Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Personalized Wedding Jadi Tren, Pengantin Ingin Acara Lebih Personal
ilustrasi pasangan memegang bunga (pexels.com/trungnguyenphotog)

Pernikahan kini bukan lagi sekadar tentang pesta yang meriah atau dekorasi yang sedang tren. Semakin banyak calon pengantin justru ingin menghadirkan perayaan yang benar-benar mencerminkan kisah cinta dan kepribadian mereka.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa pasangan masa kini lebih mengutamakan pengalaman yang berkesan daripada sekadar kemewahan atau dekorasi yang viral. Karena itu, setiap detail dirancang untuk menceritakan perjalanan hubungan mereka. Lantas, apa itu personalized wedding dan mengapa konsep ini semakin diminati? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Personalized wedding berfokus pada identitas pasangan

ilustrasi acara pernikahan (pexels.com/2997777)

Personalized wedding merupakan konsep pernikahan yang menempatkan identitas pasangan sebagai inti dari seluruh rangkaian acara. Mengutip The Knot, pernikahan seharusnya menjadi cerminan diri pasangan sehingga setiap elemen, mulai dari tema, dekorasi, lokasi, hingga prosesi, dipilih berdasarkan makna khusus, bukan sekadar mengikuti tren.

Personalisasi pun bisa diwujudkan dalam berbagai cara, seperti menulis janji pernikahan sendiri, memilih lokasi yang menyimpan kenangan, atau menggunakan lagu yang memiliki makna sentimental bagi pasangan. Pasangan juga dapat menyajikan makanan favorit saat pertama kali berkencan sebagai bagian dari cerita yang ingin mereka bagikan kepada para tamu.

2. Generasi Z membuat personalisasi menjadi tren yang semakin kuat

ilustrasi acara pernikahan (pexels.com/2997777)

Meningkatnya popularitas personalized wedding tidak lepas dari perubahan karakter generasi yang kini memasuki usia menikah. Jika sebelumnya banyak pasangan mengikuti susunan acara dan dekorasi yang dianggap ideal, kini mereka lebih ingin menghadirkan pesta yang benar-benar mencerminkan kepribadian masing-masing.

"Karena Generasi Z tumbuh di era media sosial, estetika memainkan peran yang jauh lebih besar. Setiap detail, mulai dari penataan meja hingga menu makanan, dikurasi agar menarik untuk dibagikan sekaligus menjadi bentuk ekspresi diri. Fokusnya bukan lagi mengikuti apa yang pernah dilakukan orang lain, melainkan menciptakan perayaan sekali seumur hidup yang benar-benar terasa sebagai milik mereka sendiri," ujar Carly Katz-Hackman, Partner di Pinch Food Design, dikutip dari Vogue.

Menurut Carly Katz-Hackman, Generasi Z tumbuh di era media sosial sehingga estetika menjadi bagian penting dalam perencanaan pernikahan. Namun, mereka tak hanya mengejar tampilan yang menarik di kamera, tetapi juga ingin setiap detail mampu menceritakan kisah dan karakter mereka. Itulah mengapa personalisasi kini menjadi inti dari sebuah perayaan, bukan sekadar pelengkap.

"Meski Milenial dan Generasi Z sama-sama menghargai personalisasi, Generasi Z membawanya ke tingkat yang lebih tinggi, dengan lebih sedikit aturan tradisional dan jauh lebih berani," ujar Akeshi Akinseye, wedding planner dari Kesh Events, dikutip dari Vogue.

3. Sentuhan personal tidak selalu identik dengan pesta yang mewah

ilustrasi pernikahan (pexels.com/zhorzholiani)

Salah satu kesalahpahaman tentang personalized wedding adalah anggapan bahwa konsep ini membutuhkan biaya yang besar. Padahal, personalisasi justru lebih banyak diwujudkan melalui detail-detail kecil yang memiliki makna emosional bagi pasangan.

Menurut The Knot, sentuhan personal bisa dihadirkan lewat hal-hal sederhana yang bermakna bagi pasangan. Mulai dari menulis janji pernikahan sendiri, menampilkan foto perjalanan cinta, menyajikan menu yang terinspirasi dari momen spesial, hingga melibatkan tradisi keluarga dalam prosesi. Pengalaman tamu pun dapat dibuat lebih berkesan melalui guest book interaktif, welcome bag, atau suvenir yang dipersonalisasi.

Tren personalized wedding menunjukkan bahwa pernikahan modern semakin berfokus pada makna daripada sekadar mengikuti tren. Ketika setiap detail dirancang untuk merepresentasikan perjalanan dan karakter pasangan, momen sekali seumur hidup itu pun menjadi pengalaman yang lebih autentik dan berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article