ilustrasi memakai serum rambut (magnific.com)
Tidak semua masalah rambut cepat bau harus diatasi dengan semakin sering keramas. Yang lebih penting adalah menyesuaikan perawatan dengan kondisi kulit kepala dan rambut. Membersihkan kulit kepala secara teratur dengan sampo dan air dapat membantu menghilangkan minyak, sel kulit mati, serta berbagai mikroorganisme yang menumpuk.
Namun, frekuensi keramas tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Jika terdapat ketombe atau dermatitis seboroik, dokter kulit dapat menyarankan sampo khusus atau perawatan tertentu. American Academy of Dermatology juga menjelaskan bahwa sampo antiketombe dapat digunakan untuk membantu mengendalikan dermatitis seboroik pada kulit kepala, dengan frekuensi yang disesuaikan berdasarkan kondisi rambut dan anjuran dokter.
Apabila bau tidak kunjung hilang meskipun perawatan sudah dilakukan, atau disertai rasa gatal berat, iritasi, luka, sisik yang menetap, maupun tanda infeksi, sebaiknya periksakan kulit kepala kepada dokter.
Pada akhirnya, rambut yang cepat bau setelah keramas tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang kurang menjaga kebersihan. Kondisi kulit kepala, produksi minyak, keringat, residu produk, dan masalah kulit tertentu dapat ikut berperan. Dengan mengetahui penyebab yang mungkin, perawatan rambut bisa disesuaikan tanpa harus asal menambah frekuensi keramas.