Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tanda Kamu Alami Wedding Anxiety Menjelang Pernikahan, Cek Solusinya!

Tanda Kamu Alami Wedding Anxiety Menjelang Pernikahan, Cek Solusinya!
ilustrasi menikah (unsplash.com/Photos by Lanty)
Intinya Sih
  • Menjelang pernikahan, banyak calon pengantin mengalami wedding anxiety berupa rasa cemas, panik, dan tekanan emosional yang bisa mengganggu aktivitas serta hubungan dengan pasangan.
  • Psikolog menyarankan konseling pasangan dan penyusunan perjanjian pra nikah untuk mengurangi keraguan serta meningkatkan kemampuan problem solving bersama sebelum hari pernikahan tiba.
  • Saat panik di hari pernikahan, fokuslah pada objek sekitar atau atur napas perlahan agar lebih mindful dan membantu menenangkan diri dari gelombang kecemasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Persiapan pernikahan sering kali menjadi waktu yang krusial bagi pasangan untuk terus mempertahankan hubungan. Muncul keraguan, keresahan, kekhawatiran di tengah berbagai urusan teknis menjelang pernikahan, mulai dari hal administrasi hingga detail acara yang menguras energi. Di tengah momen yang seharusnya membahagiakan tersebut, tidak sedikit orang yang justru merasakan kegelisahan, kekhawatiran, atau tekanan emosional yang semakin meningkat.

Istilah wedding anxiety muncul karena ada rasa cemas yang timbul menjelang hari pernikahan. Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan jika terus diikuti pikiran negatif. Lalu, apa saja tanda kamu mengalami wedding anxiety?

Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai sarana untuk melakukan diagnosis mandiri (self-diagnosis), melainkan sebagai sumber informasi dan wawasan. Jika kamu mengalami kecemasan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dengan berkonsultasi kepada psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan mental lainnya.

1. Tanda mengalami wedding anxiety

ilustrasi menikah dengan pria WNA
ilustrasi menikah dengan pria WNA (pexels.com/Eko Agalarov)

Wedding anxiety dapat mendorong seseorang untuk membatalkan pernikahannya, terlebih bagi perempuan karena ia akan mendapat lebih banyak atensi di momen tersebut. Dalam Psychology Today, Psikolog Klinis, Jeannette Correa, Ph.D., menyebut serangan panik adalah gelombang ketakutan dan kecemasan yang tiba-tiba disertai dengan beberapa gejala kognitif dan fisiologis lainnya. Kondisi ini mendorong pikiran untuk berlomba-lomba, gemetar, dan kesulitan bernapas.

Anxiety datang secara mendadak, namun sangat mengganggu dan gejalanya kerap kali tak terlihat oleh orang lain. Kondisi ini dapat dialami oleh calon pengantin yang menghadapi begitu banyak tekanan menjelang hari spesialnya. Wedding anxiety pada dasarnya tak terbatas pada kondisi panik karena mempersiapkan detail pernikahan, tapi biasanya perasaan ini muncul karena masih ada sisi keraguan pada pasangan.

2. Solusi menghadapi anxiety wedding

ilustrasi menikah
ilustrasi menikah (freepik.com/ freepik)

Seorang terapis pernikahan dan keluarga, Barara Bennett dalam Psychology Today, menyebutkan cara agar pasangan dapat mengatasi kecemasan menjelang hari pernikahan. Langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan sesi konseling dengan pasangan hingga menyusun perjanjian pra nikah.

Dalam berbagai kasus, kekhawatiran menjelang pernikahan muncul karena masih ada keraguan dengan diri sendiri maupun pasangan. Untuk itu, Barara menyarankan agar orang-orang yang terlibat dalam hubungan dapat merencanakan dan mempelajari keterampilan problem solving bersama. Dengan banyak berdialog terkait hal itu, tujuan pernikahan dapat terlihat secara lebih clear, inilah yang kemudian membuat pasangan merasa lebih yakin.

Barara menjelaskan, "Dengan melakukan percakapan yang sulit ini dengan bantuan seorang profesional, pasangan memiliki kesempatan untuk mengurangi beberapa ketidakpastian yang menghasilkan kecemasan dalam pernikahan".

3. Panik di hari pernikahan? Coba lakukan ini!

ilustrasi menikah
ilustrasi menikah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Perasaan panik dapat muncul secara tiba-tiba, termasuk pada hari pernikahan. Sebagai seorang yang telah ahli di bidang psikologi, Jeannette membagikan tips agar muncul perasaan panik di hari penting itu.

Jeannette menyarankan agar fokus pada sesuatu di luar diri dan membiarkan sensasi internal memudar secara perlahan. Contohnya, ketika panik di hari pernikahan, kamu bisa melihat pada satu titik, misalnya mengamati calon pasangan atau objek lainnya. Sementara jika menggunakan indra penciuman, cobalah untuk menikmati harum bunga di sekitar.

Bila hal semacam itu terlalu sulit karena tengah mengalami gelombang panik yang besar, coba untuk perhatikan ritme pernapasan. Fokus pada ritme napas yang besar dan perlahan. Tindakan ini terbukti memberi pengaruh yang besar pada rasa cemas. Maka ketika mengalami kepanikan di hari H pernikahan, coba untuk menarik nafas dalam-dalam.

Strategi ini ditujukan untuk mengaktifkan kesadaran agar kamu berada di momen saat ini atau lebih mindful. Meski terdengar mudah, namun upaya ini harus dilatih dengan baik.

Share Article
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More