Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Pro-Aging? Tren Perawatan Kulit Tanpa Takut Menua

Apa Itu Pro-Aging? Tren Perawatan Kulit Tanpa Takut Menua
ilustrasi menyentuh wajah (pexels.com/shinydiamond))
Intinya Sih
  • Tren pro-aging menekankan penerimaan proses penuaan secara positif, dengan fokus menjaga kesehatan kulit dan membangun rasa percaya diri tanpa tekanan untuk selalu tampak muda.
  • Pendekatan ini tidak melarang penggunaan produk anti-aging, tetapi mengubah tujuan penggunaannya menjadi mendukung kebutuhan kulit dan kesehatan jangka panjang, bukan sekadar melawan tanda penuaan.
  • Pro-aging mendorong gaya hidup sehat serta rutinitas sederhana seperti membersihkan, melindungi, dan melembapkan kulit agar tetap optimal seiring bertambahnya usia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selama bertahun-tahun, istilah anti-aging mendominasi dunia kecantikan. Berbagai produk dan perawatan berlomba-lomba menawarkan cara untuk menyamarkan kerutan, mengencangkan kulit, hingga membuat seseorang tampak lebih muda. Namun, belakangan ini muncul pendekatan baru yang semakin populer, yaitu pro-aging.

Berbeda dengan anti-aging yang sering dikaitkan dengan upaya melawan tanda-tanda penuaan, pro-aging mengajak seseorang menerima proses bertambahnya usia sebagai bagian alami kehidupan. Kira-kira, seperti apa konsep pro-aging ini sebagai tren perawatan kulit? Langsung cek artikel berikut, yuk!

1. Pro-aging mengajak kita menerima proses penuaan secara positif

ilustrasi membersihkan wajah
ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/miriamalonso)

Pro-aging adalah pola pikir yang memandang penuaan sebagai proses alami yang tidak perlu ditakuti. Alih-alih berfokus menghapus setiap garis halus atau kerutan, pendekatan ini mendorong seseorang untuk merawat kulit agar tetap sehat di setiap tahap kehidupan. Dengan begitu, tujuan utama perawatan kulit bukan lagi mengejar usia yang tampak lebih muda, melainkan menjaga kondisi kulit tetap optimal.

Konsep ini juga membantu mengubah cara pandang terhadap bertambahnya usia. Pengalaman hidup, perubahan fisik, dan proses penuaan dianggap sebagai bagian dari perjalanan yang patut dihargai, bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Karena itu, pro-aging sering dikaitkan dengan penerimaan diri dan rasa percaya diri yang lebih sehat.

"Pro-aging adalah istilah dan konsep yang pada dasarnya menawarkan pendekatan yang jauh lebih positif terhadap proses penuaan. Kita tidak bisa menghentikan penuaan. Penuaan adalah bagian yang normal dan sehat dari kehidupan. Melihat proses penuaan secara realistis dan positif, serta bekerja bersama pertahanan alami tubuh, merupakan konsep yang jauh lebih modern," ujar George Baxter-Holder, praktisi keperawatan estetika di SkinSpirit, dikutip dari Real Simple.

2. Tetap boleh memakai produk anti-aging jika dibutuhkan

ilustrasi menyentuh wajah
ilustrasi menyentuh wajah (pexels.com/olly)

Menerapkan konsep pro-aging bukan berarti harus berhenti menggunakan retinol, vitamin C, peptida, atau bahan aktif lain yang sering disebut sebagai kandungan anti-aging. Banyak bahan tersebut telah didukung penelitian dan terbukti membantu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi tampilan garis halus, serta menjaga elastisitas kulit. Karena itu, pro-aging lebih berkaitan dengan pola pikir daripada jenis produk yang digunakan.

Perbedaannya terletak pada tujuan penggunaan produk tersebut. Jika sebelumnya seseorang memakai skincare karena takut terlihat tua, pendekatan pro-aging mengajak kita menggunakan produk berdasarkan kebutuhan kulit. Dengan kata lain, fokusnya bergeser dari melawan penuaan menjadi mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Pendekatan ini juga memberi kebebasan bagi setiap orang untuk menentukan rutinitas perawatan yang sesuai dengan kondisi dan preferensi masing-masing. Tidak ada kewajiban untuk mengikuti standar kecantikan tertentu agar dianggap menarik atau berhasil menua dengan baik. Yang terpenting adalah kulit terasa sehat, nyaman, dan terawat.

3. Pro-aging menekankan pentingnya gaya hidup sehat

ilustrasi wajah glowing
ilustrasi wajah glowing (freepik.com/wayhomestudio)

Dalam konsep pro-aging, kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada skincare. Faktor gaya hidup seperti tidur yang cukup, pola makan bergizi, hidrasi yang baik, dan pengelolaan stres juga berperan besar dalam menjaga kondisi kulit. Hal ini karena kulit sering kali mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, pro-aging mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh dalam merawat diri. Rutinitas perawatan tidak hanya berhenti pada penggunaan serum atau pelembap, tetapi juga mencakup kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan fisik dan mental. Pendekatan ini dinilai lebih realistis karena memperhatikan kebutuhan tubuh secara keseluruhan.

"Pro-aging berarti bekerja bersama tubuh, menggunakan kelembapan, antioksidan, dan proses regenerasi sel untuk menjaga kulit tetap dalam kondisi terbaiknya," kata George Baxter-Holder.

4. Rutinitas pro-aging sebenarnya cukup sederhana

ilustrasi wanita membersihkan wajah
ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ronlach)

Banyak orang mengira merawat kulit agar tetap sehat seiring bertambahnya usia membutuhkan banyak produk dan tahapan yang rumit. Padahal, para ahli menilai bahwa rutinitas dasar pro-aging justru relatif sederhana dan mudah diterapkan. Kuncinya adalah konsistensi dalam merawat kulit setiap hari.

Langkah-langkah dasar seperti membersihkan wajah, menggunakan tabir surya, dan menjaga kelembapan kulit sudah menjadi fondasi penting dalam konsep pro-aging. Ketiga langkah tersebut membantu melindungi kulit dari berbagai faktor yang dapat mempercepat kerusakan kulit, seperti sinar ultraviolet dan paparan polusi. Karena itu, kualitas rutinitas sering kali lebih penting daripada jumlah produk yang digunakan.

"Pro-aging adalah tentang membuat penyesuaian kecil, mengubah kebiasaan seiring bertambahnya usia, dan melakukan langkah-langkah kecil secara konsisten yang manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang. Rutinitas dasar pro-aging sebenarnya sangat sederhana, membersihkan, melindungi, dan melembapkan kulit," ujar Paul Jarrod Frank, dokter spesialis kulit bersertifikat di New York, dikutip dari Real Simple.

5. Membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri

ilustrasi perempuan membersihkan wajah
ilustrasi perempuan membersihkan wajah (pexels.com/sorashimazaki)

Salah satu alasan mengapa konsep pro-aging semakin diminati adalah karena pendekatan ini dapat mengurangi tekanan sosial terkait penampilan. Banyak orang merasa harus mempertahankan wajah yang selalu tampak muda agar dianggap menarik. Padahal, standar kecantikan seperti itu sering kali sulit dicapai dan dapat memengaruhi kesehatan mental.

Melalui pro-aging, seseorang diajak untuk lebih menghargai dirinya sendiri dan menerima perubahan yang terjadi seiring waktu. Perawatan kulit tidak lagi dipandang sebagai cara untuk memperbaiki kekurangan, melainkan sebagai bentuk perhatian terhadap diri sendiri. Dengan begitu, hubungan antara seseorang dan tubuhnya bisa menjadi lebih positif dan penuh penerimaan.

Konsep ini mengajak kita merawat kulit dan tubuh dengan cara yang lebih realistis, sehat, serta bebas dari tekanan untuk selalu terlihat muda. Karena kulit yang sehat dan rasa percaya diri yang kuat akan selalu lebih penting daripada sekadar mengejar penampilan yang tampak lebih muda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More