Comscore Tracker

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'

#IDNTimesLife Berdayakan perempuan sebagai Tim Bukaan

Perjalanan menjemput buah hati kerap menorehkan kisah tersendiri. Itulah momen terbaik yang ingin diabadikan Stefany Putri melalui Bukaan Moment. Akrab disapa Puput, ia adalah perempuan hebat di balik terbentuknya Bukaan Moment, jasa foto dan video untuk momen kelahiran.

Lebih dari 1000 anak telah didokumentasikan sepanjang 4 tahun ini. Dalam wawancara khusus bersama IDN Times pada Minggu (27/6/2021) lalu, Puput membagikan perjalanannya bersama Bukaan Moment dan kisah inspiratif di baliknya. 

1. Keinginan memiliki anak jadi pemicu Puput untuk resign dan memulai lembaran baru

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'Stefany Putri, Founder Bukaan Moment (instagram.com/putciput)

Puput sudah membangun bahtera rumah tangga bersama Andreas Aditya Swasti selama 8 tahun lamanya. Sebagai sepasang suami istri, tentu mereka mengharapkan kehadiran anak yang melengkapi keluarga.

Hal ini memicu perempuan berambut sebahu itu, untuk memutuskan keluar dari pekerjaan sebelumnya di bidang manufaktur. Lantas, ia akan memulai program hamil.

“Kata orang-orang kecapekan tuh, kerjanya gini gini, ya udah kita ikutin kata orang. Mencoba resign, terus akhirnya program, dan belum berhasil,” ceritanya.

Karena tidak terbiasa berdiam diri, pada akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti beberapa komunitas ibu hamil. Walaupun kondisinya belum hamil, ia justru tertarik memperdalam ilmu seputar kehamilan sebagai bekalnya nanti.

“Aku orangnya gak bisa diam di rumah aja. Akhirnya aku ikut komunitas-komunitas gitu. Ada namanya komunitas gentle birth sama Bidan Kita atau bidan Yesi. Aku ingin mempersiapkan diri. Kalau nanti hamil, aku sudah mengerti ilmunya. Jadi, aku ingin membantu mereka sekaligus mendapatkan ilmu seputar melahirkan,” terangnya.

2. Baginya, ide itu harus segera dieksekusi. Berawal dari membantu teman, terbentuklah Bukaan Moment yang penuh inspirasi

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'Stefany Putri, Founder Bukaan Moment (instagram.com/putciput)

Puput menuturkan pada IDN Times bahwa profesi sebagai fotografer ini sama sekali tidak ada dalam rencana hidupnya. Semuanya berjalan tiba-tiba dan hanya bermodalkan nekat. 20 April 2017 merupakan momen pertamanya membantu mengabadikan proses persalinan teman.

Dalam kehidupan ini, mencoba memulai hal yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya, tentu tidaklah mudah. Hal ini pula yang dirasakan oleh Puput ketika harus mendokumentasikan proses kelahiran secara langsung.

Diakui, dirinya merasa ketakutan di awal. Tetapi setelah melihat secara langsung, ternyata proses persalinan itu tidak semenakutkan yang ia pikirkan.

Puput mengumpamakan, “Jadi ibaratnya itu kalau orang main bola, kan golnya ke gawang. Nah, kalau lahiran ini mengeluarkan bayi dari gawangnya. Itu yang bikin semangat."

Menurut wanita 34 tahun ini, ide itu harus segera dieksekusi. Ia terpanggil untuk segera membuat laman media sosial hingga tercetus nama Bukaan Moment tanpa berpikir panjang. Ternyata keikutsertaan dalam komunitas, menolong Puput memulai perjalanan Bukaan Moment.

Mengutip dari Thomas Edison, “I find what the world needs. Then i go ahead and try to invent it,” yang berarti bahwa aku tahu apa yang dunia butuhkan, aku maju dan mencoba menciptakan itu. Kutipan ini agaknya selaras dengan pemikiran Puput.

Kalau kamu memiliki suatu ide, maka segera eksekusi. Buatlah ide itu menjadi kenyataan, sebelum ada orang lain yang mengambil ide tersebut.

Dalam mewujudkan ide, Puput pun belajar banyak hal. Tak terkecuali, belajar mengembangkan kemampuan fotografinya yang semula awam hingga kini dicari oleh banyak orang.

Kebutuhan masyarakat akan dokumentasi dimanfaatkan Puput untuk belajar fotografi. “Sama-sama belajar lah. Kamu butuh dokumentasi, aku butuh pengalaman, ya ayolah gak papa,” ungkapnya lagi.

3. Birth photography bukan soal kecantikan, tetapi momen kelahiran bayi dan kelahiran orangtua baru. Itu momen sekali seumur hidup

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'Stefany Putri, Founder Bukaan Moment (instagram.com/putciput)

Dalam membangun Bukaan Moment, tentu saja ada tantangan meyakinkan para calon ibu. Ia bercerita perihal ketakutan mereka yang tidak percaya diri dengan penampilan saat melahirkan nanti. Namun, hal ini berhasil ditepis oleh Puput.

“Bukan kecantikan yang mau diambil dalam birth photography, tapi momennya itu. Momen yang hanya benar-benar sekali, si bayi itu lahir dan orangtua pun terlahir juga menjadi ayah dan ibu. Bukan tentang kecantikan, tetapi keseluruhan momennya yang mungkin lima tahun lagi kamu bakal merasa, ‘Wah, untung aku punya dokumentasi seperti ini,’” ucap perempuan yang menyelesaikan studi S1 Teknik Industri di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ini.

Ia pun tak menyangka bahwa respon dari klien begitu baik. Justru seluruh dokumentasinya bisa jadi semangat di saat mereka sedang mengalami postpartum (masa setelah kelahiran bayi dan masa si ibu memulihkan kondisi fisiknya).

“Jadi bikin semangat lagi. Maksudnya, gak cuma sekadar video dan foto, tetapi ada makna lain di balik itu,” tambah Puput.

Saat ditanya perihal kendala tersulitnya, Puput berujar jika waktu dan komunikasi jadi tantangannya selama bekerja. Pemberian penjelasan yang tepat kepada pihak rumah sakit dan dokter, perlu dilakukan untuk memastikan bahwa proses dokumentasi ini tidak mengusik atau mengganggu proses persalinan.

Menyikapi hal itu, ia selalu memprioritaskan pergerakan ruang dokter dan bidan. Jika terjadi emergency, maka Puput tidak akan memaksakan diri untuk berada dalam satu ruang demi footage yang bagus.

Ia juga memberikan pengertian pada klien bahwa proses persalinan setiap orang pasti berbeda. Jadi, hasilnya pun belum tentu sama.

“Karena gak ada waktu yang pasti, jadi tim aku memang selalu standby 24 jam. Kalau wedding gitu kan ada waktu pasti, misal 4 jam selesai. Kalau lahiran normal kita gak tahu nih, aku sampai 1x24 jam atau 2x24 jam nungguin dia lahir, tapi gak lahir-lahir. Jadi ya, benar-benar gak ketebak,” tuturnya.

Baca Juga: Cerita Kinanti Sekar Lestarikan Seni Tari Tradisional 

4. Pandangan sebelah mata tentang fotografi kelahiran diubahnya sebagai lahan yang bermakna

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'Stefany Putri, Founder Bukaan Moment (instagram.com/putciput)

Pekerjaan sebagai fotografer kelahiran terbilang jarang ditemui. Hal ini sempat menimbulkan stigma atau pandangan kurang baik terhadap profesi yang digeluti Puput. Awalnya, suami penuh dengan kekhawatiran karena ia mengganggap ini hal yang tabu.

Sama dengan pandangan orang lain yang belum mengenal birth photography, mereka mulai mempertanyakan esensi dokumentasi saat calon ibu kesakitan. Bagi Puput, tanggapan-tanggapan ini justru semakin memicunya untuk terus maju.

“Karena masih baru, jadi harus benar-benar dijelaskan bahwa ini bukan tentang sakitnya tetapi ini tentang memori,” ujarnya dengan semangat.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin banyak dukungan dan Bukaan Moment pun semakin diminati. Masyarakat mulai sadar akan kebutuhan mereka untuk mengenang masa-masa indahnya proses persalinan.

Konsep Ikigai merepresentasikan Bukaan Moment. Semuanya ada mulai dari sisi passion, value, finance, dan pastinya bermanfaat untuk orang lain.

Meskipun sempat terdampak pandemik, sosok yang awalnya awam dengan kamera ini, memilih melewati semuanya dengan penuh syukur. Apa pun yang terjadi, diterima saja karena rezeki sudah ada yang mengatur.

5. Bentuk women empowerment, Puput sengaja memilih perempuan sebagai bagian dari tim Bukaan Moment

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'Stefany Putri dan Tim (instagram.com/putciput)

“Karena melahirkan itu kan terbuka dan akan lebih nyaman buat suami kalau yang datang perempuan juga. Kalau cowok kan, nanti auratnya terlihat orang lain. Bahkan banyak orang sekarang memilih dokter itu yang perempuan. Jadi memang aku syaratkan tim bukaan itu harus perempuan,” tutur Puput

Itulah yang menjadi alasan mendasar bagi Puput untuk memilih perempuan sebagai bagian dari tim Bukaan Moment. Mempekerjakan perempuan dari berbagai latar belakang merupakan upayanya memberdayakan perempuan. Tak sembarang orang yang dipilihnya.

Di tengah dunia yang penuh dengan stereotip, women empowerment itu krusial karena perempuan juga gak kalah berpotensi dari laki-laki. Seharusnya, gender bukanlah penentu yang bisa membatasi pergerakan perempuan untuk berkarya.

Konsep kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan ini ditunjukkan Puput melalui timnya. Skill dan karakter merupakan dua hal yang penting diperhatikan sebagai birth photographer. Nyatanya, fotografer juga punya andil untuk memberikan afirmasi positif dan mendampingi proses persalinan.

Skill memang perlu, tetapi balik lagi untuk mendokumentasikan persalinan, kita juga butuh hati yang baik. Personality yang bersahabat, tenang, sabar, karena bisa dibilang kita mendampingi mereka (klien_red) juga. Timku gak cuma foto doang, kita juga bantu mengelus. Aku selalu bilang ke mereka, coba baca artikel tentang persalinan juga, jadi kalian mengerti. Jadi ya, kita belajar banyak, sih. Gak cuma belajar dari sisi fotografinya doang, kita suka sharing dan saling membantu,” jelasnya

Ia pun menggambarkan rasa syukurnya terhadap perjalanan Bukaan Moment yang tadi hanya seorang diri. Perjalanan 4 tahun Bukaan Moment berhasil berdayakan perempuan sebagai #TimBukaan, saling mendukung untuk berkarya dengan hati dan rasa.

Kini, ia ditemani 17 orang lainnya yakni Soraya, Nadiya, Olfi, Prastika, Clara, Meisha, Kartika, Ken Dea, Debby, Kirania, Sheyla, Lintang, Amelia, Monique, Angela Dea, Nabilla, Dhya. Semuanya tersebar di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Makasar, hingga Batam.

Pesan Puput untuk anak muda adalah terlepas dari background pendidikan, setiap orang harus punya skill. Jangan hanya berpatok pada kuliah saja, kita perlu mengasah kembali potensi dan keterampilan.

6. Di balik momen haru Bukaan Moment, ada kisah perjuangan Puput untuk bertemu sang buah hati

Kisah Inspiratif Stefany Putri dan Perjuangan di Balik 'Bukaan Moment'Stefany Putri, Founder Bukaan Moment (instagram.com/putciput)

Melalui media sosialnya, ibu muda ini berbagi kisah perjalanan penuh haru untuk bertemu buah hati. Tagar JourneyToBukaan mengisahkan perjuangannya mengikuti program kehamilan.

Namun, waktu Tuhan belum tepat. Ia kehilangan kedua buah hatinya di minggu ke-19 setelah menanti begitu lama.

Tujuan utamanya ialah berbagi informasi seputar program hamil dan kesadaran tentang kesuburan. Ini karena masih sedikit informasi seputar hal tersebut. Tak disangka, apa yang ia tulis bisa menjadi support system untuk orang lain dengan pergumulan sama.

Saat ditanya apa yang memotivasinya untuk berbagi pengalaman istimewa tersebut, ia berpendapat bahwa sharing is caring. Ia juga belajar banyak dari Bukaan Moment dan lebih bersyukur karena apa yang ia alami, gak sebanding dengan penantian pasangan lain yang lebih lama.

"Klien-klienku banyak yang lebih lama. Ada yang 14 tahun, 11 tahun, 12 tahun, di situ yang bikin aku jadi semangat lagi untuk program. Mereka udah umur segitu masih semangat buat program. Pernikahan di atas 10 tahun, mereka masih semangat. Mereka udah pernah gagal, tetap masih semangat," imbuhnya.

“Bedanya Bukaan Moment dengan birth photography yang lain, mungkin karena background-ku. Aku dan suami berharap one day kami yang ada di video itu,” terangnya penuh harap.

Dalam obrolan hangat ini, ia berpesan juga pada perempuan lain yang sedang berjuang dalam hidupnya untuk tidak pernah menyerah dan harus bersabar. Waktu Tuhan dan manusia itu berbeda. Apa yang menurut manusia sudah tepat, belum tentu tepat bagi Tuhan.

“Perjalanan aku sama suami mau punya anak belum mulus, di situ makin ditempa. Setiap ada kesusahan datang, pasti aku terima dulu. Jangan menyangkal. Karena kalau menyangkal, jadinya stres sendiri. Jadi ya harus diterima, oh ya sudahlah memang mungkin sekarang harus begini,” tutupnya.

Itulah kisah inspiratif Stefany Putri dan perjalanannya membangun Bukaan Moment. Semoga bisa menginspirasimu untuk lebih bersyukur dalam menjalani hidup, ya!

Baca Juga: Perjalanan dan Filosofi Hidup Ni Loh Gusti Madewanti, Founder DROUPADI

Topic:

  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya