Membahas rencana pernikahan biasanya identik dengan persiapan venue, daftar tamu, atau konsep acara. Namun, ada satu hal yang tak kalah penting untuk didiskusikan sejak awal, yaitu kondisi keuangan masing-masing pasangan. Pasalnya, masalah finansial menjadi salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan menggunakan layanan buy now, pay later (BNPL) atau paylater secara berlebihan.
Perlu dipahami bahwa memiliki paylater bukan berarti seseorang otomatis bermasalah secara finansial. Bagi sebagian orang, paylater dapat menjadi alat pembayaran yang membantu mengatur arus kas jika digunakan secara bijak dan dilunasi tepat waktu. Yang perlu diperhatikan adalah pola penggunaannya. Jika tagihan terus menumpuk, pembayaran sering terlambat, atau utang digunakan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif, kondisi tersebut bisa menjadi red flag yang layak dibicarakan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Berikut lima cara mengenalinya.
