ilustrasi acara pernikahan (pexels.com/2997777)
Meningkatnya popularitas personalized wedding tidak lepas dari perubahan karakter generasi yang kini memasuki usia menikah. Jika sebelumnya banyak pasangan mengikuti susunan acara dan dekorasi yang dianggap ideal, kini mereka lebih ingin menghadirkan pesta yang benar-benar mencerminkan kepribadian masing-masing.
"Karena Generasi Z tumbuh di era media sosial, estetika memainkan peran yang jauh lebih besar. Setiap detail, mulai dari penataan meja hingga menu makanan, dikurasi agar menarik untuk dibagikan sekaligus menjadi bentuk ekspresi diri. Fokusnya bukan lagi mengikuti apa yang pernah dilakukan orang lain, melainkan menciptakan perayaan sekali seumur hidup yang benar-benar terasa sebagai milik mereka sendiri," ujar Carly Katz-Hackman, Partner di Pinch Food Design, dikutip dari Vogue.
Menurut Carly Katz-Hackman, Generasi Z tumbuh di era media sosial sehingga estetika menjadi bagian penting dalam perencanaan pernikahan. Namun, mereka tak hanya mengejar tampilan yang menarik di kamera, tetapi juga ingin setiap detail mampu menceritakan kisah dan karakter mereka. Itulah mengapa personalisasi kini menjadi inti dari sebuah perayaan, bukan sekadar pelengkap.
"Meski Milenial dan Generasi Z sama-sama menghargai personalisasi, Generasi Z membawanya ke tingkat yang lebih tinggi, dengan lebih sedikit aturan tradisional dan jauh lebih berani," ujar Akeshi Akinseye, wedding planner dari Kesh Events, dikutip dari Vogue.