Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Baru Resign dan Belum Dapat Kerja? Ini 5 Cara Berhemat di Jakarta

Baru Resign dan Belum Dapat Kerja? Ini 5 Cara Berhemat di Jakarta
ilustrasi bekerja di Jakarta (pexels.com/pexels.com/)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tantangan finansial setelah resign di Jakarta dan pentingnya menghitung ulang kondisi keuangan agar tabungan bisa bertahan selama masa transisi tanpa penghasilan tetap.
  • Ditekankan perlunya memprioritaskan kebutuhan, menekan gaya hidup konsumtif, serta mencari penghasilan sementara seperti freelance atau pekerjaan paruh waktu untuk menjaga kestabilan finansial.
  • Disarankan memanfaatkan waktu menganggur untuk upgrade diri, menjaga kesehatan mental, dan memperluas networking agar peluang karier baru semakin terbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mengundurkan diri dari pekerjaan sering kali menjadi keputusan yang tidak mudah. Ada yang resign karena ingin mencari lingkungan kerja yang lebih sehat, mengejar peluang karier baru, atau merasa sudah tidak berkembang di perusahaan lama. Namun, setelah surat pengunduran diri disetujui, tantangan berikutnya mulai muncul, terutama jika tabungan yang dimiliki tidak terlalu besar.

Di kota besar seperti Jakarta, biaya hidup terus berjalan meski penghasilan sudah berhenti. Mulai dari biaya kos atau kontrakan, makan, transportasi, tagihan bulanan, hingga kebutuhan mendadak tetap harus dipenuhi. Kondisi ini tentu bisa memicu rasa cemas, apalagi jika proses mencari pekerjaan baru memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Agar kondisi finansial tetap terkendali, berikut lima siasat yang bisa kamu lakukan untuk bertahan sambil mempersiapkan langkah karier berikutnya.

1. Hitung ulang kondisi keuangan dengan jujur

ilustrasi menghitung keuangan
ilustrasi menghitung keuangan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Langkah pertama yang harus dilakukan setelah resign adalah mengetahui secara pasti berapa lama tabunganmu bisa bertahan. Catat seluruh uang yang tersedia, termasuk tabungan, dana darurat, pesangon, atau sisa gaji terakhir. Setelah itu, buat daftar seluruh pengeluaran rutin seperti biaya tempat tinggal, makan, transportasi, internet, cicilan, dan tagihan lainnya.

Dengan mengetahui angka yang sebenarnya, kamu bisa menentukan batas pengeluaran bulanan yang realistis. Jangan hanya mengandalkan perkiraan karena kebiasaan belanja kecil yang terlihat sepele bisa menguras tabungan lebih cepat dari yang dibayangkan. Semakin jelas gambaran kondisi keuanganmu, semakin mudah pula menyusun strategi agar uang yang ada dapat bertahan lebih lama.

2. Prioritaskan kebutuhan, tunda gaya hidup

ilustrasi gaya hidup nongkrong
ilustrasi gaya hidup nongkrong (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Resign bukan berarti kamu tidak boleh menikmati hidup, tetapi untuk sementara waktu ada baiknya membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Kurangi pengeluaran yang sifatnya konsumtif, seperti nongkrong terlalu sering, belanja impulsif saat ada diskon, atau berlangganan layanan yang sebenarnya jarang digunakan.

Bukan berarti kamu harus hidup serba kekurangan, melainkan lebih bijak dalam mengatur prioritas. Misalnya, memasak makanan sendiri beberapa kali dalam seminggu, memanfaatkan transportasi umum, atau mencari hiburan yang lebih hemat biaya. Penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar terhadap ketahanan tabungan.

3. Jangan menunggu pekerjaan tetap, cari penghasilan sementara

ilustrasi menjalankan freelance
ilustrasi menjalankan freelance (pexels.com/Anna Shvets)

Kesalahan yang cukup sering terjadi setelah resign adalah hanya fokus mengirim lamaran sambil menunggu panggilan kerja. Padahal, proses rekrutmen bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Selama masa tersebut, tabungan akan terus berkurang jika tidak ada pemasukan sama sekali.

Cobalah mencari sumber penghasilan sementara yang sesuai dengan kemampuanmu. Kamu bisa mengambil proyek freelance, menjadi tutor, membuka jasa konsultasi sesuai bidang keahlian, menjual produk secara online, atau menerima pekerjaan paruh waktu. Selain membantu kebutuhan finansial, aktivitas tersebut juga menjaga produktivitas dan dapat memperkaya pengalaman yang nantinya menjadi nilai tambah saat wawancara kerja.

4. Jadikan masa menganggur sebagai waktu untuk upgrade diri

ilustrasi sedang belajar
ilustrasi sedang belajar (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Meski sedang tidak bekerja, jangan biarkan rutinitas harian hanya diisi dengan menunggu panggilan interview. Gunakan waktu luang untuk meningkatkan keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaanmu, seperti mengikuti kursus online, mempelajari software baru, memperbaiki kemampuan bahasa asing, atau memperoleh sertifikasi profesional.

Selain meningkatkan peluang diterima kerja, kegiatan belajar juga membantu menjaga rasa percaya diri. Kamu akan memiliki pencapaian baru yang bisa diceritakan saat wawancara, sekaligus menunjukkan bahwa masa jeda setelah resign dimanfaatkan secara produktif, bukan sekadar menunggu kesempatan datang.

5. Tetap jaga kesehatan mental dan bangun networking

ilustrasi membangun relasi
ilustrasi membangun relasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Tekanan finansial setelah resign sering kali membuat seseorang merasa gagal atau tertinggal dibanding teman-temannya yang masih bekerja. Padahal, perjalanan karier setiap orang berbeda. Terlalu sering membandingkan diri justru akan menambah beban pikiran dan mengurangi semangat untuk bangkit.

Di sisi lain, jangan mengisolasi diri hanya karena sedang tidak memiliki pekerjaan. Tetaplah menjaga hubungan dengan mantan rekan kerja, bergabung dalam komunitas profesional, atau menghadiri seminar dan acara networking. Selain memperluas wawasan, tidak sedikit peluang kerja datang dari rekomendasi orang yang sudah mengenal kualitas kerja kita.

Resign dengan tabungan yang terbatas memang penuh tantangan, terlebih jika tinggal di kota dengan biaya hidup tinggi seperti Jakarta. Namun, kondisi tersebut bukan berarti kamu harus menyerah atau panik. Dengan pengelolaan keuangan yang disiplin, pengeluaran yang lebih bijak, serta kemauan untuk mencari peluang baru, masa transisi ini tetap bisa dilalui dengan lebih tenang.

Ingat, masa setelah resign hanyalah salah satu fase dalam perjalanan karier. Gunakan waktu ini untuk mengevaluasi tujuan, meningkatkan kemampuan, dan membangun jaringan yang lebih luas. Selama kamu tetap bergerak dan tidak berhenti belajar, peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau bahkan karier yang lebih baik akan selalu terbuka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More