Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Mengatasi Kamar Kos Lembap saat Musim Pancaroba

5 Cara Mengatasi Kamar Kos Lembap saat Musim Pancaroba
ilustrasi kamar kos (magnific.com/ pressfoto)
Share Article

Musim pancaroba sering bikin kamar kos lembap tanpa benar-benar disadari. Pagi terasa biasa saja, tapi sore hari kasur mulai dingin, handuk susah kering, dan udara di dalam kamar seperti lebih berat dari biasanya. Hal-hal kecil itu lama-lama bikin betah di kamar justru terasa melelahkan.

Banyak penghuni kos memilih diam karena mengira kondisi itu memang gak bisa dihindari. Padahal, kebiasaan sederhana sering kali lebih berpengaruh daripada membeli alat yang mahal. Yuk simak beberapa cara yang bisa membantu mengurangi lembap sekaligus mengatasi kamar kos bau apek.

1. Buka pintu dan jendela di jam yang tepat, bukan sepanjang hari

ilustrasi perempuan membuka jendela
ilustrasi perempuan membuka jendela (freepik.com/gpointstudio)

Mungkin kamu pernah membuka jendela seharian penuh dengan harapan udara jadi lebih segar. Kenyataannya, saat cuaca sedang lembap, udara dari luar justru ikut membawa kelembapan masuk ke dalam kamar. Akibatnya, lantai tetap terasa dingin dan aroma apek gak benar-benar hilang.

Coba manfaatkan sinar matahari pagi ketika udara masih relatif kering. Bukalah pintu atau jendela sekitar 30 menit sebelum siang agar sirkulasi udara berganti tanpa menambah kelembapan. Cara sederhana ini sering terasa lebih efektif dibanding membiarkan kamar terbuka sepanjang hari.

2. Jangan biarkan pakaian setengah kering menggantung di dalam kamar

ilustrasi menjemur pakaian dalam ruangan
ilustrasi menjemur pakaian dalam ruangan (magnific.com/freepik)

Selesai mencuci, banyak anak kos menggantung pakaian di balik pintu atau dekat meja belajar. Beberapa jam kemudian, kain memang terlihat hampir kering, tetapi masih menyimpan uap air yang pelan-pelan memenuhi ruangan. Kondisi ini sering jadi penyebab kamar terasa pengap menjelang malam.

Kalau cuaca benar-benar gak mendukung, peras pakaian lebih maksimal sebelum dijemur. Setelah cukup kering, baru pindahkan ke dalam kamar bila memang diperlukan. Kebiasaan kecil ini membantu mengurangi sumber kelembapan yang sering luput dari perhatian.

3. Sisakan jarak antara tembok dan barang-barang besar

ilustrasi meja belajar
ilustrasi meja belajar (freepik.com/freepik)

Lemari atau kasur yang menempel rapat ke dinding sering menyimpan kejutan. Saat dipindahkan, muncul bercak hitam kecil atau bau yang lebih menyengat dibanding bagian kamar lainnya. Ruang yang terlalu rapat membuat udara sulit bergerak sehingga dinding lebih mudah lembap.

Cobalah memberi jarak beberapa sentimeter antara furnitur dan tembok. Celah kecil itu membantu udara mengalir sehingga permukaan dinding lebih cepat kering. Kamu juga jadi lebih mudah mengecek kalau mulai muncul tanda-tanda jamur sebelum semakin banyak.

4. Gunakan bahan penyerap lembap yang mudah ditemukan

ilustrasi baking soda
ilustrasi baking soda (freepik.com/freepik)

Bau apek sering tetap bertahan meski lantai sudah dipel setiap hari. Penyebabnya bukan karena kamarmu kotor, melainkan kadar lembap di udara masih tinggi. Itulah kenapa aroma kurang sedap cepat muncul lagi setelah beberapa jam.

Kamu bisa meletakkan arang aktif, kapur penyerap lembap, atau wadah kecil berisi baking soda di sudut ruangan. Harganya relatif terjangkau dan gak membutuhkan listrik. Meski hasilnya bertahap, ruangan biasanya terasa lebih ringan setelah digunakan secara rutin.

5. Biasakan mengeringkan sudut kamar yang jarang diperhatikan

ilustrasi membersihkan jendela
ilustrasi membersihkan jendela (freepik.com/freepik)

Bagian bawah kasur, sudut dekat jendela, atau area belakang ember sering luput saat bersih-bersih. Justru di tempat-tempat itulah air mudah mengendap tanpa terlihat. Lama-kelamaan, jamur muncul perlahan sebelum baunya menyebar ke seluruh ruangan.

Sesekali luangkan waktu beberapa menit untuk mengelap area tersebut menggunakan kain kering. Kebiasaan sederhana ini membantu menghentikan kelembapan sebelum berubah menjadi masalah yang lebih merepotkan. Kamar pun terasa lebih nyaman meski cuaca di luar masih sering berubah.

Tinggal di kamar kos saat musim pancaroba memang punya tantangan tersendiri, tetapi bukan berarti harus terus berdamai dengan bau apek dan rasa pengap. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering memberi hasil yang lebih terasa daripada solusi yang mahal. Saat kamarmu lebih nyaman, pulang setelah beraktivitas pun terasa seperti benar-benar pulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

5 Tips Mengeringkan Baju di Kamar Kos Tanpa Bau Apek

07 Jul 2026, 13:11 WIBLife
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya

Related Articles

See More