Pernah gak kamu merasa terjebak dalam hubungan yang isinya berantem terus, tapi pas mau putus malah merasa gak bisa hidup tanpa dia? Hubungan yang penuh drama naik-turun ini sering bikin kamu bingung dan capek sendiri, kan. Fenomena ini erat kaitannya dengan siklus hubungan toksik yang mengaburkan rasa sakit sebagai cinta sejati yang penuh ujian.
Kalau kamu terus-menerus memaklumi perlakuan buruknya dengan dalih "dia begini karena sayang," hati-hati, kamu mungkin sedang terjebak dalam lingkaran hubungan yang toksik. Guys, menormalisasi rasa sakit dalam hubungan bisa mengikis kesehatan mental dan rasa percaya dirimu secara perlahan, lho. Jadi, yuk, kenali lima tahapan siklus hubungan toksik berikut supaya kamu gak makin tersesat dalam relationship yang merugikan ini!
