ilustrasi laki-laki dan perempuan memilih pakaian bekas (pexels.com/julia-m-cameron)
Kalau tertarik mencoba genderless fashion, kamu gak perlu langsung mengganti seluruh isi lemari. Mulailah dengan memilih pakaian berdasarkan potongan dan kenyamanan, misalnya straight-leg jeans, blazer oversized, sweater berpotongan longgar, kemeja polos, trench coat, atau celana wide-leg. Item dengan siluet sederhana seperti ini cenderung lebih fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya.
Selain bentuk pakaian, warna netral juga bisa membuat wardrobe terasa lebih fleksibel. Hitam, putih, navy, beige, abu-abu, olive, dan krem dapat dipadukan dengan mudah sekaligus membuat perhatian lebih tertuju pada potongan dan tekstur pakaian. Untuk melengkapinya, kamu bisa memilih aksesori sederhana, seperti sneakers, tote bag, jam tangan minimalis, atau kalung rantai yang dapat digunakan tanpa terikat pada kategori gender tertentu.
Namun, membangun wardrobe netral gender bukan berarti harus mengikuti aturan baru soal pakaian yang benar. Pilih saja item yang nyaman dan sesuai kepribadianmu, karena menurut Idan Gilony, tantangannya adalah masyarakat sudah terbiasa dengan standar fashion tertentu.
“Bukan berarti masyarakat belum siap, tetapi kita sudah sangat, sangat terbiasa dengan standar tertentu sehingga sulit untuk memilih sesuatu yang berbeda,” ujar Idan Gilony.
Demikianlah genderless fashion memberi kebebasan memilih pakaian sesuai kenyamanan dan karakter. Jadi, bebas bereksperimen tanpa terpaku pada label gender, deh!