Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Detail Menarik di Balik Ronce Melati Siraman Syifa Hadju, Sesuai Pakem?
Ronce melati Syifa Hadju. (instagram.com/didietmaulana)
  • Syifa Hadju dan El Rumi menggelar pengajian pranikah serta prosesi siraman pada 24 April 2026, dengan busana rancangan Didiet Maulana dari Svarna by IKAT Indonesia.
  • Busana Syifa berupa kemben batik jumputan biru langit dengan bordir dan aksen belt pink-merah, mencerminkan warna favorit pasangan calon pengantin.
  • Ronce melati rancangan Didiet dihiasi kristal di ujungnya, tampil unik namun tetap sesuai pakem karena aturan utama siraman terletak pada penggunaan air suci dari tujuh sumber.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mantap melangkah ke jenjang yang lebih serius, Syifa Hadju dan El Rumi menggelar acara pengajian pranikah dilanjutkan dengan siraman. Rangkaian acara tersebut berlangsung pada Jumat (24/4/2026) di dua tempat yang berbeda.

Penampilan Syifa kenakan baju pengajian hingga siraman tentu menjadi sorotan publik. Namun, detail dari rangkaian bunga melati yang dipakai saat proses siraman, justru mencuri fokus publik karena anyamannya berbeda pada rangkaian sejenis. Kira-kira, bagaimana detail busana Syifa di momen sakral tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini!

1. Detail busana Syifa Hadju, mulai dari kemben hingga kebaya sungkeman

Ronce melati Syifa Hadju. (instagram.com/didietmaulana)

Busana Syifa saat prosesi siraman merupakan karya desainer ternama Didiet Maulana dari butik Svarna by IKAT Indonesia. Untuk proses siraman, Syifa kenakan kemben dari kain inspirasi batik motif jumputan. Kain berbahan katun ini, dibuat lebih memesona berkat bordir di beberapa sisi.

Model kembennya dibuat melilit di tubuh dengan detail drappery pada sejumlah sisi. Bagian kerahnya didesain off the shoulder, sementara di area pinggang dihadirkan aksen belt dari warna yang kontras, yakni pink-merah.

Menariknya, kain batik jumputan dipilih warna biru langit, sesuai dengan permintaan calon pengantin, Syifa dan El. Didiet jugaenyebut, warna biru langit adalah kesukaan El sehingga diimplementasikan dalam busana kedua calon mempelai.

"Dengan busana kemben dan kain inspirasi dari jumputan tetap dalam konsep warna Biru Langit. Menariknya kali ini tim Svarna mendevelop motif jumputan dengan bordir," ujar Didiet dalam unggahannya di Instagram.

2. Ronce melati karya Didiet Maulana

Ronce melati Syifa Hadju. (instagram.com/didietmaulana)

Selaras dengan kemben dan baju sungkeman calon pengantin, Didiet juga mendesain ronce melati yang digunakan saat siraman. Ini adalah pertama kalinya ia membuat rangkaian melati untuk proses pranikah. Hasilnya, anyaman melati terlihat begitu artsy dan elegan dengan untaian yang apik.

Selain itu, keunikan lain dalam rangkaian melati tersebut adalah kombinasi kristal di beberapa sisi. Didiet menautkan kristal di ujung rangkaian melati untuk menambah tampilan kemilau calon pengantin.

"Pertama kali membuat rangkaian melati untuk prosesi siraman. Dengan melati segar mewangi dan kombinasi kristal menambah kemilau tampilan CPW hari ini," tulisnya lagi di unggahannya.

3. Ronce melati dengan kristal, apakah sesuai pakem?

Ronce melati Syifa Hadju. (instagram.com/didietmaulana)

Ronce melati hasil anyaman Didiet memang memiliki desain yang tak biasa. Berbeda dari model pada umumnya yang dianyam padat, lurus, dan bentuknya cenderung teratur, rompi ronce melati Syifa berbentuk seperti renda. Setiap ujungnya turut digantungkan kristal mewah. Hal ini terlihat menarik perhatian sebab tak banyak yang menerapkan kreasi serupa.

Meski demikian, Didiet menyebut anyaman melati yang dibuatnya tidaklah melanggar pakem siraman. Sebab, saat siraman, hal yang menjadi pakem adalah air yang digunakan untuk proses siraman tersebut. "Boleh mas. Yang penting air siraman air tawar yang diambil dari tujuh sumber mata air, ditaburi bunga telon yaitu mawar, melati, kenanga, dua buah kelapa gading yang diikat jadi satu, dimasukkan ke dalam jambangan berisi air bunga, mangir, kendi berisi air wudhu, londo merang, air asam atau santan yang diberi jeruk purut. Matur suwun mas perhatiannya🙏🏻," jawab Didiet kepada salah satu akun.

Prosesi siraman memang memiliki makna filosofis yang mendalam, terlebih bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Ritual siraman menjadi simbol penyucian diri serta bentuk kesiapan untuk meninggalkan fase kehidupan baru.

Editorial Team