Cinta seharusnya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan saling mendukung. Namun, tidak semua hubungan yang dibalut kata-kata manis benar-benar sehat. Ada kalanya seseorang terus berkata "aku sayang kamu", tetapi di saat yang sama justru melakukan tindakan yang menyakiti, mengontrol, atau membuat pasangannya kehilangan kebebasan. Kondisi inilah yang sering kali menjadi ciri toxic relationship, yaitu hubungan yang lebih banyak menguras energi daripada memberikan kebahagiaan.
Sayangnya, banyak orang sulit menyadari bahwa mereka sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat. Alasannya, perilaku toxic sering muncul secara perlahan dan diselingi dengan perhatian atau permintaan maaf dari pasangan. Agar tidak terus terjebak dalam hubungan yang merugikan, kenali empat tanda berikut yang menunjukkan hubunganmu mungkin sudah toxic, meski pasangan masih sering mengatakan bahwa ia mencintaimu.
