Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Beauty Trend Baru: Kualitas Produk Geser Pengaruh Harga dan Influencer

Beauty Trend Baru: Kualitas Produk Geser Pengaruh Harga dan Influencer
ilustrasi melakukan rutinitas skincare (pexels.com/Sora Shimazaki)
Intinya Sih
  • Riset Jakpat 2025 menunjukkan mayoritas responden aktif menggunakan produk makeup, terutama lip product dan complexion, menandakan kebutuhan akan tampilan natural tetap tinggi di kalangan Gen Z dan Milenial.
  • Kualitas produk menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian kosmetik, menggeser pengaruh harga dan rekomendasi influencer yang kini dinilai kurang kredibel oleh sebagian konsumen.
  • Body care kini dipandang sebagai bentuk investasi kesehatan kulit; konsumen lebih fokus pada kecocokan, keamanan, serta efektivitas produk dibanding sekadar harga atau tren semata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Industri kecantikan terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat dengan hadirnya beragam produk yang semakin inovatif. Mulai dari produk perawatan wajah, tubuh, hingga makeup, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik kulit masing-masing.

Untuk memahami tren serta kebiasaan masyarakat dalam menggunakan produk kecantikan, Jakpat melakukan serangkaian survei sepanjang 2025. Laporan yang melibatkan hampir 5.000 responden dari kalangan Gen Z, Milenial, dan Gen X ini mengulas tiga kategori utama, yakni makeup, perawatan wajah (skincare), serta perawatan tubuh dan rambut (body & hair care).

1. Tren makeup 2025

hasil riset Jakpat
hasil riset Jakpat (dok. Jakpat)

Menurut hasil riset, pada 2025 hampir semua di antara 1290 responden menggunakan produk bibir (99 persen) dan produk wajah (97 persen). Adapun jenis makeup lain yang paling banyak digunakan, ialah produk mata (80 persen) dan alis (69 persen).

Produk perawatan bibir jadi yang teratas dengan tiga produk yang paling banyak digunakan yaitu, lipstick (55 persen), lip cream (48 persen), serta lip balm (48 persen). Kemudian untuk produk wajah, complexion seperti liquid complexion atau cushion adalah kategori yang paling banyak digunakan dengan persentase 85 persen yang disusul bedak sebanyak 69 persen.

2. Kualitas produk jadi prioritas, geser peran influencer

hasil riset Jakpat
hasil riset Jakpat (dok. Jakpat)

Dari hasil riset yang dilakukan untuk mengatahui tren makeup, kualitas dan hasil pada kulit menjadi faktor utama yang dipilih konsumen dalam memilih produk riasan untuk wajahnya, dengan skor tertinggi 4,48 dari 5. Selanjutnya, pertimbangan harga dan promosi berada di skor 4,36, kredibilitas dan informasi produk (3,87). Terakhir, rekomendasi dari orang dan beauty infuencer dengan skor 3,52.

Head of Research Jakpat, Aska Primardi, menyebut, berdasarkan hasil riset ditemukan bahwa peran dari beauty influencer cukup dominan dan menjadi source of awerness. Kendati demikian, hal tersebut belum mampu menjadi faktor utama yang memengaruhi konsumen untuk membeli produk makeup.

"Nampaknya, hal ini relevan dengan isu beberapa waktu lalu tentang kredibilitas influencer yang dipertanyakan karena memberikan informasi yang kurang tepat, sehingga muncul wacana perlunya sertifikasi influencer di Indonesia seperti yang sudah dilakukan di China maupun Singapura," sambungnya.

3. Body care jadi investasi kesehatan, bukan sekadar tren

hasil riset Jakpat
hasil riset Jakpat (dok. Jakpat)

Selanjutnya, riset mengungkap bahwa body care juga jadi produk penting yang dipilih dan pelembap menempati posisi teratas. Pelembap adalah atribut paling penting untuk body lotion secara keseluruhan, dengan skor 4,59 dari 5, diikuti oleh SPF dan bahan aktif sebagai prioritas sekunder. Riset ini melibatkan 1249 responden perempuan dan laki-laki pengguna produk tersebut.

Dalam memilih pelembap yang tepat, 7 dari 10 responden mengutamakan kecocokan produk dengan kulit mereka. Adapun indikator lain yang diperhatikan adalah aroma (67 persen), formula yang melembapkan (61 persen), pertimbangan harga (54 persen), dan hasil pemakaian pada kulit (50 persen).

4. Faktor harga gak selalu jadi pertimbangan utama

ilustrasi menggunakan body lotion
ilustrasi menggunakan body lotion (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Dari survei yang dilakukan untuk mencari tahu produk body care yang tepat, Jakpat menemukan bahwa perubahan perilaku konsumen body care di Indonesia menunjukkan terkait faktor harga gak lagi menjadi pertimbangan utama. Hal tersebut muncul seiringan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas, keamanan, dan kecocokan produk dengan kondisi kulit.

Aska menjelaskan, konsumen saat ini lebih teredukasi mengenai kandungan bahan aktif, risiko efek samping, serta dampak jangka panjang. Selain itu, ulasan yang dikirim pengguna media sosial juga jadi faktor lain yang jadi pertimbangan konsumen sebelum membeli.

"Body care juga diposisikan sebagai bagian dari self-care serta investasi kesehatan kulit dan tubuh, sehingga keputusan pembelian lebih didasarkan pada efektivitas dan rasa aman dibandingkan sekadar harga," pungkasnya.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Jakpat, tren kecantikan masa kini menunjukkan bahwa perilaku konsumen saat ini lebih mementingkan hasil pada diri sendiri. Kendati demikian, harga serta ulasan juga jadi faktor pendukung lain yang turut diperhatikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More