Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kulit Mendadak Breakout saat Cuaca Panas? Mungkin Ini Penyebabnya!
Ilustrasi kulit breakout (freepik.com/freepik)
  • Musim panas dapat memicu breakout karena peningkatan produksi minyak dan bakteri yang menyumbat pori, sehingga penting menjaga kebersihan kulit serta memakai produk non comedogenic.
  • Perbedaan suhu ekstrem antara luar ruangan dan ruang ber-AC bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi, sehingga disarankan rutin mandi, memakai sunscreen, dan sabun lembut.
  • Biang keringat sering muncul akibat kelenjar tersumbat saat cuaca panas; gunakan pakaian longgar berbahan katun dan jaga suhu tubuh tetap sejuk untuk mencegah ruam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki musim panas, reaksi kulit terhadap paparan sinar matahari dan suhu yang berbeda dapat menimbulkan masalah pada kulit. Terlebih, ketika musim panas dorongan untuk menghabiskan waktu di luar ruangan semakin besar. Hal ini turut mendorong paparan terhadap sinar matahari, debu, polusi, dan lainnya yang dapat merusak kondisi kulit.

Sementara musim panas tidak bisa dihindari, kulit sebaiknya dirawat dengan treatment yang tepat. Memahami alasan mengapa kulit menjadi breakout sepanjang musim panas pun dapat membantu kamu menangani permasalahan ini. Berikut adalah beberapa penyebab kulit wajah breakout saat cuaca panas sekaligus langkah untuk menanganinya.

1. Acne breakouts

ilustrasi jerawat (freepik.com/freepik)

American Academy of Dermatology Association mengungkap, acne breakouts dapat terjadi ketika musim panas karena bakteri dan sebum pada kulit menyumbat pori-pori. Produksi minyak di kulit yang meningkat akan menyebabkan penumpukan sehingga pori-pori tersumbat dan muncul jerawat. Dermatolog merekomendasikan untuk melakukan pencegahan dengan beberapa langkah ekstra, terlebih saat musim panas.

Tindakan yang dapat dilakukan yakni mengeringkan keringat dengan handuk atau kain bersih, bukan dengan mengusapnya. Cukup tempelkan kain atau tisu di permukaan kulit dan biarkan menyerap secara alami. Mengusap keringat dapat membuat kulit iritasi, hal ini justru menimbulkan jerawat baru. Selain itu, direkomendasikan juga untuk menggunakan produk non comedogenic, bisanya terdapat label seperti "oil free" atau skincare yang memiliki tidak menyumbat pori.

2. Kulit kering dan iritasi

ilustrasi jerawat (pexels.com/Ron Lach)

Musim panas berarti cuaca di luar ruangan terasa lebih terik dan lembap dari biasanya. Kulit jadi lebih kering, bahkan dapat muncul iritasi. Dilansir laman resmi American Academy of Dermatology Association, permasalahan utama pada saat musim panas adalah perbedaan suhu udara ketika individu melakukan kegiatannya.

Misalnya, pada siang hari cenderung melakukan kegiatan outdoor di bawah panas terik dan suhu udara menyengat, sementara di malam hari berada di ruang ber-AC. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab utama kulit kering dan iritasi selama musim panas.

Untuk menghindari hal tersebut, disarankan membersihkan tubuh dengan baik, yakni rutin mandi dan keramas menggunakan air bersih. Gunakan sunscreen sebelum melakukan kegiatan outdoor dan pastikan memakan sabun dengan kandungan yang lembut.

3. Biang panas atau ruam

ilustrasi jerawat di pipi kanan (freepik.com/cookie_studio)

Biang keringat atau ruam panas juga sering terjadi di musim panas. Menurut American Academy of Dermatology Association, hal ini dapat disebabkan oleh kelenjar keringat yang tersumbat, lalu menyebabkan keringat tak dapat keluar dan malah menumpuk di bawah kulit. Efeknya, muncul ruam dan bintik kecil yang bisa menimbulkan rasa gatal.

Dermatolog menyarankan agar mengenakan pakaian ringan yang longgar serta terbuat dari material cepat meresap, seperti bahan katun. Coba juga berolahraga saat suhu udara tidak terlalu panas atau pilih olahraga di dalam ruangan. Usahakan kulit tetap sejuk dengan menggunakan kipas angin atau AC.

Cuaca panas tak bisa dihindari dan selalu terjadi setiap tahunnya. Pada dasarnya, perbedaan cuaca dapat menimbulkan berbagai permasalahan kulit bila tidak dirawat dengan baik. Untuk itu, pahami beberapa langkah di atas agar kerusakan kuulit tidak semakin parah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article