoalkan, tetapi gak semua pasangan merasa perlu membawanya sejauh itu.

    Kadang mereka bergantian menentukan rencana, kadang mencari pilihan yang sama-sama disukai, dan kadang membiarkan satu orang melakukan keinginannya sendiri. Hari ini makan di rumah, besok ikut ke tempat yang diinginkan pasangan. Selama keduanya tetap bisa menyampaikan keberatan ketika urusannya memang penting, gak setiap perbedaan harus berubah menjadi pertengkaran.

  3. 3. Kalau sedang kesal, bicaranya nanti setelah sama-sama tenang

    ilustrasi kesal
    ilustrasi kesal (vecteezy.com/Natallia Krechka)

    Gak semua orang bisa langsung membicarakan sesuatu ketika sedang emosi. Ada yang justru semakin sulit menjelaskan apa yang dirasakan ketika suasana sedang panas, sehingga memilih diam sebentar sebelum mengajak bicara. Setelah pikiran lebih tenang, pembicaraan biasanya bisa dilakukan tanpa saling meninggikan suara.

    Contohnya, suami pulang jauh lebih malam tanpa memberi kabar dan istrinya merasa kesal. Daripada langsung memperdebatkannya begitu suami sampai di rumah, ia memilih menunggu sampai mereka sudah makan dan suasana lebih tenang. Setelah itu, ia tetap menyampaikan bahwa dirinya keberatan dan meminta suaminya memberi kabar kalau kejadian serupa terulang.

  4. 4. Terbiasa membicarakan keputusan sebelum jadi persoalan

    ilustrasi pasangan sedang ngobrol
    ilustrasi pasangan sedang ngobrol (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Beberapa rumah tangga jarang bertengkar karena suami dan istri gak menunggu sampai salah satu pihak merasa kesal baru membicarakan sesuatu. Misalnya, ketika pengeluaran bulan ini mulai membengkak dari biasanya, mereka langsung duduk bersama untuk melihat mana yang perlu dikurangi. Begitu juga saat salah satu mendapat tawaran kerja di luar kota, keputusan tersebut dibicarakan lebih dulu karena dampaknya akan dirasakan oleh keduanya.

    Kebiasaan seperti ini membuat banyak hal yang gak berujung menjadi pertengkaran besar. Suami bisa mengatakan kalau ia keberatan, sementara istri juga punya kesempatan menjelaskan alasan di balik keputusannya. Mereka mungkin tetap berbeda pendapat, tetapi pembicaraan sudah dilakukan sebelum persoalannya menumpuk dan berubah menjadi ledakan emosi.

  5. 5. Tetap bilang “aku gak setuju” tanpa takut jadi ribut

    ilustrasi bertengkar
    ilustrasi bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

    Suami dan istri gak mungkin selalu sepakat soal uang, pekerjaan, keluarga besar, anak, atau rencana beberapa tahun ke depan. Bahkan pasangan yang sudah lama menikah pun bisa punya keinginan yang berlawanan ketika dihadapkan pada keputusan tertentu. Perbedaannya, mereka gak selalu menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk saling menyerang.

    Karena itu, frekuensi bertengkar selama berumah tangga bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Rumah tangga yang jarang bertengkar bisa saja memang punya cara komunikasi yang cocok untuk keduanya, selama suami dan istri tetap punya ruang untuk berkata tidak, mengajukan keberatan, atau meminta keputusan dibicarakan lagi. Sebaliknya, pertengkaran sesekali juga gak otomatis menunjukkan bahwa sebuah pernikahan sedang bermasalah.

    Kalau kalian adalah pasangan suami istri jarang bertengkar, gak perlu langsung membandingkannya dengan rumah tangga lain yang lebih sering cekcok. Bisa jadi kalian memang terbiasa menyelesaikan perbedaan sebelum urusannya melebar ke mana-mana. Selama kamu dan pasangan masih bisa ngobrol terbuka, beda pendapat, bahkan bilang gak setuju tanpa merasa harus saling menjatuhkan, jarang bertengkar bukan sesuatu yang aneh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More