Ilustrasi mahar seperangkat ala salat (instagram.com/pinus.project)
Setelah membahas mengenai perbedaan mahar dan mas kawin, berikut merupakan beberapa poin penting yang penting untuk dipahami.
- Mas kawin merupakan hak pribadi istri
Mas kawin atau mahar menjadi hak eksklusif calon istri dan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk mengakumulasi kekayaan keluarga. Bahkan, peran orang tua dalam menentukan jumlah mas kawin seharusnya dihindari.
Dalam hukum Islam di Indonesia dikatakan bahwa jika terjadi perbedaan pandangan, maka kesepakatan harus dicapai oleh kedua mempelai.
- Tidak perlu berlebihan, namun harus bernilai
Walaupun tidak ada perbedaan dalam istilah, penting untuk memastikan bahwa nilai mas kawin seimbang. Besar maskawin harus disesuaikan dengan kemampuan finansial mempelai pria.
Pilihan jenis mas kawin bisa berupa uang tunai, logam mulia, perlengkapan ibadah, atau hewan ternak.
- Jangan anggap mahar hanya sebagai bingkisan
Trend kreatifitas dalam bentuk mas kawin yang menarik memerlukan pertimbangan yang cermat. Jika mas kawin berupa uang, biasanya, jumlahnya disesuaikan dengan tanggal pernikahan.
Namun, penting untuk menjaga makna mas kawin dan menghindari tampilan berlebihan atau motif lain yang negatif, seperti menganggap mas kawin hanya sebagai bingkisan semata.
Demikianlah penjelasan mengenai perbedaan mahar dan mas kawin. Penting untuk dicatat bahwa perbedaan mahar dan mas kawin dapat bervariasi di setiap budaya dan tradisi pernikahan.
Memahami tentang mahar dan mas kawin dapat membantu pasangan memperkuat ikatan dalam pernikahan mereka dan membangun fondasi yang kuat untuk masa depan bersama. Semoga informasinya bisa bermanfaat bagi kamu, ya!
Penulis: Natasya Yolanda