Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rencana Nongkrong Batal, Kok Malah Merasa Lega?

3 min read
Rencana Nongkrong Batal, Kok Malah Merasa Lega?
ilustrasi nongkrong (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Kelegaan saat rencana nongkrong dibatalkan dapat muncul ketika energi sosial menipis akibat stres, kelelahan fisik atau mental, banyak keputusan, stimulasi berlebih, maupun kecemasan sosial.
  • Pembatalan menghilangkan beban persiapan seperti memilih pakaian, mengatur perjalanan, biaya, dan waktu. Waktu yang semula dialokasikan untuk janji kembali bisa digunakan secara bebas.
  • Waktu sendirian setelah rencana batal dapat membantu memulihkan energi dengan mengurangi stimulasi dan tuntutan respons. Bersantai di rumah tidak berarti pertemanan otomatis berakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sore itu, kamu sudah berjanji untuk bertemu teman-teman setelah beberapa hari sibuk dengan pekerjaan. Grup chat mulai ramai membahas tempat makan, sementara kamu masih duduk di depan laptop dengan kepala yang rasanya penuh. Sebenarnya, kamu juga ingin bertemu mereka. Namun ketika sebuah pesan masuk dan mengatakan bahwa rencana nongkrong malam ini terpaksa dibatalkan, ada perasaan aneh yang muncul. Kamu justru menghela napas lega. Malam ini, kamu bisa kembali ke kasur tanpa harus merasa bersalah karena meninggalkan siapa pun.

Padahal, beberapa menit sebelumnya kamu masih berusaha mengumpulkan semangat untuk berangkat. Sekarang, setelah rencana itu batal, suasana hati justru terasa lebih ringan. Kamu bahkan sudah membayangkan makanan yang ingin dipesan dan film yang sudah lama tertunda untuk ditonton malam nanti.

  1. 1. Ternyata, energi sosialmu sudah hampir habis

    ilustrasi energi habis
    ilustrasi energi habis (pexels.com/Liza Summer)

    Tidak ada yang salah dengan teman-temanmu. Kamu juga menikmati obrolan panjang bersama mereka, mulai dari membicarakan pekerjaan sampai menertawakan hal-hal tidak penting. Namun, hari itu adalah hari yang cukup melelahkan, membayangkan harus pergi berkumpul dan kembali berinteraksi dengan banyak orang bisa terasa seperti pekerjaan tambahan. Sehingga, sebuah notifikasi berbunyi, “Acara malam ini cancel dulu, ya!”, seakan menjadi penyelamatmu di hari itu.

    Psikolog berlisensi sekaligus certified executive coach, Anne Welsh, menjelaskan bahwa siapa pun, termasuk ekstrover, bisa merasakan kelegaan ketika rencana dibatalkan. “Siapa pun bisa merasakan kelegaan itu karena stres, kelelahan fisik maupun mental, terlalu banyak keputusan yang harus dibuat, tuntutan untuk merawat orang lain, stimulasi yang berlebihan, kecemasan sosial, atau kurangnya waktu untuk beristirahat,” dikutip dari Parade.

  2. 2. Beban untuk bersiap-siap akhirnya hilang

    Ilustrasi bersiap pergi
    Ilustrasi bersiap pergi (pexels.com/mart production)

    Sebelum pergi nongkrong, kamu memikirkan banyak hal kecil yang harus dipersiapkan. Kamu harus menentukan pakaian, memikirkan perjalanan, memperkirakan biaya, hingga mengatur waktu supaya tidak terlambat. Belum lagi kalau tempatnya cukup jauh atau kamu harus menghadapi kemacetan setelah seharian bekerja.

    Psikolog Anne Welsh, menjelaskan bahwa ketika sebuah rencana dibatalkan, seseorang bisa merasakan kebebasan karena mendapatkan kembali waktu yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk kegiatan tersebut. “Bagi kamu, rencana yang dibatalkan berarti berkurangnya satu hal yang harus diingat, diatur, dipersiapkan, dan dipulihkan setelahnya,” dikutip dari Parade.

    Ketika rencana malam itu dibatalkan, kamu akhirnya punya beberapa jam tanpa jadwal yang harus dikejar. Kamu gak perlu terburu-buru menyelesaikan pekerjaan atau berkali-kali melihat jam untuk memastikan apakah masih sempat berangkat. Waktu yang tadinya terasa sudah menjadi milik sebuah janji kini kembali menjadi milikmu lagi.

  3. 3. Kamu punya waktu untuk diri sendiri

    ilustrasi me time
    ilustrasi me time (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Setelah menerima kabar pembatalan, kamu mengganti pakaian dengan baju tidur, mengambil camilan, lalu merebahkan tubuh di tempat tidur. Tidak ada agenda yang menunggu. Tidak ada tuntutan untuk terlihat bersemangat di malam itu.

    Dalam laman Psychology Today, dokter Benjamin Caplan, M.D.,menjelaskan bahwa waktu yang dihabiskan sendirian benar-benar bisa membantu memulihkan energi. Berada sendiri mengurangi stimulasi dari lingkungan sekitar, meringankan tuntutan yang harus dihadapi, dan membuat kita tidak perlu mengerahkan terlalu banyak tenaga untuk merespons berbagai hal.

    Kamu bergegas memilih serial mana yang akan kamu tonton malam itu, membiarkan diri bersantai setelah hari yang melelahkan. Hal-hal sederhana itu terasa sangat menyenangkan karena selama beberapa hari terakhir waktumu terus dibagi antara pekerjaan dan kebutuhan orang lain.

    Malam itu, kamu akhirnya menghabiskan waktu dengan piyama, camilan, dan serial yang sudah lama ingin ditonton. Tidak ada perjalanan panjang, obrolan yang harus diikuti, atau jam pulang yang perlu dipikirkan. Rencana yang batal bukan berarti pertemananmu otomatis ikut berakhir. Tetapi, tak dapat dipungkiri pembatalan rencana malam itu sudah memberi waktu istirahat bagi dirimu sendiri.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More