Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

11 Quotes Paling Menyentuh dari Cerbung Fenomenal "Hati Suhita"

11 Quotes Paling Menyentuh dari Cerbung Fenomenal "Hati Suhita"
Instagram.com/themintsuitcase
Share Article

Hati Suhita adalah novel karya Khilma Anis yang bercerita tentang kehidupan Alina Suhita yang memendam perasaan kepada suaminya, Gus Birru. Novel ini menjadi novel bestseller di tahun 2019 dan sudah tercetak lebih dari 4000 eksemplar. Dikemas dengan "unik" karena mengangkat tema budaya pesantren yang dikolaborasikan dengan falsafah Jawa. Sebelum dijadikan sebagai novel, awalnya cerita ini berupa cerita bersambung yang sudah trending di laman Facebook milik Khilma Anis. Meskipun cerita ini tergolong panjang, tetapi banyak pembaca yang tidak sabar menunggu kelanjutan cerita ini.

Novel ini menceritakan kisah seorang wanita (Alina Suhita) yang sudah dijodohkan oleh putra tunggal seorang kyai besar yang memiliki pondok pesantren (Gus Albirruni). Alina Suhita digambarkan sebagai perempuan cantik dan memiliki khas ning (istilah untuk putri kyai Jawa).

Ia merupakan perempuan tangguh yang taat dengan ajaran Islam dan manut dengan orangtua. Sedangkan Gus Birru adalah putra seorang kyai besar yang sudah dijodohkan dengan Alina Suhita. Karakter Gus Birru ini menyukai dunia aktivis dan pergerakan. Saat menjadi aktivis, Gus Birru memiliki masa lalu bersama Ratna Rengganis yang tak bisa dilupakan, sehingga hatinya belum bisa menerima kehadiran Suhita sepenuhnya.

Nah, dalam "Hati Suhita" ini ada beberapa kutipan yang mengetuk hati kaum hawa pada khususnya. Simak yuk!

  1. 1. "Seteguh apa pun aku bertapa, selama apa pun aku bersila merapal doa, sepanjang apa pun kulafalkan pinta, aku tak mungkin sampai pada pemahaman mengapa aku begitu mencintai Mas Birru." -Alina Suhita

    Pixabay/Pezibear
    Pixabay/Pezibear

    Suhita sudah mencintai Gus Birru sejak mereka dijodohkan. Tetapi Gus Birru masih bersikap dingin padanya. Suhita yakin kalau ia harus berkorban untuk mendapatkan kebahagiannya. Nyesek kan ya?

  2. 2. "Aku bukan ratu. Akulah menjangan yang terluka dan ingin berlari sejauh-jauhnya." -Alina Suhita

    Pixabay/6335159
    Pixabay/6335159

    Nyatanya, Alina Suhita tak setangguh Dewi Suhita. Ia tetaplah seorang perempuan yang mudah putus asa.

  3. 3. "Ia tampil dalam keanggunan, tumbuh menawan. Pesonanya tetap terjaga. Ia bukan kembang yang biasa dipetik. Ia adalah ketenangan yang berjarak. Ia menawan semua orang yang memandang, tapi ia pandai menciptakan batas." -Kang Dharma

    Pixabay/jennyzhh2008
    Pixabay/jennyzhh2008

    Kang Dharma menggambarkan sosok Alina Suhita seperti kembang teratai. Mekar, tumbuh lurus di atas permukaan air, dan tidak tenggelam, meskipun terkadang air itu berlumpur dan kotor. Alina Suhita merupakan sosok yang tenang dalam keindahan. Memang idaman, bukan?

    Diam-diam menghanyutkan.

  4. 4. "Aku belajar banyak hal. Aku menyukai tantangan-tantangan baru, tapi aku sadar, belajar melupakan seseorang adalah pelajaran yang paling sulit." -Ratna Rengganis

    Pixabay/Free-Photos
    Pixabay/Free-Photos

    Ikatan cinta antara Rengganis dan Gus Birru begitu kuat. Tetapi Rengganis terus mencoba mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Tentang Gus Birru yang sudah menikah dengan Suhita. Tapi ia tak bisa melupakan Gus Birru. Terlalu banyak kenangan yang mereka ciptakan. Rasanya sulit melupakan seseorang yang pernah singgah di hati.

  5. 5. "Laki-laki kadang yang dikangeni bukan sosok, tapi momennya." -Arya

    Pixabay/PublicDomainPictures
    Pixabay/PublicDomainPictures

    Rengganis menceritakan tentang kisah masa lalunya dengan Gus Birru kepada Arya. Kenyataannya, Arya juga memiliki masa lalu yang tak mudah dilupakan. Yang dirindukan Arya sekarang hanya sebatas momen-momen yang dulu. Ia yakin kalau hanya sebatas itu, kelak bisa digantikan oleh orang lain. Bukannya seperti itu?

  6. 6. "Kita baru bisa berhenti mengenang seseorang, kalau kita penuhi hati dan pikiran kita dengan hal-hal baru." -Ratna Rengganis

    Pixabay/pixel2013
    Pixabay/pixel2013

    Melalui Arya, Rengganis mengenal aktivitas baru, hingga membuat Rengganis mulai melupakan sosok Gus Birru yang pernah mewarnai hari-harinya. Melupakan sosoknya secara perlahan.

  7. 7. "Dia memang perempuan asing, tapi dia punya banyak kesempatan. Aku memang perempuan yang mengenalnya lebih awal, bahkan lebih lama, lebih dekat dari yang orang lain tahu. Tapi aku tak punya lagi kesempatan. Aku tak memiliki apapun selain kenangan." -Ratna Rengganis

    Pixabay/Bayu_Z
    Pixabay/Bayu_Z

    Rengganis boleh memiliki banyak kenangan dengan Gus Birru di masa lalu, tapi bukan ia yang melukis kisah indah di masa depan. Masa depan tetaplah milik Gus Birru dan Alina Suhita yang sudah menjalin hubungan dengan resmi.

  8. 8. "Kesediaanku untuk menjauh dari hidupnya adalah kado terbaikku untuk pernikahannya. Aku mencintainya, harus kurelakan dia bahagia. Walaupun itu berarti aku kehilangan seluruh kekuatanku." -Ratna Rengganis

    Pixabay/Tumisu
    Pixabay/Tumisu

    Kata orang, mencintai tak harus memiliki bukan? Melihat ia bahagia itulah arti mencintai yang sebenarnya.

  9. 9. "Cintaku padanya tetap tumbuh dalam diam. Menguncup pelan dalam sukmaku walau hampir setiap hari dia bersikap beku." -Alina Suhita

    Pixabay/PhotoMIX-Company
    Pixabay/PhotoMIX-Company

    Suhita hanya bisa mencintai Gus Birru dalam diam. Betapa tragis nasib cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Tapi sejauh ini ia masih sanggup bertahan.

  10. 10. "Andai aku bisa melumpuhkan ingatan. Mungkin juga akan kuhardik kenangan. Agar ia tidak terus berkelindan. Menghalangi pandangan. Atas masa depan." -Puisi Gus Birru

    Pixabay/StartupStockPhotos
    Pixabay/StartupStockPhotos

    Suhita menemukan secarik kertas saat ia membuka novel Jejak Langkah. Isinya juga ditujukan kepada Rengganis. Nama Rengganis benar-benar memenuhi kamar itu.

  11. 11. "Aku sangat bahagia. Mushaf di tanganku. Mas Birru di pangkuanku. Al-Anwar di pikiranku. Abah ummik di hatiku. Dan benih Mas Birru, baru saja, di rahimku." -Alina Suhita

    Pixabay/MabelAmber
    Pixabay/MabelAmber

    Akhirnya, penantian dan kesabaran Alina Suhita berbuah manis di akhir. 

    Ngomong-ngomong sudah baca novelnya atau belum? Siapa sih tokoh favoritmu dalam "Hati Suhita"? Nah, kabarnya "Hati Suhita" diangkat menjadi film layar lebar lho! Penasaran seperti apa? Tunggu saja ya..

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More