ilustrasi pacaran (unsplash.com/Happysurd Photography)
Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa sifat pasangan harus sesuai dengan tipe ideal. Meski begitu, tipe ideal seseorang bisa berubah setelah punya pengalaman pacaran. Dulu mungkin kamu mengira pasangan yang selalu mengabari setiap saat adalah hal yang menyenangkan. Setelah menjalaninya, ternyata kamu malah merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri. Atau kamu pernah merasa harus punya pasangan yang sangat romantis, tetapi akhirnya lebih menghargai orang yang sederhana dan bisa diandalkan ketika ada urusan penting.
Dari pengalaman seperti itu, gambaran tentang pasangan yang kamu inginkan bisa ikut berubah. Kamu jadi tahu mana yang memang kamu sukai dan mana yang ternyata hanya terdengar menarik sebelum dijalani. Jadi, tidak masalah kalau pasanganmu sekarang punya sifat yang berbeda dari tipe idealmu dulu. Bisa jadi, setelah mengenalnya lebih jauh, kamu justru menemukan bahwa tipe ideal yang selama ini kamu bayangkan memang bukan yang paling kamu butuhkan.
Punya tipe pasangan tentu bukan masalah, toh setiap orang punya selera masing-masing. Tapi kalau suatu hari ada seseorang yang sifatnya jauh dari tipe kamu dan malah bikin kamu nyaman, apa kamu tetap akan menganggapnya bukan tipe yang cocok? Bisa jadi, justru dari orang seperti itulah kamu menemukan alasan untuk mengubah gambaran mengenai pasangan idealmu.