Ronce melati Syifa Hadju. (instagram.com/didietmaulana)
Ronce melati hasil anyaman Didiet memang memiliki desain yang tak biasa. Berbeda dari model pada umumnya yang dianyam padat, lurus, dan bentuknya cenderung teratur, rompi ronce melati Syifa berbentuk seperti renda. Setiap ujungnya turut digantungkan kristal mewah. Hal ini terlihat menarik perhatian sebab tak banyak yang menerapkan kreasi serupa.
Meski demikian, Didiet menyebut anyaman melati yang dibuatnya tidaklah melanggar pakem siraman. Sebab, saat siraman, hal yang menjadi pakem adalah air yang digunakan untuk proses siraman tersebut. "Boleh mas. Yang penting air siraman air tawar yang diambil dari tujuh sumber mata air, ditaburi bunga telon yaitu mawar, melati, kenanga, dua buah kelapa gading yang diikat jadi satu, dimasukkan ke dalam jambangan berisi air bunga, mangir, kendi berisi air wudhu, londo merang, air asam atau santan yang diberi jeruk purut. Matur suwun mas perhatiannya🙏🏻," jawab Didiet kepada salah satu akun.
Prosesi siraman memang memiliki makna filosofis yang mendalam, terlebih bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Ritual siraman menjadi simbol penyucian diri serta bentuk kesiapan untuk meninggalkan fase kehidupan baru.